<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815</id><updated>2011-12-14T14:36:18.740+07:00</updated><category term='iseng'/><title type='text'>.::A Not So Cool Place Called Duniazaki::.</title><subtitle type='html'>My stories may not be the most heart grabbing or action filled but it is mine.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>347</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-8817884285185901205</id><published>2011-12-14T14:35:00.000+07:00</published><updated>2011-12-14T14:36:18.755+07:00</updated><title type='text'>Asal Njeplak</title><content type='html'>&lt;div&gt;Kebenaran punya banyak dimensi. Bisa saja yang dalam satu hal benar, di lain hal justru salah fatal.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seorang teman menulis kurang lebih begini: "kebahagiaan adalah ketika memberi makan mereka yang lapar, menolong mereka yang dalam kesusahan,..." dan seterusnya. Kalimat ini mendapat banyak dukungan dari teman-teman lain. Wajar toh. Kalimatnya memang terdengar manis dan mengharukan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi bagi saya justru memancing untuk merenung lebih lama. Apakah etis menimba kebahagiaan dari kesulitan orang lain? Memang, berbuat kebaikan memberikan kebahagiaan tersendiri. Tapi mengakui kebahagiaan datang dari menolong orang dalam kesulitan, implikasinya sangat mengerikan. Akankah yang bersangkutan masih merasa bahagia bila tak ada lagi yang bisa ia tolong? Yang padahal, itu keadaan yang tentu lebih baik menurut standard umum. Lalu apakah berarti ia berniat untuk melestarikan kesusahan orang lain, supaya ia senantiasa mempunyai obyek dari tindakan menolong?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ah jangan terlalu serius ya. Ini cuma teori. Kenyataannya, tentu saja selalu ada orang yang membutuhkan pertolongan. Jadi tak perlu khawatir stok potensi kebahagiaan menipis gara-gara tak henti-hentinya kita berbuat baik. Artinya pertanyaan-pertanyaan saya tadi tidak real. Hanya (baru) bisa hadir di ruang konsep.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi setidaknya ini memberikan lagi peneguhan pada kecurigaan saya. Bahwa pada dasarnya kemajuan peradaban manusia (apa? berat amat bahasanya. hahaha) lebih sering terjadi karena didorong oleh kepentingan diri, ketimbang oleh kesadaran bersih.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini juga terjadi pada sejarah penghapusan perbudakan di Amerika Serikat. Ide menghapuskan perbudakan sudah lama dilontarkan para cerdik cendekia di negeri itu. Tapi penghapusan baru terlaksana setelah adanya pertarungan kepentingan di antara para pekerja. Sejarah menyebutkan, salah satu faktor utama penghapusan perbudakan di AS karena orang-orang merdeka dari kelas pekerja tak bisa bersaing dengan para budak dalam hal mendapatkan pekerjaan. Boro-boro minta naik gaji. Untuk dapat pekerjaan saja sulit. Sebab para employer lebih suka membeli budak untuk kemudian dieksploitasi untuk kepentingan bisnisnya. Lebih ekonomis ketimbang pekerja merdeka yang banyak maunya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Para pekerja merdeka inilah yang kemudian mendorong terjadinya perubahan. Yaitu penghapusan perbudakan. Biar persaingan mendapatkan pekerjaan dengan perlakuan manusiawi bisa berlangsung lebih adil. Urusan moral hanyalah alasan tambahan. Yang juga cukup penting dalam menggalang dukungan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu ambil jilbab di Indonesia. Sampai tahun 1980-an, tak banyak yang memakai jilbab. Karena kesannya kampungan. Cuma perempuan kampung lulusan pesantren kecil di pedesaan yang berjilbab. Sampai saat itu, jilbab adalah simbol ketertinggalan dalam kehidupan modern.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi lihat sekarang. Berjilbab tidak lagi dihubungkan dengan kemajuan modernisasi. Sebaliknya, maraknya berjilbab digerakkan oleh tren. Berjilbab tak melulu karena menutupi aurat. Tapi pernyataan diri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Begitu pula masuknya Islam di Indonesia. Bukan karena warga Nusantara mendapat pencerahan dan hidayah. Melainkan karena Islam lebih cair dalam menghadapi budaya lokal, dibanding Kristen dari Eropa. Setidaknya demikian yang saya baca dalam buku sejarah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-8817884285185901205?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/8817884285185901205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=8817884285185901205' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8817884285185901205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8817884285185901205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2011/12/asal-njeplak.html' title='Asal Njeplak'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-8989457143457176372</id><published>2011-12-05T13:30:00.006+07:00</published><updated>2011-12-05T14:54:32.222+07:00</updated><title type='text'>Buku Bayi</title><content type='html'>Bayi ikut doyan baca (sebenernya lihat-lihat halaman buku saja), penting buat saya. Gak wajib, tapi bakal bahagia seperempat mampus, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;in so many levels&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu, tentu saja bayi 3,5 bulan lucu banget difoto sambil kegirangan dibacain dongeng dari buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua, ini modal besar buat dia besar nanti tidak fobia buku. Saya paham, banyak buku jelek di luar sana. Dan sekalinya pengalaman dengan buku tidak menyenangkan, maka sang anak sangat mungkin males baca buku ke depannya. Lah kalau nunggu doyan baca setelah sekolah, mana ada buku yang menyenangkan diberikan di sekolah. Seenggaknya begitulah pengalaman saya bersekolah dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga, hobi saya beli buku dan berlama-lama di toko buku bisa ditemani si Yaka, anak saya yang paling lucu sedunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dam empat, saya juga masih suka baca buku anak! Jadi, dengan alasan membelikan buku buat anak, saya juga ikut menikmatinya secara peribadih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah, wiken kemaren saya iseng beli buku dongeng anak. Pulang dari toko buku, Yaka baru dimandikan. Sebetulnya cuma dilap, karena menurut penjaganya, Yaka rewel selama saya pergi dan diputuskan hanya mandi kucing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung saja, ajak Yaka duduk bersender ke tumpukan bantal dan membuka satu per satu halaman. Membacakannya. Tambah bumbu di sana-sini. Dan ya, Yaka girang banget!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak pernah anak itu serame sore kemarin. Sepanjang membuka buku, dia mengoceh. Hanya Tuhan yang tahu apa arti ocehannya. Tapi dari ketawa-ketiwinya, sudah jelas Yaka menikmati buku yang isinya 95 persen gambar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-HljYxIDEaFE/TtxloGtk3kI/AAAAAAAAAWU/0OBl5xCYFZc/s1600/Buku%2BTidurlah%2BBeruang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 341px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-HljYxIDEaFE/TtxloGtk3kI/AAAAAAAAAWU/0OBl5xCYFZc/s400/Buku%2BTidurlah%2BBeruang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682528569505668674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Inilah buku yang saya belikan untuk si anak Yaka.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-8989457143457176372?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/8989457143457176372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=8989457143457176372' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8989457143457176372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8989457143457176372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2011/12/buku-bayi.html' title='Buku Bayi'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-HljYxIDEaFE/TtxloGtk3kI/AAAAAAAAAWU/0OBl5xCYFZc/s72-c/Buku%2BTidurlah%2BBeruang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-443289206498150370</id><published>2011-12-01T17:49:00.000+07:00</published><updated>2011-12-01T17:51:32.379+07:00</updated><title type='text'>Sering Berhenti</title><content type='html'>Sudah beberapa bulan ini saya kalem-kalem saja setiap kali membawa kendaraan. Di jalan besar, rata-rata kecepatan saya panteng di 40-50 km/jam. Walaupun jalanan sepi. Karena memang bukan bertujuan mencegah tabrak belakang. Melainkan ingin memberi kesempatan warga yang hendak menyeberang jalan. Paling mentok di 60 km/jam. Itu bila sedang berada di jalur cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran saya niatkan untuk lebih awas melihat sisi jalan. Apakah ada pejalan kaki yang hendak menyeberang? Kalau ada, saya usahakan berhenti. Apalagi bila si penyeberang sudah terlihat tak sabar dan mulai berada di badan jalan. Saya pasti akan berhenti. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan usaha ini tak akan bisa dilakukan bila kendaraan terlalu kencang dipacu. Sumpah kagok euy. Bukannya mengabaikan pejalan kaki. Memang kagok. Makanya, mulai sekarang saya ga mau ngebut ah. Belum lagi berhenti mendadak dari kecepatan tinggi, bisa bikin pengendara di belakang jantungan. Ngebut juga membuat kesan arogan ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu hari, saya sampai harus berhenti lebih dari lima kali memberi kesempatan penyeberang, dalam sekali perjalanan berangkat ke kantor. Padahal sebelumnya, tidak tiap hari saya berhenti untuk penyeberang. Setelah itu tersadarlah, begitu banyak saya mengecewakan penyeberang jalan selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan malu dan bersalah hanya sedikit terobati karena saya tidak membawa mobil rutin untuk berangkat-pulang kerja. Kebiasaan menumpang metromini-kopaja, busway, ojek, masih saya pertahankan. Bahkan sesekali saya berjalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kejadian "lucu" selama niat ini diterapkan. Kadang setelah mobil dihentikan, justru membuat canggung si penyeberang jalan. Terlihat jelas dari gerak langkah yang ragu dan telapak tangan yang diarahkan ke saya. Padahal mobil sudah saya hentikan. Mungkin karena warga Jakarta terlalu terbiasa mengalah. Terlalu terbiasa menunggu lalu-lintas kosong untuk menyeberang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah juga ada yang menolak tawaran menyeberang. Bisa saja kan ia sedang menunggu jemputan atau kendaraan umum jurusan tertentu. Saking sok baeknya saya. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah tak senang, atau memang tak menyadari kenapa saya menghentikan mobil, banyak juga pengendara di belakang yang membunyikan klakson. Kesimpulannya, niat sederhana ini ternyata tidak bisa diterapkan di Jakarta dengan sederhana pula. Bagi pejalan kaki, sikap saya ini membuat mereka canggung. Dan buat pengendara lain, bisa jadi tak setuju (kesal?) dengan perilaku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ini kan proses. Mudah-mudahan ke depan, makin banyak yang mengikuti. Karena masyarakat yang beradab selalu melindungi/mengutamakan pihak paling lemah. Di jalanan, pejalan kakilah yang terlemah. Eh tapi, tidak diikuti juga apa boleh buat ya. Toh saya juga sampai sekarang masih sesekali mengabaikan penyeberang jalan. Yang penting saya berusaha dan semoga bukan bagian dari kelompok yang membuat kota ini semakin tak nyaman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-443289206498150370?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/443289206498150370/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=443289206498150370' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/443289206498150370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/443289206498150370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2011/12/sering-berhenti.html' title='Sering Berhenti'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-3669028316847834591</id><published>2011-11-17T17:22:00.002+07:00</published><updated>2011-11-17T17:35:33.026+07:00</updated><title type='text'>Dikerjai</title><content type='html'>Tanpa janji, tanpa perkiraan, saya bertemu tamu khusus hari ini. Yang membuat dia spesial bukan siapa dirinya. Tapi apa yang dia lakukan pada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengobrol ngalor-ngidul, somehow, kita mengobrol tentang hal-hal di luar akal manusia. Dan, ini dia, untuk membuktikannya dia memohon izin untuk membuat saya tidak sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spontan saya bersedia. Bahkan, sebetulnya saya cenderung &lt;span style="font-style: italic;"&gt;excited&lt;/span&gt;. Dan dikerjailah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sulit, saya akan coba menggambarkan apa dirasakan selama dibuat tidak sadar. Pertama, saya mendapati rasa air liur saya berubah. Bisa jadi ini hanya sensasi karena saya mulai tidak mampu mengendalikan saraf motorik. Berikutnya, ini yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cool&lt;/span&gt;, suara yang saya dengar menjadi aneh. Bagaimana anehnya, susah menggambarkannya. Mungkin seperti suara gitar merdu yang kemudia didistorsi secara elektronis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya indera yang masih (saya anggap) waras adalah mata. Tak ada distorsi apapun yang dirasakan. Selesai mengerjai saya, teman baru ini menepuk-nepuk kedua pundak saya. "Kalau gak ditepuk, bisa ga sadar sampai besok pagi," ujarnya setelah saya sadar sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow. Ini pengalaman pertama saya "diguna-gunai". Sudah lama saya penasaran dengan hal-hal semacam ini. Dan enaknya, kok badan saya jadi terasa lebih ringan ya? Hehehe. Makasih ya. Terima kasih atas pengalamannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-3669028316847834591?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/3669028316847834591/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=3669028316847834591' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/3669028316847834591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/3669028316847834591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2011/11/dikerjai.html' title='Dikerjai'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-2838271993327547541</id><published>2011-03-15T16:24:00.000+07:00</published><updated>2011-03-15T16:26:15.019+07:00</updated><title type='text'>Menunggu</title><content type='html'>&lt;div&gt;Dalam hitungan bulan, sesosok jabang bayi akan lahir ke dunia melalui raga istri saya. Insya Allah. Mudah-mudahan semua berjalan lancar. Sejak pertama mendapat kepastian istri hamil dari dokter, kami bahagia. Setiap hari kami bersyukur diberi kebahagiaan, lebih dari apapun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saking bahagianya, harus diakui sering juga merasa lelah menunggu lahirnya sang manusia baru. Belum apa-apa, rindu sudah menyelonong menjalar ke tiap hela napas. Seolah telah terbiasa bertemu sapa setiap hari dan kini meninggalkan untuk kembali nanti berbulan-bulan lamanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Senin berganti selasa, rasanya ingin segera melompat berganti pekan. Pergantian pekan pun rasanya ingin disulap berubah bulan. Kalaupun harus menunggu, buatlah besok hari kelahirannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di antara penantian itu, terselip di sana sini harapan. Mudah-mudahan si jabang bayi sehat sempurna. Tampan atau cantik. Berkulit terang seperti ibunya. Menjadi anak yang saleh. Mandiri di kelak dewasa. Dan mengabdi seluruh waktunya ke alam semesta.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu harapan berbuah kecemasan. Akankah harapan itu dikabulkan-Nya? Harapan yang mana yang akan dikabulkan? Mana yang tidak?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;****&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Astagfirullah. Maafkan hamba-Mu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sulit menerima dia bukanlah milik kami. Tak ingin rasanya mengerti dia adalah jiwa merdeka. Bebas dari harapan dan definisi baik-buruk atau senang-sengsara siapapun. Tidak juga kami orangtuanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maafkan hamba nan keras kepala yang tak pernah belajar ini. Sungguh, kesengsaran menunggu dan kecemasan ini adalah peringatan-Mu. Aku pantas mendapatkannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;****&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Dok, bisa kan istri saya melahirkan di tanggal cantik? Cessar bila perlu?"&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-2838271993327547541?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/2838271993327547541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=2838271993327547541' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/2838271993327547541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/2838271993327547541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2011/03/menunggu.html' title='Menunggu'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-2541345022064745011</id><published>2011-02-04T17:39:00.001+07:00</published><updated>2011-02-04T18:06:04.213+07:00</updated><title type='text'>Pertemuan Kembali</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div style="color: rgb(68, 68, 68); font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 18px; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); font-size: 12px; font: normal normal normal 13px/19px Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; padding-top: 0.6em; padding-right: 0.6em; padding-bottom: 0.6em; padding-left: 0.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; max-width: 640px; "&gt;&lt;p style="color: rgb(68, 68, 68); font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 1.5; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; "&gt;Baiklah. Saya harus menulis kalau memang masih mau disebut blogger. Hahaha.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(68, 68, 68); font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 1.5; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; "&gt;Ketika tulisan ini dibuat, saya menambahkan sirup kental rasa mangga ke dalam mi instan dalam kemasan cup. Rasanya tak terlalu menggembirakan. Mohon tidak diikuti.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(68, 68, 68); font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 1.5; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; "&gt;Karena spontan saya tulis pengalaman-pengalaman beberapa pekan terakhir ini saja.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(68, 68, 68); font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 1.5; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; "&gt;Alhamdulilah, beberapa hari silam, saya dipertemukan kembali dengan beberapa anggota tim relawan yang dulu bekerja bareng di Yogyakarta mengurus korban Merapi. Sebelum bertemu mereka, tak terpikir siapa orang-orang yang senantiasa tersedia untuk bekerja sosial meninggalkan rutinitas sehari-hari. Siapa yang bisa pergi berbakti di luar kota, berminggu-minggu, tanpa imbalan materi?&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(68, 68, 68); font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 1.5; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; "&gt;Mereka adalah para bujangan yang sehari-harinya bekerja tanpa ikatan, layaknya pekerja pabrik atau kantoran. Sebagian kawan saya bekerja honorer di kantor pemerintahan daerah. Sebagian lagi bekerja serabutan. Beberapa yang lain bahkan saya tak tahu (atau lupa) apa pekerjaan mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(68, 68, 68); font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 1.5; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; "&gt;Dengan keleluasaan itu, mereka siap dipanggil kapanpun, dan dikirim hampir ke mana pun. Kepatuhan mereka juga patut diacungi jempol. Kekompakkan pun senantiasa terjaga. Setidaknya terlihat dari dua tugas terakhir bersama mereka. Kita beruntung memiliki mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(68, 68, 68); font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 1.5; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; "&gt;Tapi tentu kata "beruntung" tak elok disematkan pada mereka sendiri. Warga yang pernah mereka tolong, bisa jadi lebih beruntung secara ekonomi. Atau ini hanya terkaan saya saja. Apapun itu, semoga kebaikan teman-teman saya ini pada akhirnya mengantarkan pada apa yang mereka impikan selama ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(68, 68, 68); font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 1.5; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; "&gt;Di ujung lain spektrum pertemanan, saya juga bersyukur bisa bertemu kembali dengan sobat-sobat gila. Pertemuan kami terjadi, sedikit banyak karena ada yang pulang libur imlek. Mumpung lagi di Jakarta; sebelum harus kembali ke Malaysia, tempatnya mengadu nasib.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(68, 68, 68); font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 1.5; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; "&gt;Kami sepakat bertemu di sebuah kafe di bilangan Jakarta Selatan. Ups, setelah dicek tempat itu menyebut dirinya, kitchen and bar. Ga taulah apa artinya. Ga penting. Yang lebih menarik adalah apa yang saya temukan di toilet di dapur dan bar ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(68, 68, 68); font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 1.5; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; "&gt;Sejak di jalan menuju, seperti biasa (ha? biasa?) mulas terasa di seputar perut. Alhasil, sesampainya di tujuan, langsung menuju jamban. Begitu saya buka pintu wc, tadaaa... &lt;em style="color: rgb(68, 68, 68); font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 1.5; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; font-style: italic; "&gt;a fully dressed up &lt;/em&gt;bencong. Ia memakai wig pirang plus tanktop dan rok mini bermotif animal print.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(68, 68, 68); font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 1.5; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; "&gt;Karena lama tinggal di dekat daerah pedongkelan dan perempatan cempaka mas, saya tentu "akrab" dengan pemandangan banci-banci. Jadi tak mungkin saya terkejut bertemu kaum pria tapi wanita ini. Tapi mungkin karena waktu itu setengah mendobrak pintu dan memasang muka kebelet, sang wadam berusaha meyakinkan bahwa saya tidak salah "kamar".&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(68, 68, 68); font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 1.5; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; "&gt;"Eh bener kok mas," sambutnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(68, 68, 68); font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 1.5; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; "&gt;Ah mas, err, mbak, kalaupun ini jamban khusus harimau siberia, saya sudah tak peduli. Kebelet, dalam banyak situasi, membuat saya fokus sekaligus berani di luar dugaan. Saya yang penakut hantu, mampu menembus kegelapan kebun dan bongkar muat pada malam hari di sebuah wc umum di pinggir sungai deras. Gemuruh suara aliran sungai pun tak lagi membuat saya ciut. Yang ada malah merem-melek mengejan. Baru setelah "bisnis" selesai, saya mulai celingak-celinguk dan berjalan canggung dengan imajinasi hantu menakutkan memenuhi isi kepala.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(68, 68, 68); font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 1.5; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; "&gt;Eh... padahal tadi mau cerita bagaimana bertemu kawan TKI yang lagi liburan itu ya. Ntar aja ah. Konon katanya, pembaca generasi internet tak suka tulisan terlalu panjang. Sekian.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-2541345022064745011?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/2541345022064745011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=2541345022064745011' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/2541345022064745011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/2541345022064745011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2011/02/pertemuan-kembali.html' title='Pertemuan Kembali'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-3668583931589320237</id><published>2010-12-18T15:38:00.002+07:00</published><updated>2010-12-20T16:30:31.455+07:00</updated><title type='text'>Sejarah Milik Kita</title><content type='html'>Masa lalu adalah yang membuat kita sekarang. Leluhur kita sangat paham soal ini. Hingga mereka mengubah masa lalu, untuk mempertahankan apa yang didapatkan saat ini. Atau setidaknya begitulah hipotesa banyak ahli sejarah. Termasuk Bernard H. M. Vlekke dalam bukunya Nusantara: A History of Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca buku Vlekke, sebenarnya seperti menyegarkan ingatan pada pelajaran-pelajaran sejarah di bangku SD hingga SMA dulu. Karena memang buku ini rujukan utama penyusunan buku sejarah untuk anak-anak sekolah. Maklum, Nusantara adalah buku sejarah pertama tentang Indonesia yang lengkap membahas dari zaman prasejarah hingga kemerdekaan republik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, banyak bagian dari kisah yang diceritakan Vlekke "disembunyikan" oleh pemerintah. Misalnya tak banyak yang tahu Raja Mataram Sultan Agung membantai nyaris 800 prajurit yang gagal menaklukan Batavia. Kecuali tentu mendapat pengetahuan sejarah selain dari buku teks pelajaran di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, Gubernur Jenderal Hindia Belanda J. P. Coen saja, yang disebut-sebut (dalam buku sejarah versi pemerintah) keji, dibuat terkejut karena melihat ratusan mayat bergelimpangan. Banyak di antaranya kepala terpisah dari tubuhnya. "Kami tidak percaya kekejaman seperti itu sungguh ada kalau kami tidak melihatnya dengan mata kepala sendiri," ujar Coen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi penyusunan sejarah versi pemerintah itu belum seberapa dibanding pujangga orangtua kita semua di Jawa. Setelah gagal merebut Batavia, pujangga keraton Mataram menulis bahwa J. P. Coen adalah keturunan Mataram. Ha?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut tulisan si pujangga, ibunda Coen adalah ratu Padjadjaran. Sementara ayahnya adalah saudara dari Sekender. Siapa Sekender ini? Tak lain adalah Alexander The Great, yang juga dijadikan pahlawan oleh masyarakat Melayu Minangkabau (hmm pantes aja cewek Sunda cakep-cakep, belesteran dari sononya bo hahaha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, entah bagaimana ibunda Coen ini diusir oleh penguasa Jayakarta (yang orang Mataram tentunya). Dan di kemudian hari Jayakarta direbut kembali oleh anaknya yaitu si J. P. Coen yang disebut Mur Jangkung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edannya lagi, Mataram punya versi cerita sendiri kenapa harus melakukan kampanye militer ke Batavia. Menurut penyusun sejarah Mataram, Sultan Agung sangat sakti (namanya raja ya harus sakti mandraguna). Untuk menaklukan Batavia tak perlu mengirim bala tentara. Cukup meludah, bisa koit semua tuh Londo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, di angkatan perang Mataram ada komandan pengkhianat, yaitu Mandureja, yang akan dibinasakan dengan cara yang "cerdik". Diperintahlah komandan perang Mandureja menyerbu Batavia. Namun, diam-diam Sultan Agung juga mengirim komandan kedua, bernama Purbaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Batavia, Purbaya meruntuhkan sebagian tembok benteng pertahanan Hindia Belanda. Ini sebagai unjuk kekuatan saja. Itu cukup untuk menunjukkan kekuatan Mataram. Dan memang Purbaya tidak diperintahkan untuk menghancurkan kekuasaan J. P. Coen. Kan masih saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di benteng bagian lain, Mandureja yang tak tahu keberhasilan Purbaya, tetap menyerang Hindia Belanda sesuai perintah palsu sang raja. Tapi usaha ini gagal dan Mandureja dibunuh pasukan J. P. Coen, yang sesuai harapan Mataram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coen kemudian berterima kasih pada Mataram dihindarkan dari bahaya Mandureja. Buktinya? Coen mengirimkan wakilnya (diplomat) ke Mataram untuk mengikat perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, pujangga pada zaman itu mengabdi untuk raja. Semua tulisan tak mungkin membuat raja tidak senang. Tapi "kekonyolan" ini juga tidak akan begitu absurd bila memahami kekacauan komunikasi antarbudaya Jawa dan pemerintah kolonial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Jawa saat itu tentu saja bingung dengan kedatangan duta dari Batavia meminta damai. Kenapa Coen sebagai pihak pemenang peperangan, memohon perdamaian ke Mataram? Bukankah Hindia Belanda harusnya membalas dengan menypaham erbu menghancurkan Mataram?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kebingungan itu para pujangga memberikan penjelasan (yang memuaskan raja) dengan menafsirkan permintaan perdamaian Coen adalah tanda takluk kepada kekuasaan Keraton Mataram. Maka dianggap pulalah Batavia sebagai negara bawahan Mataram. Tak beda dengan daerah taklukan Mataram lainnya. Sehingga pemakaian cara kekerasan ke Batavia tak diperlukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di pihak lain, Hindia Belanda meminta berdamai karena "ogah" berperang lagi. Betapa tidak. Perang menguras kas negara, mengorbankan nyawa, buang waktu, dan tenaga. Apalagi Belanda juga menghadapi ancaman perang di Eropa. Berteman dengan penguasa Jawa adalah tindakan lebih bijaksana bagi Hindia Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pemahaman masa kini, tentu saja kelakuan pujangga keraton Mataram ini konyol. Tapi siapa sih yang lebih konyol dari pemerintahan yang menjadikan Sultan Agung sebagai pahlawan? Kalau pembantai 800 pasukan Mataram saja jadi pahlawan, kenapa ribut mempermasalahkan gelar pahlawan kepada Soeharto?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud saya adalah, sejarah bukan hanya milik penguasa (pemerintah). Walaupun dalam kadar yang lebih kecil, buku sejarah versi pemerintah zaman sekarang toh tak mungkin melawan kepentingan politik pihak yang sedang berkuasa. Persis seperti para pujangga dulu menulis bahwa pendiri Mataram adalah keturunan Majapahit. Ini tak lain untuk melegitimasi kekuasaan raja. Seperti diketahui, hanya titisan rajalah pemangku kekuasaan yang sah. Demikianlah paham orang Jawa dahulu. Eh? Bukannya masih? Hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, sudah saatnya (tafsir) sejarah "direbut" dari tangan penguasa. Caranya, ya baca sendiri sejarah dari berbagai sumber. Teknologi internet memudahkan siapapun (yang melek komputer) mendapatkan literatur nan kaya. Atau ya minimal kritis terhadap semua yang dikatakan penguasa.(zaq)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-3668583931589320237?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/3668583931589320237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=3668583931589320237' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/3668583931589320237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/3668583931589320237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2010/12/sejarah-milik-kita.html' title='Sejarah Milik Kita'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-7532457134120374939</id><published>2010-10-29T16:45:00.003+07:00</published><updated>2010-10-29T17:10:33.123+07:00</updated><title type='text'>The Walkers</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/TMqYdqV0dNI/AAAAAAAAAV0/a-nNYgq52Yk/s1600/walking-instead-of-driving-8481_1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/TMqYdqV0dNI/AAAAAAAAAV0/a-nNYgq52Yk/s400/walking-instead-of-driving-8481_1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533402727527511250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Betapa leganya setiap kali terbangun di Minggu pagi, waktu itu. Karena di hari itu, tak perlu pergi ke sekolah! Bahkan kalau beruntung ibu sibuk di dapur, jadi tidur bisa lanjut terus. Asal jangan sampai lewat jam 07.00. Soalnya TVRI mulai siaran. Yeaayy!!! Maklum, selain hari Minggu, TVRI hanya siaran sore hingga malam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi hari itu beda. Ayah mengajak jalan-jalan. Bukan. Ini bukan jalan-jalan ke taman, pusat perbelanjaan, atau amusement park, atau surga bermain anak-anak modern lainnya yang selalu diimpikan. Melainkan benar-benar jalan kaki. Tempat yang dituju tak pernah jadi tujuan. Ke mana kaki melangkah pergi, tak pernah penting. Berjalan di atas dua kaki, itulah tujuannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Itu pula sebabnya, kata "tidak" langsung meluncur dari mulut saat diajak ayah. Tapi sejurus kemudian, saya mulai berpikir. Otak kecil yang masih lemah itu bekerja keras. Saya mendengar kakak sudah siap-siap. Lalu terdengar suara sepupu yang juga akan ikut. Ini bahaya!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bisa saja saya tetap menolak bersama mereka, dan menghabiskan waktu nonton tv dan bermain bersama teman-teman di gang. Namun saat para pengikut ayah itu pulang di sore hari nanti, tiba-tiba saya menjadi anak tersial.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Rame loh tadi ..." Begitulah mereka selalu memulai cerita dan perlahan-lahan menghancurkan hati saya. Kalimat berikutnya sungguh menyakitkan. Seolah tak cukup, mereka berkisah sambil tertawa cekikikan berbagi pengalaman kelucuan, kekonyolan, selama perjalanan sialan itu. "Muahahahaha.... dasar bodoh. Suruh siapa tadi ga ikut?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sadar apa yang akan terjadi nanti, saya lempar selimut, bangun, dan keluar kamar. "Tunggu...!!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami biasanya memakai kaos oblong yang bagus, celana pendek, dan sepatu lengkap dengan kaus kaki setinggi betis. Dulu belum ada sendal gunung. &lt;i&gt;Sneakers&lt;/i&gt; adalah &lt;i&gt;foot gear&lt;/i&gt; yang cocok untuk jalan-jalan menembus kampung-kampung. Tapi karena memakai perlengkapan seperti itulah saya merasa rikuh bertemu anak di desa bertelanjang kaki dan memakai baju rumahan. Jelas, sudahlah wajah kami asing di mata mereka, harus pula menjadi "badut."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi, betul juga. Jalan kaki, pada akhirnya, selalu menyenangkan. Ini Sukabumi coy, selalu menyenangkan. Hahaha.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ayah punya banyak cara memilih rute. Ada yang langsung naik angkutan kota depan rumah dan turun di sebuah desa di pinggiran kota. Dari situ baru jalan-jalan dimulai.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Atau bisa juga menyusuri jalan kereta. Pernah kami jalan menapaki rel kereta dari Sukabumi hingga Cianjur. Tidak sampai tengah kotanya, memang. Tapi fakta menembus batas dan dinyatakan resmi memasuki Cianjur-nya itu yang membuat kami terkesan dengan pencapaian sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang paling menyenangkan dari jalan kaki, adalah menemukan dunia baru. Seperti membuka halaman per halaman buku yang tak pernah dibaca sebelumnya. Kami terus berjalan dan terus berjalan. Memperhatikan desa satu dan lainnya. Mencermati pakaian yang mereka kenakan. Mainan yang dimainkan anak-anak. Penganan yang mereka pegang di tangan. Dan seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan kami, yang juga anak-anak, pasti pintar dalam urusan menghibur diri. Saat menyusuri rel, misalnya. Kami berkompetisi siapa yang paling jauh meniti rel tanpa terjatuh menginjak tanah. Bahkan, ranting pohon pun menjadi mainan yang tak kalah seru. Bermain pedang, atau menjadikan ranting sebagai tongkat berjalan sekadar meniru kakek bongkok.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan Sungai! Selalu berbinar-binar melihat sungai. Setidaknya begitulah saya. Beruntung Sukabumi punya banyak sungai beraliran deras dan berbatu-batu besar. Sebenarnya ini pertanda wilayah Sukabumi rawan bencana gempa. Tapi dulu mana mengerti.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Wisata kuliner selama jalan-jalan juga cukup menarik, walau bukan perhatian utama saya. Warung-warung di pedesaan tak jarang mengejutkan kami. Yang pasti, gorengan yang ditemukan pasti berbeda dari satu warung ke warung lain. Tidak seperti di Jakarta belakangan ini. Dari ujung utara hingga selatan, semua rasanya sama. Maklum produk massal.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada pula saat saya merasa sangat lelah karena berjalan sangat jauh. Tapi tak ada yang bisa dilakukan karena jalur yang kami tapaki tidak dilalui angkutan umum. Satu-satunya cara meringankannya ya beristirahat. Namun itupun tak bisa lama. Tak boleh terlalu sore sampai kembali ke rumah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tanda-tandanya sudah kecapean, kami berjalan menunduk. Tak ada yang bernafsu bercanda. Biasanya ayah otomatis menghibur dengan menunjukkan hal-hal aneh, dan menarik. Atau sering juga bertingkah seperti badut. &lt;i&gt;He's quite good at being clown&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi tentu saja kesengsaraan hanya menambah keasyikan ketika terbebaskan dari penderitaan. Hati terasa lega ketika akhirnya mencapai jalan besar dan angkutan kota berwarna biru berseliweran (tahun 80an, semua angkot di sukabumi berwarna biru). Di angkot, tak sedikit di antara kami mengantuk.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hingga akhirnya sampai di rumah. Buka sepatu, lempar, selonjoran, dan meringis saking pegal.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jalan kaki memang kebiasaan ayah dan ibu. Mereka punya klub jalan kaki. Kadang kami ikut. Tapi seringnya tidak. Ritme berjalannya beda. Ikut ibu-ibu, kami selalu berjalan terlalu cepat untuk ukuran mereka. Hingga kita gemas karena terlalu sering menunggu. Pun mereka lebih sering istirahat. Sebaliknya kalau ikut bapak-bapak. Langkah mereka besar dan bergerak lebih cepat. Istirahat jarang pula. &lt;i&gt;Too damn fast&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi pada akhirnya... mengenang pengalaman berjalan-jalan cukup membuat saya merasa beruntung hari ini. Dan kalau mau berfilsafat, jalan-jalan itu seperti hidup. Tak penting hidup akan berakhir di mana dan bakal menjadi apa nanti. Tapi bagaimana kita men-jalan-i kehidupan itulah yang membuat hidup lebih berharga. Ah seehoookkkk luh!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-7532457134120374939?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/7532457134120374939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=7532457134120374939' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7532457134120374939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7532457134120374939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2010/10/walkers.html' title='The Walkers'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/TMqYdqV0dNI/AAAAAAAAAV0/a-nNYgq52Yk/s72-c/walking-instead-of-driving-8481_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-6462593659466193891</id><published>2010-10-26T19:18:00.007+07:00</published><updated>2010-10-26T19:43:23.486+07:00</updated><title type='text'>Hemat Bergerak Bantu Uraikan Kemacetan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/TMbIKBMpPZI/AAAAAAAAAVs/DIIxj509kKk/s1600/macet_photobucket.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 253px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/TMbIKBMpPZI/AAAAAAAAAVs/DIIxj509kKk/s400/macet_photobucket.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532329266716949906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senin malam kemarin, seperti jutaan warga Jabodetabek lainnya, saya terpaksa bersusah payah pulang ke rumah. Banyak yang bertahan meratapi nasib terjebak kemacetan. Ada juga yang turun dari angkutan umum dan jalan kaki untuk mencapai rumah, seperti yang saya lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya, atau di hari tulisan ini dibuat, saya memutuskan untuk tidak berangkat ke kantor. Hingga pagi tadi, ketinggian Sungai Sunter yang membentengi bagian barat kompleks rumah masih saja setinggi jalanan. Sekali lagi saja hujan hari ini, saya khawatir kompleks ini ikut terendam. Karena itu saya berniat untuk berjaga di rumah, kalau-kalau hal buruk terjadi. Kebetulan pula sementara ini semua pekerjaan bisa dikerjakan dari rumah dengan modal laptop dan modem internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan bila rumah tak terancam terendam pun, siapa yang mau mengulang kejadian kemarin malam itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dan pergi bekerja kantor juga merupakan penyebab dominan kemacetan Jakarta. Hal ini terlihat dari jam-jam macet di Jakarta yang terjadi pada pagi dan sore hari. Kemacetan pun otomatis membuat penggunaan bahan bakar kendaraan tidak efisien. Belum lagi suasana psikologis yang menyiksa saat terjebak macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, alangkah baiknya bila solusi mengatasi kemacetan tidak hanya berfokus pada kelancaran pergerakan manusia dari suatu tempat ke tempat lain (transportasi). Melainkan juga mendorong agar warga tidak boros bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya dengan mengkampanyekan bekerja dari jarak jauh. Penulis naskah berita di media online, misalnya. Banyak personel yang tak perlu tiap hari datang ke kantor. Untuk koordinasi antarpersonel, teknologi internet menyediakan fasilitas-fasilitas yang mumpuni. Dari saling berkirim email, hingga percakapan melalui aplikasi instan messaging. Dengan demikian mereka cukup bekerja dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencontohkan pekerjaan penulis naskah berita karena tahu betul cara kerja sebuah media online. Namun jenis profesi lain pun memungkinkan untuk tidak datang ke kantor saban hari seperti arsitek, designer, kreatif periklanan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga persoalan niat sebetulnya. Maukah manajemen mengorbankan sedikit kontrol terhadap karyawannya? Karena bekerja dari jarak jauh tentu mengorbankan kontrol manajemen. Tapi bila orientasi perusahaan pada hasil kerja karyawan, niat mengendurkan kendali tak akan begitu terasa berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau niat, bakal lebih banyak lagi jenis pekerjaan yang bisa dikerjakan secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;remote&lt;/span&gt;. Apalagi bila sejak awal perusahaan didirikan, sistem kerja karyawan didesain sehingga bisa banyak yang bisa dikerjakan dari jarak jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayanan publik, yang dulu tak terbayangkan bisa diurus dari jarak jauh, kini perkembangan teknologi sudah memungkinan hal itu. Buktinya, pelayanan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Depkumham mengenai pendaftaran nama perusahaan, saat ini bisa dilakukan secara online. Perusahaan dari daerah tak perlu lagi mendatangi Jakarta. Hemat biaya, waktu, tenaga, dan juga relatif bebas pungutan liar (atau jangan-jangan ini masalahnya?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu ini artinya pemerintah harus lebih serius membangun infrastruktur agar warganya saling terhubungkan dengan internet dengan biaya murah dan merata di semua daerah. Kondisi geografis Indonesia yang kepulauan juga memberikan alasan lebih untuk program ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, urusan komunikasi di negeri ini jarang dianggap serius. Buktinya, jabatan Menteri Komunikasi dan Informasi kerap diberikan sebagai bagi-bagi jatah kursi untuk parpol pendukung pemerintah. Sialnya lagi, saat ini pemangku jabatan Menkominfo juga sektarian. Yang merasa harus pula ikut riweuh mengurus moral warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan ribu situs porno diblokir, padahal mereka sendiri sadar tugas itu tak akan pernah berakhir. Karena situs porno, seperti yang lainnya, terus berkembang. Sementara PR standarisasi perangkat akses untuk jaringan pita lebar generasi keempat (WIMAX) belum juga rampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktisi IT Onno w. Purbo mengatakan, program-program yang diluncurkan Menkominfo Tifatul Sembiring masih jauh dari harapan. Untuk memberikan akses internet murah bagi rakyat misalnya, menurut Onno, semua teknologinya sudah ada dan gratis. Tinggal niatnya saja (baca: &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.detikinet.com/read/2010/10/20/142625/1470026/399/onno-menkominfo-belum-berdampak-pada-rakyat/?i991103105"&gt;Onno: Menkominfo Belum Berdampak pada Rakyat&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan banyak hasil karya ahli IT Indonesia diadopsi negara lain untuk mengembangkan akses internet murah. Para ahli IT ini bukan tidak terlebih dahulu menawarkan idenya ke pemerintah sendiri. Tapi respon pemerintah selalu lambat, kalo tidak disebut tak menggubris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah pornografi, pemerintah begitu sigap. Urusan larang ini itu, seolah cara favorit pemerintah mengurai masalah. Sedangkan membuat terobosan-terobosan, nyaris nihil. Bahkan ketika ide terobosan itu disodorkan rakyatnya. Gratis pula.(ZAQ)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-6462593659466193891?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/6462593659466193891/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=6462593659466193891' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6462593659466193891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6462593659466193891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2010/10/warga-hemat-bergerak-kemacetan-terbantu.html' title='Hemat Bergerak Bantu Uraikan Kemacetan'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/TMbIKBMpPZI/AAAAAAAAAVs/DIIxj509kKk/s72-c/macet_photobucket.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-6582876850086942313</id><published>2010-05-18T14:21:00.000+07:00</published><updated>2010-05-18T14:22:41.778+07:00</updated><title type='text'>dusty</title><content type='html'>Fuh fuh.... Uhuk...uhuk!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-6582876850086942313?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/6582876850086942313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=6582876850086942313' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6582876850086942313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6582876850086942313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2010/05/dusty.html' title='dusty'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-7217480828251639666</id><published>2009-11-29T08:18:00.002+07:00</published><updated>2009-11-29T08:28:47.210+07:00</updated><title type='text'>Keep it simple</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SxHOQb-wEsI/AAAAAAAAAVc/LhK3WD24vX8/s1600/cartoon+house.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 333px; height: 310px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SxHOQb-wEsI/AAAAAAAAAVc/LhK3WD24vX8/s400/cartoon+house.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409331409232859842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kami nikah. Dan menempati rumah bersama. Cuma kontrakan. Ukurannya... nah ini yang lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukurannya ga bisa dibilang gede. Kecil malah dibanding rumah2 lain. Tapi karena belum punya apa-apa, kami punya ruang depan yang luaassss.... kosong.... melompong. Tergoda beli barang ini itu buat mengisi sisa kekosongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ah, istigfar dulu. Ayo tetap sederhana!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-7217480828251639666?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/7217480828251639666/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=7217480828251639666' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7217480828251639666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7217480828251639666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2009/11/keep-it-simple.html' title='Keep it simple'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SxHOQb-wEsI/AAAAAAAAAVc/LhK3WD24vX8/s72-c/cartoon+house.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-2671953811709790772</id><published>2009-09-13T11:10:00.009+07:00</published><updated>2009-09-13T17:39:28.513+07:00</updated><title type='text'>Tuhan Tidak Peduli</title><content type='html'>Agama bukan urusan main-main. Dan bukan main urusan agama di negeri ini. Makanya harus hati-hati. Ini masalah sensitif. Apalagi perkara pindah agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah tetangga saya masuk Islam dari sebelumnya Kristen. Begitu orang tuanya tahu, gemparlah keluarga itu. Ibunya menangis sampai terdengar ke rumah saya di seberang jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga pernah merasakan kekecewaan keluarga ketika mengetahui kenalan orang tua pindah agama menjadi Kristen mengikuti keyakinan suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paman saya juga sempat mengungkapkan kekhawatirannya. Konon, desa sebelah mulai banyak dihuni pendatang yang Kristen. Menurutnya, ini bisa jadi indikasi awal kristen berencana mempengaruhi warga sekitar. Ada indikasi kristenisasi! Karena itu, ia sepakat untuk memperingatkan warga untuk tidak menyewakan atau menjual rumah kepada non-muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun lalu, seorang teman menceritakan keinginannya masuk Islam. Perempuan yang sudah lama dipacarinya memang muslim. Tapi pertanyaan apakah ia masuk Islam karena semakin serius menjalin hubungan dengan pacar, saya singkirkan jauh-jauh sejak awal. Alih-alih, komentar pertama saya adalah, "Bagaimana reaksi keluarga kalau mereka tahu rencana kamu ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjawab pasti kecewa. Terutama ayahnya. Mungkin sekali marah besar. Sementara ia mengaku dirinya setiap hari semakin mantap masuk Islam. Tinggal "sosialisasi" kepada keluarga yang berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu ingin jadi muslim atau terlihat muslim?" Tanya saya kembali dengan lembut. Bukan karena saya orang lembut, tapi karena saya juga tidak begitu yakin saat itu adalah waktu yang tepat berbicara seserius ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi saya lihat, teman yang baik hati itu mengernyitkan dahinya. Mungkin menerka ke arah mana pertanyaan saya. "Ya tentu jadi muslim, gak cuma keliatannya aja," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi terlihat muslim tidak penting kan?"&lt;br /&gt;"Tidak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu," lanjut saya. "Pikirkan kembali rencana berpindah agama. Pikirkan perasaan orang tua dan keluarga besar yang sudah terlampau memegang tradisi protestan yang kuat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya mendengar langsung keinginannya menjadi muallaf, sejumlah teman terlebih dulu mengabarkan "berita gembira" ini. Wajah teman-teman muslim itu terlihat ceria dan kerap mengucap hamdallah. Hidayah sudah datang kepadanya, ucap mereka. Tapi sejak itu pula saya khawatir resistensi dari keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau kamu tertarik dengan Islam, jalani saja ajarannya. Tak perlu buru-buru pindah agama," lanjut saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah kunjungi gereja sesering kamu mau, dan kamu bisa menganggap dirimu muslim. Tetaplah berdoa kepada Yesus, apapun anggapan kamu terhadap Dia. Toh tak perlu pula ber-KTP Islam untuk membaca Al-Quran dan mempelajarinya. Insya allah, KTP kristen tak akan menghalangi hidayah Tuhan melalui Al Quran. Kamu bisa menjadi muslim, bahkan sebelum mengucap dua kalimah syahadat. Kamu bisa memakai kalung salib untuk menjadi muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kecuali kalau kamu memang menganggap penting juga terlihat seperti muslim. Dan itu pun tak melulu salah," sambung saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu. Apa yang terucap mungkin membingungkan teman saya. Karenanya, saya tak lagi panjang lebar. Saya katakan saja akan mendukung apapun keputusan dia. Setelah itu, kami kembali berbicara tentang segala macam hal tentang Islam dan betapa ia mengaguminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian, ia benar-benar masuk Islam. Saya adalah satu di antara temannya yang mengantar ke Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, untuk mengucap dua kalimah syahadat. Tapi tak ada disukusi apa-apa lagi. Saya juga tak tahu kabar keluarganya saat mengetahui anak mereka berpindah keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan teman muallaf itu maklum. Tuhan tak peduli baju Islam. Begitu keyakinan saya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-2671953811709790772?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/2671953811709790772/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=2671953811709790772' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/2671953811709790772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/2671953811709790772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2009/09/jadi-islam-tak-perlu-jadi-muslim.html' title='Tuhan Tidak Peduli'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-2876177293164825535</id><published>2009-05-14T13:32:00.001+07:00</published><updated>2009-05-14T13:37:30.350+07:00</updated><title type='text'>Hormat Apa Takut?</title><content type='html'>Kemarin, berbagai media memberitakan penganiayaan satuan pengamanan (satpam) Gedung Bank Indonesia terhadap wartawan SCTV, Carlos Pardede. Dalam hitungan jam, berita menyebar ke pelosok negeri. Ini tak lain karena Carlos sebagai insan pers tentu memiliki jaringan pertemanan sesama pekerja media yang luas. Belum lagi media lain di luar lingkaran Carlos yang merasa senasib sebagai sesama wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah media online, komentar pembaca atas kasus ini beragam. Selain mengutuk satpam BI, banyak juga yang sinis dan mencurigai sikap arogan Carlos-lah penyebab utama segalanya. Bahwa sebenarnya Carlos-lah yang menuntut diperlakukan hormat secara berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak akan membahas mana yang benar. Tapi saya punya cerita pribadi yang mungkin relevan dengan kasus Carlos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, saya pun turun ke lapangan sebagai reporter. Bedanya, saya bekerja untuk sebuah majalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, kantor menjadwalkan saya bertemu dengan narasumber yang manager sebuah kafe di beberapa pusat perbelanjaan ternama. Berita yang akan saya tulis memang tentang kafe tersebut. Berita ringan. Jauh lebih enteng dibanding berita yang diburu Carlos di Gedung BI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya saya mewawancarai narasumber ini tiga hari sebelumnya. Namun, bapak yang tidak perlu disebutkan identitasnya itu membatalkan janji beberapa jam sebelum pertemuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan hasil reschedule akhirnya disepakati berlokasi di salah satu kafe tempat manager itu bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di tempat, saya mengatakan kepada pelayan bahwa saya sudah membuat janji dengan manager untuk wawancara. Dengan ramah, pelayan pun mempersilakan duduk, kemudian dia pergi meninggalkan. Perkiraan saya, pastilah pelayan itu memberi tahu sang manager.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 10 menit, tidak ada lagi pelayan menghampiri memberi kabar. Kemudian saya panggil pelayan yang lain. Sambil memesan coffee vanilla latte, saya bertanya apakah manager sudah datang atau masih di jalan menuju kafe. Sang pelayan berkata sudah ada, dan ia meminta saya menunggu barang sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh menit berikutnya pelayan memberi tahu, sang manager sedang mengurusi pekerjaannya dulu. Ia berjanji atasannya itu akan menemui tak lama lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kesabaran mulai habis, saya kasih kesempatan sekali lagi. Tapi sungguh di luar dugaan. Sampai 25 menit berikutnya; hingga menghibur diri dengan melahap belasan halaman buku yang saya bawa; sampai kopi pun nyaris kering; manager yang ditunggu tak kunjung keluar menemui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu juga saya memanggil pelayan dan meminta bon untuk kopi yang kini benar-benar habis. Setelah membayar, saya menitipkan pesan untuk manager.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolong bilang sama Pak XXX, saya ga jadi interview. Tapi Kalau masih berminat dimuat di majalah saya, kirim email saja dan ceritakan semua kelebihan kafe ini," ucap saya sambil menyodorkan kartu nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayan tersebut terkejut. "Lho mas, kenapa ga bilang dari tadi? Kami kira mas mau wawancara buat jadi waiter di sini. Tunggu saja dulu mas, saya sampaikan ke pak XXXX," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu bisa jadi saja saya terlihat sangat kesal. Tapi demi Tuhan saya berusaha seramah mungkin. Saya ingat berterima kasih kepada pelayan itu. Tapi saya betul-betultak punya waktu lagi hari itu. Maka permintaan pelayan pun tak digubris. Saya tetap pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya matikan telepon seluler inventaris kantor. Hanya ponsel milik pribadi yang menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum juga keluar dari mall, saya sudah ditelepon kantor. Di ujung telepon adalah rekan sekantor yang menyampaikan kafe YYY memohon maaf. Dan pak XXX bersedia diwawancara saat itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kembali menolak. Lalu saya ceritakan semua peristiwa hari itu kepada rekan saya. Sambil ditertawakan tak habis-habisnya, saya minta rekan saya itu kembali menyampaikan pesan kepada pak XXX agar mengirim email saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian itu, saya berpikir, sampai berapa lama harus menunggu bila saya benar-benar melamar di kafe tersebut? Kenapa harus menunggu sampai sadar bahwa saya wartawan untuk benar-benar dihormati? Apakah profesi saya lebih mulia ketimbang waiter? Rasanya tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, selama ini wartawan tidak melulu diperlakukan istimewa. Biasa aja. Sangat mungkin Carlos pun tidak menuntut perlakuan istimewa. Kami hanya menuntut diperlakukan sebagaimana mestinya, sebagai manusia yang sederajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi wartawan terkesan selalu diperlakukan istimewa, bukan karena mereka kaum elite. Tapi karena yang lain diperlakukan secara tidak hormat. Bukankah seharusnya seorang pelamar pelayan pun patut dihargai kesepakatan pertemuannya? Apa bedanya dengan wartawan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena pak XXX pun sebetulnya tak menghormati wartawan. Ia hanya takut dengan kekuasaan wartawan bercerita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-2876177293164825535?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/2876177293164825535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=2876177293164825535' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/2876177293164825535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/2876177293164825535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2009/05/hormat-apa-takut.html' title='Hormat Apa Takut?'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-8500201669761137989</id><published>2009-05-04T10:58:00.000+07:00</published><updated>2009-05-04T10:59:23.537+07:00</updated><title type='text'>Tough Love</title><content type='html'>Jadi yah, belakangan pemerintah kan sering tuh nyuruh kita mencintai produk dalam negeri. Dibanding produk luar, memang harus lebih dicintai sih. Karena itu hasil karya saudara kita sendiri. Tapi jujur aja deh. Susah kan mencintai produk dalam negeri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya kenapa sih? Apa betul produk kita cuma kalah marketing? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau produk luar negeri lebih berkualitas? Mungkin. Tapi apa iya cuma itu? Atau produk luar negeri lebih inovatif? Bisa juga. Tapi, apa benar hanya soal itu? Atau gabungan semuanya? Bisa jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, coba pikirkan kenapa produk dalam negeri yang bagus itu disebut kualitas ekspor? Maksud saya, bahkan untuk membeli rasa cinta saudara sendiri pun, produk dalam negeri kerap mengembel-embeli dengan label kualitas ekspor. Lantas, kira-kira kualitas macam apa yang diperuntukkan buat bangsa sendiri? Kenapa ga pernah percaya diri menyebut "kualitas lokal"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih parah, banyak produk lokal dijual dengan label "sisa ekspor". Ini menyakitkan. Barang sisa, kok malah untuk bangsa sendiri? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ini lebih baik, katanya. Karena walaupun sisa, tadinya barang-barang tersebut buat orang luar negeri alias untuk orang lain. Masya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pemahaman mereka seperti ini, untuk bangsa lain buat sebagus mungkin. Jangan malu-lauin. Kalau buat saudara sendiri mah, ga perlu terlalu serius. Kalau ada salah-salah dikit, gampang tinggal minta maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghormati bangsa lain, ya memang harus. Tapi jangan sambil mengkelasduakan saudara sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salahkan kami sulit mencintai produk Indonesia. Kalian sendiri, para pengusaha tingkat kecil hingga raksasa, memperlakukan kami dengan integritas sisa. Maka cinta kami pun cinta sisa. Sisa setelah lelah mencintai produk negeri lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf. Saya tak bermaksud menyalahkan produsen dalam negeri. Saya lebih suka menyalahkan kita semua sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sekali selama ini kita semua berkontribusi memperburuk nama Indonesia. Hingga akhirnya kita sendiri tak percaya dengan label "Indonesia" di nyaris semua produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, wahai pemerintah, jangan berisik menyuruh kami mencintai apapun. Jangan paksa kami mencintai produk dalam negeri. Karena urusan cinta memang tak pernah bisa dipaksakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta hanya bisa dipupuk, dirawat, dan akhirnya berkembang. P e r l a h a n - l a h a n.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-8500201669761137989?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/8500201669761137989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=8500201669761137989' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8500201669761137989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8500201669761137989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2009/05/tough-love.html' title='Tough Love'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-6794374714489534667</id><published>2009-05-04T10:31:00.001+07:00</published><updated>2009-05-04T10:42:42.810+07:00</updated><title type='text'>Merdeka</title><content type='html'>Saya yang lahir di zaman Orde Baru paham bahwa setiap warga negara Indonesia kini merdeka. Di televisi, radio, koran, hingga pidato upacara setiap Senin, saya diberikan pemahaman (baca:doktrin) bahwa kita semua harus bersyukur menghirup udara kebebasan. Ini dikontraskan dengan kondisi pada zaman penjajahan. Karenanya sepatutnyalah kita berterima kasih kepada leluhur atau para pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu reformasi meletus. Suara-sura bahwa selama ini penguasa Orde Baru semakin berisik terdengar. Tapi ada saja yang berkata bahwa sekarang pun sebetulnya belum merdeka. Konon, kita masih dijajah. Dijajah secara ekonomi-lah oleh Barat, budaya, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau setuju, kemerdekaan pada intinya berarti mampu memilih. Secara politik, kemampuan memilih calon presiden A ketimbang capres B adalah sebuah kemerdekaan. Secara ekonomi, bila kita memilih makan di warteg bukan karena terpaksa mampunya segitu, melainkan rindu masakan sederhana atau perasaan sentimental lainnya, itu artinya kita merdeka secara ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mari melangkah lebih jauh, atau tepatnya lebih dekat ke dalam diri kita sendiri. Apakah kita sudah merdeka dari diri sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memulainya dari makanan. Pola makan adalah masalah saya yang lama. Gaya hidup saya seputar makanan adalah penyakit sejak dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip saya dulu dalam santap-menyantap adalah memilih makanan yang disukai. Bukan yang sebaiknya dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, saya bukan orang yang rewel. Lidah saya cukup bahagia dengan makanan-makanan sederhana yang mudah dijumpai di Jakarta. Tapi sungguh saya tidak merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terbelenggu dengan selera. Saya terikat dengan kemauan lidah. Kalau tidak enak, ya jangan dipaksakan. Kalau tak sesuai selera, jangan harap masuk perut meski dibutuhkan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seringkali frekuensi pola makan pun dikuasai nafsu yang nyaris maha kuasa. Menunda pada saat seharusnya makan, dan banyak makan kala seharusnya menahan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga beberapa waktu lalu saya berkata tidak pada lidah. Mulai saat itu saya putuskan mengambil alih kekuasaan dari lidah nan perkasa. Mulai saat itu, lidah yang harus mengabdi kepada saya. Bukan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saya pun mulai melepaskan kebiasaan. Daging merah, sudah dicoret dalam menu. Udang dan cumi-cumi, yang favorit saya itu, katanya tidak cocok bagi yang bergolongan darah B seperti saya. Maka, saya pun menyatakan berhenti mempertemukan lidah dan udang serta cumi-cumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktis kini hanya ikan dan telur sumber protein hewani bagi saya. Itu pun saya minimalkan konsumsinya. Telur pun dimakan tanpa kuning telur. Secukupnya saja. Sekadar memenuhi kebutuhan tubuh akan protein hewani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gantinya, protein nabati ditambahkan porsinya. Sementara sayuran diperbanyak masuk ke dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas, saya seolah menerapkan pola makan vegetarian. Atau lebih tepatnya octo-ovovetarian. Tapi bukan itu. Masalah utama yang sedang saya atasi adalah kemerdekaan memilih makanan dari kungkungan rezim lidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya, memang untuk menempa lidah sementara waktu, saya memilih pola makan yang mirip dengan kaum octo-ovovetarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kantor, "kebetulan" (gak enak banget nih pemilihan katanya) seorang rekan kerja diharuskan mengurangi hingga seminimal mungkin memakan lemak. Salah satu organ tubuhya bakal diangkat karena "aus". Efeknya, ia tak akan mampu mencerna lemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti saya, daging merah kini dijauhi. Tapi ya itu tadi, saya memilih. Dia tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Mungkin ada yang berkata, lah itu masih dibelenggu konsepsi sendiri tentang makanan yang sehat. Belum merdeka dong? Tadinya mau dilanjut membahas ini, tapi bakal menjadi terlalu panjang tulisan ini. Nanti saja dilanjut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-6794374714489534667?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/6794374714489534667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=6794374714489534667' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6794374714489534667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6794374714489534667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2009/05/merdeka.html' title='Merdeka'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-6017473547261748701</id><published>2009-04-20T13:09:00.000+07:00</published><updated>2009-04-20T13:10:31.640+07:00</updated><title type='text'>Ilmu Hitam</title><content type='html'>Pada tayangan The Master pekan silam, peserta bernama Limbad yang rupanya menjadi favorit banyak pemirsa, melakukan sesuatu yang tak pernah terbayangkan pikiran liar saya. Ia tidur telungkup di atas pecahan kaca dan kemudian digilas dengan mesin perata aspal atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;asphalt finisher&lt;/span&gt; (Sunda: stum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aksi selesai, Deddy Corbuzier sebagai juri bahkan tampak bingung menilai. Apakah aksi itu hebat atau justru buruk karena terlalu mengerikan? Seperti Deddy yang menyerahkan penilaian kepada pemirsa, saya pun tak tertarik menilai adegan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lebih tertarik dengan ucapan Deddy yang tampak berusaha keras meyakinkan penonton setia RCTI, bahwa yang baru saja dilakukan Limbad bukanlah penerapan ilmu hitam. Pernyataan serupa diulang kembali oleh juri lain Rommy Rafael. Bukan tak mungkin, pesan ini adalah juga pesanan produser acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa dititipi pesan dari pihak lain pun, saya percaya Deddy dan Rommy sebagai penggiat hiburan sulap tentu paham pandangan masyarakat Indonesia terhadap praktik magis. Yang biasanya dikaitkan dengan praktik perdukunan dan dengan demikian dianggap musrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, apakah benar ada ilmu yang bersifat hitam? Yang secara inheren memiliki unsur kemusrikan dan sifat-sifat negatif lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak setuju. Bukan. Bukan karena saya berkulit legam :) Buat saya, ilmu tak pernah memiliki warna. Kalaupun berwarna, yang mewarnai pastilah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang salah dengan ilmu apapun. Bahkan ilmu yang didapat dari dukun bersesajen di gunung keramat sekalipun. Bahkan, ilmu yang diberikan oleh praktisi dengan mantra-mantra aneh sekalipun. Bahkan ilmu yang hasilnya mampu menempatkan paku di dalam tubuh orang lain. Atau ilmu yang membuat orang lain terpikat tanpa sebab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu tak pernah salah. Yang salah adalah penggunaannya. Dengan demikian yang seharusnya diawasi dan diatur, kalau memang memungkinkan, adalah pemanfaatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu pelet, misalnya. Bukankah akan menjadi baik bila ditujukan kepada pasangan sendiri. Biar semakin lengket. Bijaksana atau tidak, tentu ini masih bisa diperdebatkan. Tapi yang ingin saya sampaikan adalah, selama penggunaan ilmu tersebut tidak merugikan orang lain, kenapa tidak? Bagi praktisi, selama tidak dilakukan atas dasar nafsu berlebihan, kenapa tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang pada praktiknya, sulit mengatur hal-hal semacam ini. Perkara gaib sulit dirumuskan untuk diundang-undangkan. Hanya saja, bagi saya, jangan alergi dengan ilmu hitam. Kalau ada kesempatan, pelajarilah. Yang penting untuk dicamkan adalah, setiap pengetahuan yang dikuasai, setiap kekuatan yang diraih, konsekuensinya adalah tanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klise ya. Tapi, ya begitulah adanya. Wallahualam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-6017473547261748701?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/6017473547261748701/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=6017473547261748701' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6017473547261748701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6017473547261748701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2009/04/ilmu-hitam.html' title='Ilmu Hitam'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-6181125013482140858</id><published>2009-03-02T18:29:00.001+07:00</published><updated>2009-03-02T18:34:33.969+07:00</updated><title type='text'>Ciiiiiiiiiiiiiaaaaaaaaaaatttttttt deeeeezzzzzzzzziiiiiigggggg!</title><content type='html'>I hate money more than i need it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma gara-gara duit ga seberapa, semua jadi sensitif. Yang kekurangan panik! Yang kelebihan lupa diri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir gak ada bagus-bagusnya ada duit! Dasar barang setan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-6181125013482140858?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/6181125013482140858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=6181125013482140858' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6181125013482140858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6181125013482140858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2009/03/i-hate-money-more-than-i-need-it.html' title='Ciiiiiiiiiiiiiaaaaaaaaaaatttttttt deeeeezzzzzzzzziiiiiigggggg!'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-5082391857822209256</id><published>2009-02-25T11:18:00.004+07:00</published><updated>2009-02-25T11:29:08.311+07:00</updated><title type='text'>Morning Runner</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SaTIKq0lowI/AAAAAAAAARY/9Cm78_974uk/s1600-h/Runner1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 392px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SaTIKq0lowI/AAAAAAAAARY/9Cm78_974uk/s400/Runner1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306586346568393474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SaTHolRZjOI/AAAAAAAAARQ/KKI0RHXoIuA/s1600-h/Runner2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SaTHolRZjOI/AAAAAAAAARQ/KKI0RHXoIuA/s400/Runner2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306585760963071202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SaTHX2AG7gI/AAAAAAAAARI/qivNm0a5sLY/s1600-h/Runner3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 312px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SaTHX2AG7gI/AAAAAAAAARI/qivNm0a5sLY/s400/Runner3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306585473396174338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SaTHX_F2YpI/AAAAAAAAARA/nIZv8eadq54/s1600-h/Runner4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 255px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SaTHX_F2YpI/AAAAAAAAARA/nIZv8eadq54/s400/Runner4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306585475836174994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi bangun jam 5.30. Langsung lari pagi keliling Kompleks Mega Kuningan bareng Ruki dan Aming. Segar. Baru kali ini menghirup udara segar sebanyak itu. Rencananya mau tiap hari. Biar sehat dan kembali ganteng tanpa perut endut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-5082391857822209256?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/5082391857822209256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=5082391857822209256' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5082391857822209256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5082391857822209256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2009/02/blog-post.html' title='Morning Runner'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SaTIKq0lowI/AAAAAAAAARY/9Cm78_974uk/s72-c/Runner1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-7523771700986502189</id><published>2009-02-24T15:23:00.007+07:00</published><updated>2009-02-24T15:46:58.980+07:00</updated><title type='text'>Incomiiiing!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SaOzPj2tX8I/AAAAAAAAAQ4/ZCfPjWENl2E/s1600-h/fuckable1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 365px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SaOzPj2tX8I/AAAAAAAAAQ4/ZCfPjWENl2E/s400/fuckable1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306281865876692930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang... muncullah di kantor makhluk-makhluk manis dari departemen lain... aaahhh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu? ya biasa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SaOwfHv8AHI/AAAAAAAAAQo/WTxGA_ZwmBs/s1600-h/nap.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 346px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SaOwfHv8AHI/AAAAAAAAAQo/WTxGA_ZwmBs/s400/nap.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306278834675122290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-7523771700986502189?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/7523771700986502189/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=7523771700986502189' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7523771700986502189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7523771700986502189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2009/02/incomiiiing.html' title='Incomiiiing!'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SaOzPj2tX8I/AAAAAAAAAQ4/ZCfPjWENl2E/s72-c/fuckable1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-8683547596780749823</id><published>2009-02-24T12:51:00.002+07:00</published><updated>2009-02-24T13:59:10.702+07:00</updated><title type='text'>Bikin ngantuk</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SaOLOynwsEI/AAAAAAAAAQI/tKnjhbwA6PI/s1600-h/comic1+layout.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 311px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SaOLOynwsEI/AAAAAAAAAQI/tKnjhbwA6PI/s400/comic1+layout.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306237872195547202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;So we were sent to the meeting room, attending some explanation from the tax bereau guys. While me have no idea what they were talking about, i drew some comics, just to kill the boredome.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-8683547596780749823?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/8683547596780749823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=8683547596780749823' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8683547596780749823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8683547596780749823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2009/02/bikin-ngantuk.html' title='Bikin ngantuk'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SaOLOynwsEI/AAAAAAAAAQI/tKnjhbwA6PI/s72-c/comic1+layout.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-4349980554966785772</id><published>2009-02-24T10:20:00.006+07:00</published><updated>2009-02-24T16:55:55.167+07:00</updated><title type='text'>Small Talk</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SaOZZ2jljNI/AAAAAAAAAQQ/udEgyisClsE/s1600-h/Im+fine.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 331px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SaOZZ2jljNI/AAAAAAAAAQQ/udEgyisClsE/s400/Im+fine.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306253455393131730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;I hate small talk. I am soo not good at it. Everytime someone ask me "how are you?", i actually don't know how to answer. But from what i've learned, "i am fine, thanks" (without "and how are you" following) is a standard, yet the best answer to end the conversation up. Although, it would also just make me ended up standing there staring blankly in front of them.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-4349980554966785772?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/4349980554966785772/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=4349980554966785772' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/4349980554966785772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/4349980554966785772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2009/02/small-talk.html' title='Small Talk'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SaOZZ2jljNI/AAAAAAAAAQQ/udEgyisClsE/s72-c/Im+fine.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-2192530246627041307</id><published>2009-02-23T16:37:00.004+07:00</published><updated>2009-02-23T16:40:34.346+07:00</updated><title type='text'>Batere Tentara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SaJumAQcbXI/AAAAAAAAAP0/yhqWtPRrUD4/s1600-h/batere+abri.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SaJumAQcbXI/AAAAAAAAAP0/yhqWtPRrUD4/s400/batere+abri.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305924910178921842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gue tau ini gak penting. Tapi lucu banget barang pemberian ini. Menurut si pemberi batere, benda ini didapat di sebuah kawasan sekitar markas(?) TNI di Sukabumi. Di sekitar daerah situ sejumlah warung menjual batere dengan brand TNI ini. Harganya cuma dua rebu perak per dua biji. Murah banget dan tahan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya nih ada ABRI (ya alloh udah lama ga denger kata "ABRI") yang curi-curi dari gudang dan dijual ke warung sekitar. Korupsi kecil-kecilan. Tapi hikmahnya gue bisa pajang batere TNI itu jadi salah satu hiasan di meja kantor. Lumayan unik. Dari jauh kayak granat tangan. Hehehehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-2192530246627041307?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/2192530246627041307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=2192530246627041307' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/2192530246627041307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/2192530246627041307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2009/02/gue-tau-ini-gak-penting.html' title='Batere Tentara'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SaJumAQcbXI/AAAAAAAAAP0/yhqWtPRrUD4/s72-c/batere+abri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-7102047611084191647</id><published>2009-02-18T09:57:00.001+07:00</published><updated>2009-02-18T10:00:00.647+07:00</updated><title type='text'>Kalau tidak ada yang mau masuk neraka, lantas siapa?</title><content type='html'>Sudah menjadi kelaziman, (pemahaman) agama mendorong kita mencintai surga dan membenci neraka. Tapi cerita tentang Zen ini membuat saya tersenyum sejak pertama kali membacanya beberapa tahun silam. Silakan menikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah Zaky bertanya kepada seorang master Zen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaky       : Setelah hidup seratus tahun, ke mana anda akan berakhir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Master : Aku akan menjadi keledai atau kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaky       : Dan setelah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Master : Aku akan masuk neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaky      : Tapi anda adalah simbol kebajikan. Mengapa anda turun ke neraka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Master : Bila aku tidak masuk neraka, siapa yang akan masuk neraka untuk mencerahkanmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaky     : (bingung antara senang dan nyesek)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-7102047611084191647?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/7102047611084191647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=7102047611084191647' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7102047611084191647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7102047611084191647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2009/02/kalau-tidak-ada-yang-mau-masuk-neraka.html' title='Kalau tidak ada yang mau masuk neraka, lantas siapa?'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-5770902759389526162</id><published>2009-02-08T17:44:00.004+07:00</published><updated>2009-02-08T20:14:06.744+07:00</updated><title type='text'>Salah-Benar Hanya Ilusi</title><content type='html'>Benar atau salah &lt;br /&gt;hanyalah perkara seberapa jauh kita berpikir. &lt;br /&gt;kenyataannya, &lt;br /&gt;tak ada yang benar, &lt;br /&gt;tak ada yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar atau salah&lt;br /&gt;hanyalah permainan pikiran&lt;br /&gt;Tak ada yang nyata&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-5770902759389526162?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/5770902759389526162/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=5770902759389526162' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5770902759389526162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5770902759389526162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2009/02/benar-atau-salah-hanyalah-perkara.html' title='Salah-Benar Hanya Ilusi'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-6878457130037401848</id><published>2009-02-08T11:12:00.001+07:00</published><updated>2009-02-08T17:49:26.661+07:00</updated><title type='text'>Bagaimana caranya?</title><content type='html'>Tuhan ada di mana-mana. Bagaimana caranya menjauh dari-Nya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-6878457130037401848?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/6878457130037401848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=6878457130037401848' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6878457130037401848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6878457130037401848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2009/02/tuhan-ada-di-mana-mana.html' title='Bagaimana caranya?'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-1927172173769170773</id><published>2009-02-04T19:22:00.002+07:00</published><updated>2009-02-04T19:28:23.472+07:00</updated><title type='text'>Mencintai Siapa</title><content type='html'>Saya tidak punya anak. Mudah-mudahan ini kondisi sementara. Artinya, semoga saja saya pada waktunya dipercaya dititipi anak seperti beberapa teman saya. Di blog pribadi, seorang teman yang sudah menjadi ayah menulis pesan untuk anaknya yang baru berumur beberapa bulan (waaa lupa berapa bulanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesannya indah. Saking indahnya, ia dengan rendah hati menyadari tidak selamanya ia mampu berpikir seindah itu selamanya. Bisa jadi, lain waktu kesadaran itu hilang, dan akhirnya menghalangi sang anak mengembangkan potensi terbaik. Karenanya, ia mengabadikan pesan itu di rumah maya-nya [Baca: &lt;a href=http://aryagumilar.blogspot.com/2009/01/sebelum-lupa.html&gt;Sebelum Lupa&lt;/a&gt;].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun saya mengamini tulisan itu. Begitu banyak yang lupa bahwa anak bukanlah benda kepemilikan. Begitu banyak orang tua kesal hanya karena anaknya tidak naik kelas. Begitu banyak yang frustasi hanya karena anaknya memberontak orang tua. Begitu banyak orang tua kecewa hanya karena anaknya tidak berhasil meraih ini dan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dititipi anak memang mengerikan. Segera setelah kita mengetahui keberadaannya di rahim, orang tua didorong untuk menyayanginya penuh emosi. Setelah lahir, anak mempesona dengan berbagai cara. Every little thing they do is magic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu hari, sang anak memberontak. Sampai pada suatu hari, anak meninggalkan kita dengan segala macam cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa maksud Tuhan mendorong kita bernafsu memiliki anak, tapi di kemudian hari memisahkannya. Buat apa kita dititipi anak, dirangsang untuk menyayanginya, tapi kemudian hari anak menyakiti kita dengan cara yang jarang bisa kita duga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali mungkin karena Tuhan juga sebetulnya membisiki anak kita, "Titip ya orang tuamu. Sering-sering kejutkan mereka. Jangan sungkan sakiti mereka. Biar mereka ingat untuk senantiasa lebih mencintai-Ku daripada kamu."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-1927172173769170773?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/1927172173769170773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=1927172173769170773' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/1927172173769170773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/1927172173769170773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2009/02/mencintai-siapa.html' title='Mencintai Siapa'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-6301162494129047803</id><published>2009-02-02T10:47:00.003+07:00</published><updated>2009-02-02T10:54:27.475+07:00</updated><title type='text'>Seperti dalam Film</title><content type='html'>Saya punya seorang rekan yang seru. Teman senior. Jauh lebih senior. Baik dari kematangan berpikir, maupun usia (hahahaha). Komunitas perfilman mengenal Oom satu ini sebagai kritikus film, yang konon ditakuti. Ditakuti bagaimana, lain kali saja ceritanya. Tidak janji juga saya bersedia menceritakannya di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, tiba-tiba saja ingat ucapan dia bahwa dalam film (yang baik) setiap peristiwa adalah hasil interaksi antara karakter tokoh dengan lingkungannya saat itu (entah tepat atau tidak, tapi kira-kira begitulah). Dengan demikian sebuah koherensi akan terbangun dengan baik seiring cerita berjalan. Saya sendiri lebih suka menggunakan istilah konsistensi daripada koherensi. Sebab, setelah dicek di Wikipedia, makna konsistensi sama dengan internal logic, walaupun kata tersebut merujuk pada istilah matematika dalam bahasan logika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir, ini adalah ide yang bagus untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Memandang hidup seperti Oom kritikus itu memandang film. Peristiwa kejahatan, misalnya. Bukan berarti ada penjahat konstan (constant antagonist) yang berbuat jahat seperti sering kita lihat dalam sinetron. Melainkan dialog sesosok(?) karakter dengan lingkungannya pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari seseorang bisa saja menjadi bos yang penuh tanggung jawab. Tapi di sore hari, ia  menabrak lari seorang pejalan kaki. Tanpa memahami bahwa peristiwa merupakan hasil interaksi karakter-lingkungan yang dialogis, rangkaian dua peristiwa tersebut terkesan tidak konsisten. Dengan berpikir sesederhana antagonis-protagonis, dua runtutan peristiwa tersebut akan terlihat tidak logis. Bos yang bertanggung jawab di kantor, kok bisa lari dari tanggung jawab di jalanan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai saat ini, saya akan memahami seperti itu saja. Bahwa pada dasarnya bila saya berbuat baik, saya harus tetap rendah hati. Tak ada alasan untuk menepuk dada. Sebab, saya berbuat demikian karena lingkungan sekitar memungkinkan saya berperilaku baik. Dengan cara yang sama pula, saya akan langsung memaafkan setiap orang yang menzalimi saya (zalim? duh terlalu keras ya istilahnya?). Karena sangat mungkin, saya pun bagian dari "lingkungan" yang membuat orang lain itu berbuat jahat. Secara langsung maupun tidak-langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I think it's a nice idea. Don't you think?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-6301162494129047803?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/6301162494129047803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=6301162494129047803' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6301162494129047803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6301162494129047803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2009/02/seperti-dalam-film.html' title='Seperti dalam Film'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-2685552005803815256</id><published>2009-01-13T16:27:00.001+07:00</published><updated>2009-01-13T16:27:53.947+07:00</updated><title type='text'>Gratifying Life</title><content type='html'>I guess I could be really pissed off about what happened to me, but it's hard to stay mad, when there's so much beauty in the world. Sometimes I feel like I'm seeing it all at once, and it's too much, my heart fills up like a balloon that's about to burst. And then I remember to relax, and stop trying to hold on to it, and then it flows through me like rain. And I can't feel anything but gratitude for every single moment of my stupid little life. You have no idea what I'm talking about, I'm sure. But don't worry... you will someday.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-2685552005803815256?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/2685552005803815256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=2685552005803815256' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/2685552005803815256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/2685552005803815256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2009/01/gratifying-life.html' title='Gratifying Life'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-6463747201817127447</id><published>2008-11-25T10:58:00.002+07:00</published><updated>2008-11-25T11:04:26.686+07:00</updated><title type='text'>Muslim Malaysia Dilarang Beryoga</title><content type='html'>Somehow, saya sering merasa beruntung jadi orang Indonesia. Hanya meleset ke selatan sedikit dari Malaysia, yang baru-baru ini Dewan Fatwa Nasional (National Fatwa Council/NFC) di sana melarang warga muslim melakukan yoga. Alasan mereka adalah karena yoga bisa mengikis keimanan seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua NFC Datuk Dr Abdul Shukor Husin mengatakan, yoga dilarang karena mengandung elemen-elemen agama Hindu-Buddha untuk mencapai kedamaian diri dan pada akhirnya manunggal dengan Yang Maha Kuasa. Lengkapnya sebagai berikut seperti dilansir New Strait Times Online. "It combines physical movements, religious elements, chanting and worshipping for the purpose of achieving inner peace and ultimately to be one with God."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, menurut Husin, walaupun yoga dilakukan tanpa chant (nyanyian keagamaan) dan tidak meyakini agama Buddha-Hindu, yoga tetap saja haram. Karena gerakan yoga adalah bagian integral dari sebuah ritual agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh. Komentar saya ya pak, di Buddha itu gak ada yang namanya ritual. Yoga juga bisa bermacam-macam gerakannya. Tanpa chanting juga gak apa-apa. Setahu saya, tak ada gerakan yang baku dalam yoga. Makanya gak ada istilah bidah di Buddha. Jangan samakan dengan Islam yang merinci ritual salat mulai dari wudlu sampe takhiyat akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, yoga yang gimana yang diharamkan? Bahkan, sebagian praktisi yoga mengakui gerakan salat juga sesuai dengan prinsip-prinsip yoga. Saya pribadi juga pernah membaca buku Zen-Buddha tentang praktik meditasi. Salah satunya adalah gerakan berlutut dan menempelkan dahi di lantai. Mirip gerakan sujud dalam salat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang "sujud" dalam yoga tidak dibarengi bacaan-bacaan Arab. Tapi intinya, gerakan Yoga juga (ada yang) mirip dengan salat. Salat adalah yoga juga. Cuma ini yoga orang Arab. Sama juga kok tujuannya menyatu dengan Tuhan, selaras dengan alam. Kalau saya umat buddha, pasti saya sedang tertawa sekarang ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-6463747201817127447?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/6463747201817127447/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=6463747201817127447' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6463747201817127447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6463747201817127447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/11/muslim-malaysia-dilarang-beryoga.html' title='Muslim Malaysia Dilarang Beryoga'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-4992866345891303889</id><published>2008-11-23T17:24:00.001+07:00</published><updated>2008-11-23T17:27:49.101+07:00</updated><title type='text'>R.M.P. Sosrokartono</title><content type='html'>oleh Zaky Muzakir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 07.00 pagi, 8 November 1918. Sebuah kereta berhenti di tengah hutan Compiegne, Prancis, yang berkabut tebal. Kereta itu membawa enam orang Jerman, termasuk Matthias Erzberger yang menjadi juru bicara kelompok itu. Mereka tampak tidak senang karena disuruh menunggu. Baru dua jam kemudian keenam Jerman keluar dari gerbong dan melintasi jalan yang terdiri dari deretan papan di antara rel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan mereka adalah sebuah gerbong lain di seberang. Sebuah gerbong makan yang digunakan sebagai markas sekutu. Panglima Tertinggi Sekutu Marsekal Ferdinand Foch menyambut tak begitu ramah kedatangan Erzberger dan kawan-kawan. Situasi begitu kaku dan dingin. Inilah awal dari akhir salah satu peristiwa penting dunia. Jerman memohon gencatan senjata. Jerman menyerah. Mengaku kalah dalam Perang Dunia I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa ini dilaporkan koran The New York Herald (kini The New York Herald Tribune). Seorang koresponden The New York Herald dikirim langsung dan menjadi saksi perundingan rahasia yang mengakhiri PD I itu. Dia adalah seorang putra dari Jawa. Dia adalah Raden Mas Panji Sosrokartono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, nama jurnalis pertama Indonesia pertama dalam PD I ini tidak begitu dikenal dibanding adiknya, Raden Ajeng Kartini. Padahal, tanpa bermaksud membandingkan, kontribusi Sosrokartono terhadap bangsa ini tak kalah penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba cek seragam anak sekolah, perhatikan badge yang tertempel di sekitar dada kiri mereka. Di sana tertulis Tut Wuri Handayani. Slogan yang dipakai Departemen Pendidikan itu adalah kutipan ucapan Kartono (begitu ia biasa disapa) yang bunyi lengkapnya, Ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria kelahiran 10 April 1877 ini terbilang manusia jenius. Ia menguasai 37 bahasa yang terdiri dari 17 bahasa Eropa, sembilan bahasa Timur, dan 10 bahasa daerah Indonesia. Di antara belasan bahasa Eropa yang dikuasainya adalah bahasa Inggris, Belanda, Rusia, Yunani, dan Latin. Bahkan, ia juga piawai berbahasa Basken (Basque), suatu suku bangsa Spanyol. Kecakapannya membuat Kartono mudah diterima di kalangan elite di Belanda, Belgia, Austria, dan Prancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1899, atau baru dua tahun tinggal di Eropa dan masih tercatat sebagai mahasiswa, Kartono berpidato dengan bahasa Belanda pada Kongres Bahasa di Gent, Belgia. Pada kesempatan itu Kartono mempersoalkan hak-hak kaum pribumi di Hindia Belanda yang tak dipenuhi oleh pemerintah jajahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lantang ia juga berkata, “Saya akan mengatakan sebagai musuh kepada siapa saja yang akan mengubah bangsa Jawa (Indonesia) menjadi Orang Eropa. Selama matahari dan bintang masih bersinar, saya akan melawan mereka itu!” Konon, sikap keras terhadap penjajah inilah yang membuat Kartono tidak disukai Snouck Hurgronje, professor Universitas Leiden yang juga pembimbing disertasi Kartono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak masih tercatat sebagai mahasiswa Tingkat I Universitas Leiden, Kartono juga diangkat menjadi anggota Instituut voor Taal land en Volkenkunde. Tak heran, Prof. Dr. H. Kern pun menganggap Kartono sebagai murid terpandai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai PD I, Kartono menjadi juru bahasa tunggal Liga Bangsa-Bangsa di Jenewa, Swiss. Namun, tak berapa lama ia keluar dari Liga Bangsa-Bangsa karena menilai organisasi cikal bakal PBB ini tidak netral. Kartono meninggalkan Jenewa dan pindah ke Prancis untuk menjadi mahasiswa pendengar di Universitas Sorbonne, jurusan psikometri dan psikoteknik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, lagi-lagi Kartono tak lama kuliah di Sorbonne. Pada 1921, Prancis mengangkat Kartono sebagai pegawai tinggi dengan jabatan atase Kedutaan Besar Prancis di Den Haag, Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 29 tahun mengembara di Eropa, Kartono akhirnya pulang ke Tanah Air. Perjalanan pria yang kerap dijuluki De Javanese Prins (Pangeran dari Tanah Jawa) di Benua Biru berakhir di Southampton, Inggris. Sebuah catatan mengungkapkan, Sos—panggilan akrab Sosrokartono di Eropa—menumpang kapal Grotius menuju Jawa pada 5 Juli 1925. Di atas kapal, Sos menulis surat kepada tokoh politik etis yang dikenal cukup dekat, J.H. Abendanon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat itu ia mengatakan, “Saya bertekad memperbaiki dan menyelamatkan kehidupan saya. Ada keinginan dan kemauan, dan di atas itu ambisi untuk menyumbangkan pengalaman-pengalaman yang telah telah saya dapat kepada bangsa saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Tanah Air, Kartono menemui Ki Hajar Dewantara, memohon izin untuk membuka perpustakaan di gedung Taman Siswa Bandung, Jawa Barat. Tak lama kemudian, Kartono pun diangkat menjadi kepala Sekolah Menengah Nasional (Nationale Middelbare School) di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan, Kartono tinggal di Bandung di Jalan Pungkur No. 19 atau depan Terminal Kebonkalapa, sejak 1927. Rumah pribadinya ini juga dipakai sebagai markas kecil para pejuang kemerdekaan. Di rumah ini pula bendera merah putih selalu berkibar selama masa pendudukan Jepang dan Belanda tanpa ada yang berani melarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tokoh intelektual, Kartono juga dikenal menguasai ilmu mistik. Seperti layaknya dokter, Kartono sering menyembuhkan segala penyakit yang diderita warga sekitar dari semua lapisan masyarakat. Kediamannya pun berubah menjadi rumah pengobatan Pondok Darussalam. Biasanya Kartono menyembuhkan pasien dengan memberikan segelas air putih dan secarik kertas bertuliskan huruf Arab alif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 1940-an, Kartono juga sempat meramal. “Terusan Suez bakal bermandikan darah, api berkobar dahsyat di benua Asia dan Afrika. Akhirnya kedua benua akan berpaut menyatu-padu di kota ini.” Yang dimaksud Kartono kota ini tak lain adalah Bandung. Ramalan itu terbukti ketika pada 1955, tiga tahun setelah Kartono meninggal, Bandung menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartono wafat di Bandung, 8 Februari dalam usia 75 tahun. Ia kemudian dibawa ke Kudus untuk dimakamkan. Sepanjang hidupnya Kartono praktis mengabdikan dirinya kepada bangsa dan memperjuangkan kemanusiaan. Seperti yang pernah ia ungkapkan tentang misi hidupnya, “ngawula dhateng kawulaning Gusti lan memayu hayuning urip, tanpa pamrih, tanpa ajrih, jejer mantheng mawi pasrah.” Artinya, mengabdi kepada manusia ciptaan Tuhan dan mempercantik hidup yang sudah cantik tanpa pamrih, tanpa takut, berdiri tegar, dan bersikap pasrah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-4992866345891303889?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/4992866345891303889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=4992866345891303889' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/4992866345891303889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/4992866345891303889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/11/rmp-sosrokartono-oleh-zaky-muzakir.html' title='R.M.P. Sosrokartono'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-2772967533500377493</id><published>2008-11-20T10:59:00.002+07:00</published><updated>2008-11-25T17:26:45.259+07:00</updated><title type='text'>Irena Handono di Kompas?</title><content type='html'>Mungkin saya terlalu mencintai Kompas. Sampai-sampai saya heran dengan tokoh yang dipilih hari ini oleh koran bertiras terbesar di Indonesia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompas sering dituding sebagai propaganda nasrani, khususnya Katolik, menghancurkan Islam. Kompas disebut-sebut kependekan dari Komando Pastur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompas juga sering dianggap terlalu mempromosikan paham-paham Islam liberal. Dan Islam liberal juga dianggap musuh oleh Islam "suci hama" kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, itu tak jadi soal. Tak peduli walaupun benar Kompas itu bermisi nasrani. Apa salahnya paham nasrani? Gak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang bilang saya orang moderat. Mungkin sangat liberal (saya bukan liberal atau moderat! hehehe). Tapi bukan itu yang membuat saya cocok dengan Kompas. Bisa jadi karena kebiasaan dari kecil, karena ayah berlangganan Kompas. Atau juga karena alasan lain yang bersifat teknis jurnalistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi saya lihat di kolom Hikmah, Liputan Khusus Haji, Kompas memilih Irena Handono bersama Yenny Rachman dan Dwiki Dharmawan. Mereka bercerita pengalaman berhaji masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena adalah mantan biarawati. Bukan itu saja. Irena aktif mempromosikan Islam atau istilah arab-nya, berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan Irena berseberangan dalam cara dan gaya berdakwah. Bukan berarti saya sering berdakwah. Saya hanya berbeda paham dengan Irena soal prinsip-prinsip berdakwah seharusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena sempat menjadi bahan pembicaraan yang hangat. Baik di kalangan muslim, dan sangat mungkin di antara umat Katolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pernah berdakwah di sebuah pengajian, khusus membahas kejelekan Katolik. Jika penasaran, buka saja Youtube.com dan masukkan keyword "Irena Handono." Ikuti bagaimana dia berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salah tangkap. Saya muslim. Agama saya tidak dikritik oleh Irena. Malah dia menyanjung Islam. Kalau saja saya pemilik tunggal Islam, saya akan merasa ternodai oleh Irena. Penodaan agama! Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berkeyakinan, Islam tidak menjadi agung karena agama yang lain kerdil. Karena itu tak perlu mempertebal keimanan Islam dengan mengetahui informasi negatif tentang agama lain. Belum tentu benar pula. Hanya karena Irena mantan biarawati, tidak berarti Irena bersih dari salah tangkap (atau berbohong?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah memang ia memiliki informasi rahasia tentang penghancuran Islam oleh Katolik, Irena bisa lebih bijaksana daripada menyebarluaskannya ke masyarakat umum yang awam. Ajak pemuka agama berdiskusi bagaimana solusi paling baik dari semua ini. Bukan dengan memberitakan secara luas. Secara teori banyak mudarat dari informasi yang disampaikan Irena. Bagi umat muslim, bakal tumbuh kebencian terhadap Katolik. Sementara bagi Katolik, jelas informasi ini menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Irena tidak bermaksud seperti yang saya kira. Mudah-mudahan kebodohan semata. Saya bersiap diri saja ikut menanggung kebodohan Irena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu masalah Kompas ini. Maksude iki opo?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-2772967533500377493?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/2772967533500377493/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=2772967533500377493' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/2772967533500377493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/2772967533500377493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/11/irena-handoko-di-kompas.html' title='Irena Handono di Kompas?'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-46561350091287924</id><published>2008-11-05T18:19:00.004+07:00</published><updated>2008-11-05T18:52:21.851+07:00</updated><title type='text'>What Change Will We See?</title><content type='html'>Hello, Chicago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If there is anyone out there who still doubts that America is a place where all things are possible, who still wonders if the dream of our founders is alive in our time, who still questions the power of our democracy, tonight is your answer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's the answer told by lines that stretched around schools and churches in numbers this nation has never seen, by people who waited three hours and four hours, many for the first time in their lives, because they believed that this time must be different, that their voices could be that difference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's the answer spoken by young and old, rich and poor, Democrat and Republican, black, white, Hispanic, Asian, Native American, gay, straight, disabled and not disabled. Americans who sent a message to the world that we have never been just a collection of individuals or a collection of red states and blue states.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We are, and always will be, the United States of America.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's the answer that led those who've been told for so long by so many to be cynical and fearful and doubtful about what we can achieve to put their hands on the arc of history and bend it once more toward the hope of a better day. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's been a long time coming, but tonight, because of what we did on this date in this election at this defining moment change has come to America.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A little bit earlier this evening, I received an extraordinarily gracious call from Sen. McCain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sen. McCain fought long and hard in this campaign. And he's fought even longer and harder for the country that he loves. He has endured sacrifices for America that most of us cannot begin to imagine. We are better off for the service rendered by this brave and selfless leader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I congratulate him; I congratulate Gov. Palin for all that they've achieved. And I look forward to working with them to renew this nation's promise in the months ahead.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I want to thank my partner in this journey, a man who campaigned from his heart, and spoke for the men and women he grew up with on the streets of Scranton and rode with on the train home to Delaware, the vice president-elect of the United States, Joe Biden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And I would not be standing here tonight without the unyielding support of my best friend for the last 16 years the rock of our family, the love of my life, the nation's next first lady Michelle Obama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasha and Malia I love you both more than you can imagine. And you have earned the new puppy that's coming with us to the new White House.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And while she's no longer with us, I know my grandmother's watching, along with the family that made me who I am. I miss them tonight. I know that my debt to them is beyond measure.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To my sister Maya, my sister Alma, all my other brothers and sisters, thank you so much for all the support that you've given me. I am grateful to them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And to my campaign manager, David Plouffe, the unsung hero of this campaign, who built the best -- the best political campaign, I think, in the history of the United States of America.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To my chief strategist David Axelrod who's been a partner with me every step of the way.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To the best campaign team ever assembled in the history of politics you made this happen, and I am forever grateful for what you've sacrificed to get it done.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But above all, I will never forget who this victory truly belongs to. It belongs to you. It belongs to you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I was never the likeliest candidate for this office. We didn't start with much money or many endorsements. Our campaign was not hatched in the halls of Washington. It began in the backyards of Des Moines and the living rooms of Concord and the front porches of Charleston. It was built by working men and women who dug into what little savings they had to give $5 and $10 and $20 to the cause.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It grew strength from the young people who rejected the myth of their generation's apathy who left their homes and their families for jobs that offered little pay and less sleep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It drew strength from the not-so-young people who braved the bitter cold and scorching heat to knock on doors of perfect strangers, and from the millions of Americans who volunteered and organized and proved that more than two centuries later a government of the people, by the people, and for the people has not perished from the Earth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is your victory.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And I know you didn't do this just to win an election. And I know you didn't do it for me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You did it because you understand the enormity of the task that lies ahead. For even as we celebrate tonight, we know the challenges that tomorrow will bring are the greatest of our lifetime -- two wars, a planet in peril, the worst financial crisis in a century.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Even as we stand here tonight, we know there are brave Americans waking up in the deserts of Iraq and the mountains of Afghanistan to risk their lives for us.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are mothers and fathers who will lie awake after the children fall asleep and wonder how they'll make the mortgage or pay their doctors' bills or save enough for their child's college education.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There's new energy to harness, new jobs to be created, new schools to build, and threats to meet, alliances to repair. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The road ahead will be long. Our climb will be steep. We may not get there in one year or even in one term. But, America, I have never been more hopeful than I am tonight that we will get there.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I promise you, we as a people will get there.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There will be setbacks and false starts. There are many who won't agree with every decision or policy I make as president. And we know the government can't solve every problem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But I will always be honest with you about the challenges we face. I will listen to you, especially when we disagree. And, above all, I will ask you to join in the work of remaking this nation, the only way it's been done in America for 221 years -- block by block, brick by brick, calloused hand by calloused hand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What began 21 months ago in the depths of winter cannot end on this autumn night.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This victory alone is not the change we seek. It is only the chance for us to make that change. And that cannot happen if we go back to the way things were.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It can't happen without you, without a new spirit of service, a new spirit of sacrifice.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So let us summon a new spirit of patriotism, of responsibility, where each of us resolves to pitch in and work harder and look after not only ourselves but each other.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let us remember that, if this financial crisis taught us anything, it's that we cannot have a thriving Wall Street while Main Street suffers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In this country, we rise or fall as one nation, as one people. Let's resist the temptation to fall back on the same partisanship and pettiness and immaturity that has poisoned our politics for so long.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let's remember that it was a man from this state who first carried the banner of the Republican Party to the White House, a party founded on the values of self-reliance and individual liberty and national unity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Those are values that we all share. And while the Democratic Party has won a great victory tonight, we do so with a measure of humility and determination to heal the divides that have held back our progress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As Lincoln said to a nation far more divided than ours, we are not enemies but friends. Though passion may have strained, it must not break our bonds of affection.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And to those Americans whose support I have yet to earn, I may not have won your vote tonight, but I hear your voices. I need your help. And I will be your president, too.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And to all those watching tonight from beyond our shores, from parliaments and palaces, to those who are huddled around radios in the forgotten corners of the world, our stories are singular, but our destiny is shared, and a new dawn of American leadership is at hand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To those -- to those who would tear the world down: We will defeat you. To those who seek peace and security: We support you. And to all those who have wondered if America's beacon still burns as bright: Tonight we proved once more that the true strength of our nation comes not from the might of our arms or the scale of our wealth, but from the enduring power of our ideals: democracy, liberty, opportunity and unyielding hope.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That's the true genius of America: that America can change. Our union can be perfected. What we've already achieved gives us hope for what we can and must achieve tomorrow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This election had many firsts and many stories that will be told for generations. But one that's on my mind tonight's about a woman who cast her ballot in Atlanta. She's a lot like the millions of others who stood in line to make their voice heard in this election except for one thing: Ann Nixon Cooper is 106 years old.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;She was born just a generation past slavery; a time when there were no cars on the road or planes in the sky; when someone like her couldn't vote for two reasons -- because she was a woman and because of the color of her skin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And tonight, I think about all that she's seen throughout her century in America -- the heartache and the hope; the struggle and the progress; the times we were told that we can't, and the people who pressed on with that American creed: Yes we can.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At a time when women's voices were silenced and their hopes dismissed, she lived to see them stand up and speak out and reach for the ballot. Yes we can.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When there was despair in the dust bowl and depression across the land, she saw a nation conquer fear itself with a New Deal, new jobs, a new sense of common purpose. Yes we can.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When the bombs fell on our harbor and tyranny threatened the world, she was there to witness a generation rise to greatness and a democracy was saved. Yes we can.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;She was there for the buses in Montgomery, the hoses in Birmingham, a bridge in Selma, and a preacher from Atlanta who told a people that "We Shall Overcome." Yes we can.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A man touched down on the moon, a wall came down in Berlin, a world was connected by our own science and imagination.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And this year, in this election, she touched her finger to a screen, and cast her vote, because after 106 years in America, through the best of times and the darkest of hours, she knows how America can change.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yes we can.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;America, we have come so far. We have seen so much. But there is so much more to do. So tonight, let us ask ourselves -- if our children should live to see the next century; if my daughters should be so lucky to live as long as Ann Nixon Cooper, what change will they see? What progress will we have made?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is our chance to answer that call. This is our moment.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;This is our time, to put our people back to work and open doors of opportunity for our kids; to restore prosperity and promote the cause of peace; to reclaim the American dream and reaffirm that fundamental truth, that, out of many, we are one; that while we breathe, we hope. And where we are met with cynicism and doubts and those who tell us that we can't, we will respond with that timeless creed that sums up the spirit of a people: Yes, we can.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thank you. God bless you. And may God bless the United States of America.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by First Afro-American President of USA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-46561350091287924?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/46561350091287924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=46561350091287924' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/46561350091287924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/46561350091287924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/11/hello-chicago.html' title='What Change Will We See?'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-8830495358353008438</id><published>2008-10-31T15:01:00.008+07:00</published><updated>2008-11-05T18:50:59.452+07:00</updated><title type='text'>Mukhsin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SQq7eT6P7iI/AAAAAAAAAPU/9IzlJI0nNes/s1600-h/Mukhsin.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SQq7eT6P7iI/AAAAAAAAAPU/9IzlJI0nNes/s400/Mukhsin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263225243950902818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;This photograph taken from one of the best movies i've ever saw, Mukhsin. Directed by Yasmin Ahmad. You should see this movie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And, somehow, i've got the original soundtrack of the movie, sung by well known Malaysian singer Adibah Noor. Here's the lyric. I love it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keroncong Hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mega mendung di angkasa&lt;br /&gt;Hembusan bayu dingin terasa&lt;br /&gt;gerimis berderai di merata&lt;br /&gt;bagai mutiara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmat dibawa bersama&lt;br /&gt;Limpahannya meresap dijiwa&lt;br /&gt;adakala bahgia terasa&lt;br /&gt;meskipun duka nestapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tika hujan turun&lt;br /&gt;sayup mendayu lagu keroncong&lt;br /&gt;merdu irama dialun&lt;br /&gt;bersenandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan membasahi bumi&lt;br /&gt;melahirkan keluhuran budi&lt;br /&gt;mengeratkan perpaduan suci&lt;br /&gt;kasih sayang abadi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-8830495358353008438?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/8830495358353008438/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=8830495358353008438' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8830495358353008438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8830495358353008438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/10/mukhsin.html' title='Mukhsin'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SQq7eT6P7iI/AAAAAAAAAPU/9IzlJI0nNes/s72-c/Mukhsin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-340890272674988088</id><published>2008-10-18T19:06:00.005+07:00</published><updated>2008-10-18T19:47:19.568+07:00</updated><title type='text'>A Day at Museum</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SPnY-8HmfJI/AAAAAAAAAO0/kTncVmVphEM/s1600-h/Museum+nasional22-k.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SPnY-8HmfJI/AAAAAAAAAO0/kTncVmVphEM/s400/Museum+nasional22-k.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258472615733263506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-340890272674988088?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/340890272674988088/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=340890272674988088' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/340890272674988088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/340890272674988088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/10/day-at-museum.html' title='A Day at Museum'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SPnY-8HmfJI/AAAAAAAAAO0/kTncVmVphEM/s72-c/Museum+nasional22-k.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-7060572702331814409</id><published>2008-10-18T18:37:00.006+07:00</published><updated>2008-10-18T19:00:24.853+07:00</updated><title type='text'>take me home</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SPnPQD_aNaI/AAAAAAAAANU/MIPb3Zqo4QY/s1600-h/Me-k.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SPnPQD_aNaI/AAAAAAAAANU/MIPb3Zqo4QY/s400/Me-k.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258461914787886498" /&gt;&lt;/a&gt;tidak ada&lt;br /&gt;semua sudah saya temukan&lt;br /&gt;semua sudah selesai&lt;br /&gt;saya siap mati detik ini juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaky Muzakir&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-7060572702331814409?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/7060572702331814409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=7060572702331814409' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7060572702331814409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7060572702331814409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/10/tidak-ada-semua-sudah-saya-temukan.html' title='take me home'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SPnPQD_aNaI/AAAAAAAAANU/MIPb3Zqo4QY/s72-c/Me-k.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-1431354737588537806</id><published>2008-10-15T18:02:00.006+07:00</published><updated>2008-10-15T18:32:27.528+07:00</updated><title type='text'>Annual Family Gathering</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SPXN832IgzI/AAAAAAAAAMU/rQGdAilKU3k/s1600-h/P1010365-k.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SPXN832IgzI/AAAAAAAAAMU/rQGdAilKU3k/s400/P1010365-k.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257334585691767602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SPXQv9LUFDI/AAAAAAAAAMs/AA4yktzjYzA/s1600-h/P1010237-k.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SPXQv9LUFDI/AAAAAAAAAMs/AA4yktzjYzA/s400/P1010237-k.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257337662319367218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SPXSUZi1JoI/AAAAAAAAAM0/U_SvFe2RFf4/s1600-h/P1010521-k.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SPXSUZi1JoI/AAAAAAAAAM0/U_SvFe2RFf4/s400/P1010521-k.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257339387921114754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SPXSnhFlwoI/AAAAAAAAAM8/wYzWFBTY0KE/s1600-h/P1010500-k.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SPXSnhFlwoI/AAAAAAAAAM8/wYzWFBTY0KE/s400/P1010500-k.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257339716363469442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SPXUui7g4qI/AAAAAAAAANE/44yF27w3Wqw/s1600-h/P1010505-k.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SPXUui7g4qI/AAAAAAAAANE/44yF27w3Wqw/s400/P1010505-k.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257342036140417698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-1431354737588537806?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/1431354737588537806/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=1431354737588537806' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/1431354737588537806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/1431354737588537806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/10/annual-family-gathering.html' title='Annual Family Gathering'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SPXN832IgzI/AAAAAAAAAMU/rQGdAilKU3k/s72-c/P1010365-k.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-307708398284970868</id><published>2008-10-15T13:24:00.002+07:00</published><updated>2008-10-15T13:29:30.240+07:00</updated><title type='text'>Laskar Pelangi, Bagus Sih...</title><content type='html'>Jadilah saya nonton film Laskar Pelangi yang banyak dibicarakan itu. Saya senang. Saya tertawa. Saya juga beberapa kali menahan tangis. Perasaan saya seperti naik roller coaster. Pertanda film berhasil menyentuh perasaan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimana dengan argumentasi sebuah paham yang diajukan dalam film ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah ideologi yang menurut saya mulia dan sangat penting diperhatikan dalam film ini. Bahwa pendidikan bukan melulu soal nilai dalam raport. Angka-angka nilai memang penting, namun bukan segalanya. Kecerdasan hatilah yang lebih penting dari semuanya. Begitu inti percakapan antara dua tokoh dalam sebuah adegan Laskar Pelangi. Sampai dua kali percakapan serupa diulang di scene yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya setuju. Paham ini memang sangat penting bagi bangsa. Saya berharap ideologi ini mampu menyembuhkan penyakit kronis masyarakat yang mengagungkan materi. Bahkan pendidikan yang semestinya imateri dimaterikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat beberapa waktu silam pemerintah menaikkan standar nilai kelulusan? Lalu apa yang terjadi? Banyak pengelola sekolah panik. Takut anak didik tidak mampu melampaui batas bawah nilai kelulusan. Ini bahaya. Kalau murid banyak yang tidak lulus, tahun ajaran depan tak akan banyak yang mau menyekolahkan di sekolah bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pengelola sekolah terjebak dalam persoalan bisnis. Mereka panik banyak tidak lulus bukan karena peduli dengan nasib murid. Bukan karena nilai rendah mengindikasikan kegagalan mereka mendidik. Melainkan masa depan bisnis sekolah terancam. Mendidik anak kesampingkan dululah, yang penting mereka dapat nilai bagus agar citra sekolah terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi berikutnya adalah banyak guru dan kepala sekolah memberikan contekan kepada para murid. Modusnya lucu-lucu. Dari memberikan catatan kecil hingga via SMS telepon genggam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan para guru ada juga yang membuat saya miris. Tanpa ijazah, para murid akan sulit bekerja di pabrik. Apalagi pekerjaan kantoran kalau memang kesempatan itu ada. Karenanya para guru merasa lulus adalah mutlak untuk menjamin masa depan murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara kelulusan juga persoalan pemerintahan daerah. Daerah dengan tingkat kelulusan rendah akan mencoreng kinerja pemerintah daerah. Akibatnya, kepala daerah ikut-ikutan mendukung aksi memberi contekan kepada murid. Dengan diam-diam tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelulusan juga perkara kebanggaan keluarga. Orang tua tertekan kuat mendorong anak, bagaimanapun caranya, agar lulus. Tidak lulus adalah aib besar. Jangankan kelulusan. Tidak naik kelas hingga nilai merah di ulangan skala kecil pun bisa jadi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan tekanan hebat yang harus ditanggung anak-anak. Orang tua mengancam kalau gak lulus. Guru memberi racun contekan. Kepala daerah pun merestui operasi ilegal. Mencontek demi nilai menjadi kewajiban, bisa dilakukan, dan direstui. Kalau sudah begitu jangan pernah tanya kenapa korupsi di negeri ga pernah selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karenanya saya senang betul ketika Laskar Pelangi menyisipkan ideologi bahwa kecerdasan hati lebih penting. Paham seperti itulah yang kontekstual dengan kondisi bangsa sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayang sekali paham itu hanya muncul sebagai slogan. Ibarat juru kampanye yang berteriak bahwa pendidikan di bawah pemerintahannya bakal gratis, tapi tidak diterangkan bagaimana dia bisa mengatur pemerintahan menggratiskan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di film memang dikatakan kecerdasan hati lebih penting, tapi Laskar Pelangi tidak memberikan petunjuk bagaimana metode mengajar berdasar paham tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang diberikan Bu Mus (tokoh guru dalam Laskar Pelangi) tak ada bedanya dengan yang selama ini terjadi. Begitu pula Pak Harfan (kepala sekolah yang juga aktif mengajar). Bakri (guru ketiga dari tiga guru) malah tidak pernah diperlihatkan mengajar. Dengan demikian, perkataan pendidikan hati lebih penting terkesan dangkal. Asal omong. Asal terdengar keren. Asal menasehati dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya Riri Riza masih terlalu berkompromi dengan pasar. Kayaknya dia masih berusaha menampilkan sebanyak mungkin momen menarik di novel. Kalau kata teman saya, Riri mungkin takut fokus ke satu angle. Tapi film Laskar Pelangi udah bagus kok. Jauh lebih bagus dari kebanyakan film beredar. Meski kecewa dengan isi pesan yang nanggung, Laskar Pelangi masih saya rekomendasikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-307708398284970868?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/307708398284970868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=307708398284970868' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/307708398284970868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/307708398284970868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/10/laskar-pelangi-bagus-sih.html' title='Laskar Pelangi, Bagus Sih...'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-8634530992758474794</id><published>2008-10-05T14:16:00.002+07:00</published><updated>2008-10-05T14:17:01.881+07:00</updated><title type='text'>i like it here</title><content type='html'>+ This room is so small&lt;br /&gt;- I like it&lt;br /&gt;+ How can you like it?&lt;br /&gt;- Because you're in it&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-8634530992758474794?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/8634530992758474794/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=8634530992758474794' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8634530992758474794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8634530992758474794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/10/i-like-it-here.html' title='i like it here'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-703909074721110213</id><published>2008-09-25T17:32:00.004+07:00</published><updated>2008-09-25T18:13:36.369+07:00</updated><title type='text'>Kompleks?</title><content type='html'>Kenapa ya kita menyebut perumahan, kompleks? Padahal kampung padat biasa lebih awut-awutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaky Muzakir&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-703909074721110213?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/703909074721110213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=703909074721110213' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/703909074721110213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/703909074721110213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/09/kenapa-ya-kita-menyebut-perumahan.html' title='Kompleks?'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-8308569685457147026</id><published>2008-09-25T17:30:00.000+07:00</published><updated>2008-09-25T17:31:55.386+07:00</updated><title type='text'>Monotheist</title><content type='html'>A monotheist is a polyatheist for he doesnt believe in many gods.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaky Muzakir&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-8308569685457147026?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/8308569685457147026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=8308569685457147026' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8308569685457147026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8308569685457147026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/09/monotheist.html' title='Monotheist'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-1406364631143939480</id><published>2008-09-23T17:54:00.003+07:00</published><updated>2008-09-23T18:48:33.103+07:00</updated><title type='text'>Fanatik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SNjW8nXHV6I/AAAAAAAAAJ8/uwCYYQKDbUM/s1600-h/Liv.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SNjW8nXHV6I/AAAAAAAAAJ8/uwCYYQKDbUM/s400/Liv.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249181702546741154" /&gt;&lt;/a&gt; Bersikap fanatik kadang-kadang bikin saya geli sendiri. Seperti saya yang fanatik klub sepak bola Liverpool.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari saya jalan-jalan di sebuah toko olah raga. Saya asyik memilih baju-baju Liverpool. Tiba-tiba, pacar menyela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(Kaos) Arsenal aja. Bagusan Arsenal," kata si pacar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terkejut. Sedikit marah dan gemes. Lalu saya pun menukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gila. Mendingan disuruh pindah agama daripada disuruh ganti pake baju Arsenal."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-1406364631143939480?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/1406364631143939480/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=1406364631143939480' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/1406364631143939480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/1406364631143939480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/09/fanatik.html' title='Fanatik'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SNjW8nXHV6I/AAAAAAAAAJ8/uwCYYQKDbUM/s72-c/Liv.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-4277337418602007614</id><published>2008-09-20T13:46:00.003+07:00</published><updated>2008-09-20T13:58:56.385+07:00</updated><title type='text'>UU Pornograi EE</title><content type='html'>UU Pornografi (akan?) diberlakukan. Sebagai warga negara, secara hukum saya terikat dengan UU tersebut. Tapi secara moral, saya tidak merasa ikut bertanggung jawab. Entah kenapa, saya merasa ada pola pikir yang salah yang mendasari keluarnya UU ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu alasan yang dikemukakan para pendukung UU Pornografi adalah untuk mengurangi angka perkosaan. Padahal, menurut saya, perkosaan adalah masalah agresivitas, kontrol diri, dan lemahnya rasa empati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat diri Anda. Terutama pria. Siapa yang tak pernah menonton film porno? Lalu ingat-ingat siapa teman Anda yang hobi mengkonsumsi bacaan maupun tayangan porno? Atau coba ingat siapa saja teman menonton film porno. Dari semua teman Anda itu, siapa yang pernah memperkosa perempuan? Kalau Anda dapat menyebut satuuuuu saja nama teman yang memperkosa, percayalah Anda termasuk sebagian kecil kasus yang terjadi di Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, pornografi tidak serta merta berhubungan dengan agresivitas, lepasnya kontrol diri, dan lemahnya rasa empati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau mengurusi masalah agesivitas, kenapa hanya soal akitivitas seksual? Kenapa tidak soal nafsu memiliki harta, meraih prestise, dan nafsu non-seksual lainnya? Untuk lebih jelasnya, saya akan mengisahkan sebuah ilustrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, seorang remaja SMA sudah lama menginginkan sepeda motor. Teman-teman dekat sudah banyak yang punya. Di kelas, hanya dia dan segelintir teman yang tidak mengendarai motor. Sementara kemampuan ekonomi (orang tua) tidak memungkinkan ia membeli motor dalam waktu dekat. Setiap hari, ia menginginkan sepeda motor. Saat di sekolah, ia melihat rekan-rekan tampak bahagia mengendarai motor. Di rumah, ketika menonton TV, berulang kali ia menonton puluhan iklan sepeda motor. Di majalah, koran, internet, semua menuntun dia kepada terpaan iklan motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ia begitu terpesona oleh sebuah film di mana pemeran utama selalu mengendarai motor ke mana pun pergi. Keluar dari bioskop, kepalanya mulai pening memikirkan bagaimana cara memiliki kendaraan roda dua. Lantas ketika melintas di sebuah tempat sepi, ia dihampiri seorang remaja sebaya mengendarai motor menanyakan arah jalan. Sudah pasti bukan penduduk sekitar, pikirnya. Dari postur tubuh, ia pun yakin bisa memukulinya dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu terjadilah hal yang tak diinginkan. Pengendara motor dipukuli hingga kolaps. Tak sadarkan diri. Sementara si remaja yang kebelet ingin punya motor membawa kabur kendaraan sang korban. &lt;br /&gt;Dari ilustrasi di atas, antara yang dirampok dan perampok, saya yakin siapa yang akan dihukum berdasarkan hukum di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau kita ganti tema cerita ini menjadi nafsu seksual, yang dihukum bukan cuma pelaku kekerasan. Tapi juga semua hal yang merangsang nafsu. Termasuk perempuan yang diperkosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita berpakaian, seksi atau tidak, tidak perlu diatur. Yang harus "diamankan" adalah pikiran, agresivitas, serta empati dan kontrol diri yang lemah. Do I make myself perfectly clear?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-4277337418602007614?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/4277337418602007614/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=4277337418602007614' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/4277337418602007614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/4277337418602007614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/09/uu-pornograi-ee.html' title='UU Pornograi EE'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-3357471228903624621</id><published>2008-09-10T17:41:00.002+07:00</published><updated>2008-09-10T17:43:42.610+07:00</updated><title type='text'>4 years old photograph</title><content type='html'>Teknologi digitallah yang memungkinkan saya rela meminjamkan kamera kepada ponakan saya, Alvin. Buat anak 4 tahun, mengambil gambar adalah hal menakjubkan. Atau menggelikan. Karena setiap kali menjepret dan melihat hasilnya, ia terbahak lebih seperti kegelian ketimbang girang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah beberapa hasilnya, yang awalnya saya pikir kacau komposisi dan segala macamnya. Tapi setelah diperhatikan, eh bagus juga. The art of mistake kali istilahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SMeklJ8sCOI/AAAAAAAAAJQ/bAyXMl0V0sA/s1600-h/Nova.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SMeklJ8sCOI/AAAAAAAAAJQ/bAyXMl0V0sA/s400/Nova.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244341249328810210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SMekldlKlmI/AAAAAAAAAJY/zAW3hA15h9M/s1600-h/nova2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SMekldlKlmI/AAAAAAAAAJY/zAW3hA15h9M/s400/nova2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244341254598858338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SMeklbPS5EI/AAAAAAAAAJg/2YpbyD6DZFk/s1600-h/Nova+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SMeklbPS5EI/AAAAAAAAAJg/2YpbyD6DZFk/s400/Nova+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244341253970256962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SMekls9E1dI/AAAAAAAAAJo/xVhbMo5IDqU/s1600-h/Nova+4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SMekls9E1dI/AAAAAAAAAJo/xVhbMo5IDqU/s400/Nova+4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244341258725676498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SMekmMJfAiI/AAAAAAAAAJw/op4rPp8W9Yg/s1600-h/Isal.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SMekmMJfAiI/AAAAAAAAAJw/op4rPp8W9Yg/s400/Isal.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244341267099222562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-3357471228903624621?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/3357471228903624621/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=3357471228903624621' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/3357471228903624621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/3357471228903624621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/09/4-years-old-photograph.html' title='4 years old photograph'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SMeklJ8sCOI/AAAAAAAAAJQ/bAyXMl0V0sA/s72-c/Nova.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-5725139005809497916</id><published>2008-09-09T14:54:00.008+07:00</published><updated>2008-09-09T15:19:18.309+07:00</updated><title type='text'>Something is wrong with me</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SMYwZU_jeYI/AAAAAAAAAJA/cQTF-RhuDPc/s1600-h/Me3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SMYwZU_jeYI/AAAAAAAAAJA/cQTF-RhuDPc/s400/Me3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243932027809659266" /&gt;&lt;/a&gt; Kenapa ya, dari tadi perasaaan ga enak mulu. Kata ahli gizi yang tercinta sih biasanya kalau kurang minum suka ga enak perasaan. Gejala dehidrasi. Tapi gimana nyembuhinnya kalo lagi siang-siang puasa begini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, mungkin harus jalan-jalan dulu. Pergilah saya menelusuri mall sendirian. Tiap lantai dijelajahi. Tiap toko dijambangi, kecuali resto dan food court.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas mampir ke GA Bookstore. Duh, ni toko buku kecil banget sih. Udah mungil, dibagi dua pula sama bagian stationery. Naro bukunya juga agak ga pinter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rak majalah terlihatlah majalah Popular. Belakangan saya punya hubungan tak langsung dengan majalah ini. Hubungan apanya, saya tak mau membaginya di sini. Yang jelas teman saya bekerja di majalah bersampul yang biasanya "ya alloh muhammadar rasululloh" itu. Saya pengen tahu perubahan apa yang dibikin teman saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SMYvl1BU-SI/AAAAAAAAAI4/e_xwmJYZ7so/s1600-h/cover-popular.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SMYvl1BU-SI/AAAAAAAAAI4/e_xwmJYZ7so/s400/cover-popular.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243931143053834530" /&gt;&lt;/a&gt;Pas mendekati majalah, tiba-tiba mbak-mbak kantoran dan teman prianya reunian gak jelas. Menghalangi saya menjangkau majalah. Ya sudahlah, nanti saja. Saya keliling dulu lihat buku lain. Sekitar 10 menit kemudian, saya kembali ke rak majalah, eh Majalah Popular yang segelnya terbuka lagi dilihat-lihat om-om. Saya mengalah lagi. Dan kembali melanjutkan browsing buku-buku. Tak lama dari situ, saya balik lagi. Duh, itu majalah ada yang baca juga sama yang lain. Alhasil, selama di toko buku itu saya tidak berkesempatan melihat majalah Popular. Mungkin bener, ada perubahan yang menarik di majalah itu. Sampe laku dilihat-lihat (entah dibaca).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari toko buku saya langsung ke kantor lagi setelah sebelumnya ngambil duit dari atm. Dari kemaren lupa terus buat bayar kos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah perasaan saya lebih lega setelah jalan-jalan? Gak tuh. Tetep ajah. Something's wrong with me. Only i dont know why and what.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-5725139005809497916?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/5725139005809497916/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=5725139005809497916' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5725139005809497916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5725139005809497916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/09/something-is-wrong-with-me.html' title='Something is wrong with me'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SMYwZU_jeYI/AAAAAAAAAJA/cQTF-RhuDPc/s72-c/Me3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-8242977421642786845</id><published>2008-09-06T18:45:00.001+07:00</published><updated>2008-09-06T18:45:59.507+07:00</updated><title type='text'>Fearles Loving</title><content type='html'>Love is messy. It is rarely what we think it should be, and we are rarely what we would like to be when we are in love. On one hand we want love to be enough. Yet, on the other hand we are rarely satisfied with the love we have. So fear and love battle it out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We become silent when we desperately want to connect. We jump in too fast when we know we must slow down. We act cool when we feel hot. We wake up in the middle of the night to snuggle next to the one we love, yet we barely touch each other during the day. We shout in anger as we pray for patience. We put on an act, then worry we won't be loved for who we really are. We reach out. We shut down. We cry. We run. We doubt. Yet we can't live without it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love is messy. It won't be confined to our preconceived ideas. We want love to just happen, but love is not convenient. Its highs are higher and its low are lower than we are ever prepared for. Love requires more of us than we think we can give. It pushes us past our breaking point, and yet we dont break. It is unpredictable, then sedate. It tears us up while making us better. It is never what we expect.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love is messy because our desire for love is driven by our fears. We fear being rejected, so we become people-pleasers and call it love. We fear seeming inadequate, so we look for a partner who is perfect and call it having high standards. We fear looking stupid, so we keep to ourselves when our soul yearns to open up. We fear we are unlovable, so we hide our true self from those we love. We are afraid to be without love, but many times we are more afraid to be in love.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love is messy. Embrace it. Face it. And love will reveal itself in ways you could never imagine. Because ultimately, love will save you from your fears and show you the way home.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-8242977421642786845?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/8242977421642786845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=8242977421642786845' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8242977421642786845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8242977421642786845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/09/fearles-loving.html' title='Fearles Loving'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-1072235266505689070</id><published>2008-08-27T16:53:00.000+07:00</published><updated>2008-09-10T17:14:10.242+07:00</updated><title type='text'>Everything is musical</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SMedpU5vc2I/AAAAAAAAAJI/HbYfZQptyd0/s1600-h/Na.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SMedpU5vc2I/AAAAAAAAAJI/HbYfZQptyd0/s400/Na.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244333624407323490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Even Silence is musical&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-1072235266505689070?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/1072235266505689070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=1072235266505689070' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/1072235266505689070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/1072235266505689070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/09/everything-is-musical.html' title='Everything is musical'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SMedpU5vc2I/AAAAAAAAAJI/HbYfZQptyd0/s72-c/Na.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-8187547942790048370</id><published>2008-08-26T17:19:00.001+07:00</published><updated>2008-08-26T17:37:52.718+07:00</updated><title type='text'>Mengadu domba... huhuy!</title><content type='html'>zaky: si indah ngahina ente di YM. ku urang dipost di http://duniazaki.blogspot.com (Si Indah ngehina elu di YM. Gue posting di http://duniazaki.blogspot.com)&lt;br /&gt;Adya: ngahina kumaha? (ngehina gimana?)&lt;br /&gt;zaky: buka aja&lt;br /&gt;Adya: anjas (umpatan)&lt;br /&gt;zaky: suwer&lt;br /&gt;zaky: asli eta mah si indah (asli itu si Indah yang nulis)&lt;br /&gt;Adya: hahaha&lt;br /&gt;Adya: urg siga awewe kitu? (emang gue kayak cewek ya?)&lt;br /&gt;Adya: ntar kita buktikan&lt;br /&gt;zaky: lain urang nu ngomong kitu (bukan gue yang ngomong gitu)&lt;br /&gt;zaky: si indah we eta mah (itu kan si Indah)&lt;br /&gt;zaky: sirik&lt;br /&gt;zaky: ka maneh (sirik sama elu)&lt;br /&gt;Adya: enya si iin (iyah si Iin--panggilan mesra adya ke indah)&lt;br /&gt;Adya: si iin nu siga lalaki (Si Iin yang kayak cowok)&lt;br /&gt;Adya: buuk na siga jagong (rambutnya mirip jagung)&lt;br /&gt;zaky: cenah maneh mah ayeuna sombong (katanya elu sombong sekarang)&lt;br /&gt;zaky: julie jeung julie we diuruskeun (cuma Julie--pacar Adya--yang diurusin)&lt;br /&gt;zaky: padahal manehna oge jeung si konde nya (padahal dia juga cuma ngurusin Konde--pacar Indah, red)&lt;br /&gt;Adya: enya (iya)&lt;br /&gt;Adya: saruana kan (sama aja kan?)&lt;br /&gt;zaky: henteu cenah. beda (gak katanya. beda)&lt;br /&gt;Adya: jadi aja tambah lama si iin mirip si konde&lt;br /&gt;zaky: wakakaka&lt;br /&gt;zaky: enya buukna sarua (iya rambutnya sama)&lt;br /&gt;Adya: hahaha &lt;br /&gt;Adya: ssst ulah beja2 (ssst jangan bilang-bilang)&lt;br /&gt;zaky: moal lah (nggak lah)&lt;br /&gt;zaky: urang mah moal ember (gue ga bakal ember)&lt;br /&gt;Adya: ah urg jadi sieun ngorbol jeung mnh ki (ah gue jadi takut ngobrol sama elu ki)&lt;br /&gt;zaky: naha? (kok?)&lt;br /&gt;Adya: sieun disebarluaskeun (takut disebarin)&lt;br /&gt;Adya: dasar biang gosip!! (dasar biang gosip)&lt;br /&gt;zaky: iraha urang nyebarluaskeun? (kapan gue nyebarin gosip?)&lt;br /&gt;Adya: tuh di blog km&lt;br /&gt;zaky: rahasia maneh homo mana pernah ku urang dibuka-buka ka barudak? (rahasia elu homo mana pernah gue buka ke anak-anak?)&lt;br /&gt;Adya: bwahahahaah&lt;br /&gt;Adya: gelo&lt;br /&gt;Adya: belum cukup yah saya bawa juli?&lt;br /&gt;zaky: sama-sama tahulah, julie pan kamuflase hungkul (sama-sama tahulah. Julie kan cuma kamuflase)&lt;br /&gt;zaky: modus lama&lt;br /&gt;Adya: eiss&lt;br /&gt;Adya: ati2&lt;br /&gt;Adya: km sama aja atuh&lt;br /&gt;Adya: bawa teteh ke kost&lt;br /&gt;Adya: cuma buktiin kl lo ga homo di depan john&lt;br /&gt;Adya: haha&lt;br /&gt;zaky: no comment pak&lt;br /&gt;zaky: si john ngambek ka ente peuting tadi (Si john marah sama elu malem tadi)&lt;br /&gt;Adya: kunaon? (kenapa?)&lt;br /&gt;zaky: cenah ente sok ngomong teu bener (katanya elu suka ngomong ga bener)&lt;br /&gt;Adya: ah me enya (masa?)&lt;br /&gt;Adya: maksudna? (maksudnya?)&lt;br /&gt;zaky: teuing urang oge. ku urang ditanya lebih lanjut, si john cuma ngomong males ah gue. kitu. (ga tau juga. gue tanya lebih lanjut john cuma bilang males ah gue. begitu.)&lt;br /&gt;zaky: emang ente ngomong naon? (emang elu ngomong apa?)&lt;br /&gt;Adya: ah waduk (ah boong)&lt;br /&gt;Adya: serius? &lt;br /&gt;zaky: teu (nggak)&lt;br /&gt;Adya: balegh mnh (serius nih)&lt;br /&gt;zaky: henteu (nggak)&lt;br /&gt;Adya: yeeee&lt;br /&gt;Adya: serius ki&lt;br /&gt;zaky: yah, pan urang keur peuting nongton bareng jeung gang homo. (kan gue tadi malem nonton bareng sama genk homo)&lt;br /&gt;zaky: urang, aming, ruri, jeung si john (gue, aming, ruri, n si john)&lt;br /&gt;zaky: nongton Step Up 2 (nonton step up 2)&lt;br /&gt;Adya: trus? &lt;br /&gt;zaky: nya kitu (ya gitu)&lt;br /&gt;Adya: jon ngomong apaan?&lt;br /&gt;zaky: ngomong hayang maneh (bilang pengen kamu)&lt;br /&gt;zaky: tapi cuek wae (tapi kamunya cuek)&lt;br /&gt;Adya: ah mnh nya (ah elu)&lt;br /&gt;Adya: gelo (gila)&lt;br /&gt;zaky: tuh ku urang geus diupload di situs urang (tuh gue dah upload di situs gue)&lt;br /&gt;Adya: naon deui euy? (apa lagi nih?)&lt;br /&gt;zaky: obrolan kita inih. ku sayah diupload&lt;br /&gt;Adya: ah kambinggggggggggggggggggg&lt;br /&gt;Adya: kt selesaikan di kostan!!!&lt;br /&gt;zaky: emang siapa yang memulai?&lt;br /&gt;Adya: sapa coba?&lt;br /&gt;zaky: si indah&lt;br /&gt;zaky: gara-garana mah si indah nyebut ente awewe (gara-garanya kan si indah bilang elu kayak cewek)&lt;br /&gt;zaky: teu boga siki cenah (ga punya biji katanya)&lt;br /&gt;Adya: whehe&lt;br /&gt;zaky: cemen&lt;br /&gt;Adya: ya su ntar diteruskan&lt;br /&gt;Adya: urang tingalikeun siki urg (gue liatin biji gue)&lt;br /&gt;Adya: urg ashar heula (gue ashar dulu)&lt;br /&gt;Adya: menghadap tuhan &lt;br /&gt;zaky: masya alloh, jam sabaraha ieu? (masya allah, jam berapa ni?)&lt;br /&gt;Adya: udah ah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-8187547942790048370?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/8187547942790048370/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=8187547942790048370' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8187547942790048370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8187547942790048370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/08/mengadu-domba-huhuy.html' title='Mengadu domba... huhuy!'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-8977210462069681270</id><published>2008-08-26T16:55:00.001+07:00</published><updated>2008-08-26T17:45:37.712+07:00</updated><title type='text'>Nu Hayang Seuri</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5COwner%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;indahdiannovita: budak hideung (anak item)&lt;br /&gt;zaky: budak bodas (anak putih)&lt;br /&gt;indahdiannovita: duuuh&lt;br /&gt;indahdiannovita: eta avatar bisa mirip kitu nya?? (itu avatar bisa mirip gitu ya?)&lt;br /&gt;zaky: mirip naon? (mirip apa?)&lt;br /&gt;indahdiannovita: mirip jeung didinya... (mirip sama situ)&lt;br /&gt;zaky: oh. kasep atuh (oh. ganteng dong)&lt;br /&gt;indahdiannovita:&lt;br /&gt;indahdiannovita: eeeeyyyy...amit2&lt;br /&gt;zaky: di kantor ndah?&lt;br /&gt;indahdiannovita: heueuh (iya)&lt;br /&gt;indahdiannovita: kadieu atuh (ke sini dong)&lt;br /&gt;zaky: teu ah. jore (ga ah. jelek.)&lt;br /&gt;zaky: sctv jore (SCTV jelek)&lt;br /&gt;zaky: alusan scm (bagusan SCM)&lt;br /&gt;indahdiannovita: kuma maneh we lah (terserah elu dah)&lt;br /&gt;indahdiannovita: kuma sia (gimana elu)&lt;br /&gt;zaky: ih indah kasar ih bahasana (ih kasar banget bahasa lu)&lt;br /&gt;zaky: urang wae sareng adya ngobrolna lemes (gue aja sama adya pake bahasa halus)&lt;br /&gt;indahdiannovita: da adya mah isteri atuh (ya kan adya mah cewek)&lt;br /&gt;zaky: wakakakaka. bejakeun siah (gue bilangin lu)&lt;br /&gt;indahdiannovita: zaky cing lah jieun urang seuri (zaky bikin gue ketawa dong)&lt;br /&gt;indahdiannovita: keur hayang seuri pisan yeuh (pengen ketawa banget nih)&lt;br /&gt;indahdiannovita: ngan euweuh bahan (tapi ga ada bahan)&lt;br /&gt;zaky: tah buuk maneh pikaseurieun (tu rambut elu bikin gue ketawa)&lt;br /&gt;zaky: pura2 we urang mah teu seuri teh (gue selama ini kan pura2 gak ketawa)&lt;br /&gt;indahdiannovita:&lt;br /&gt;indahdiannovita: si goblog...........&lt;br /&gt;zaky: yes. i did it!&lt;br /&gt;zaky: i make you laugh&lt;br /&gt;indahdiannovita: daripada maneh (daripada elu)&lt;br /&gt;indahdiannovita: beungeut pikaseurieun (muke lu bikin gue ketawa)&lt;br /&gt;indahdiannovita: buuk sih masih bisa dirobah (rambut sih masih bisa diubah)&lt;br /&gt;indahdiannovita: &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;naha&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; jempe??? (kok diem?)&lt;br /&gt;zaky: pan indah sign out (kan indah sign out)&lt;br /&gt;indahdiannovita: henteu.......... (nggak)&lt;br /&gt;zaky: httpuniazaki.blogspot.com urang nulis senayan city tempat kitah bekerjah (gue nulis senayan city tempat kita bekerja)&lt;br /&gt;zaky: http://duniazaki.blogspot.com&lt;br /&gt;indahdiannovita: nulis ttg urang teu?? (nulis tentang gue ga?)&lt;br /&gt;zaky: kela ditulis heula nya (ntar ya, gue tulis dulu)&lt;br /&gt;indahdiannovita: gancaaaaaaaaaaaaangg (cepet!)&lt;br /&gt;indahdiannovita: buruaaaaaaaann]&lt;br /&gt;zaky: sabar gundul!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Zaky: tuh udah.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-8977210462069681270?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/8977210462069681270/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=8977210462069681270' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8977210462069681270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8977210462069681270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/08/nu-hayang-seuri.html' title='Nu Hayang Seuri'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-5393769498499928921</id><published>2008-08-24T14:15:00.008+07:00</published><updated>2008-08-24T19:08:29.374+07:00</updated><title type='text'>Amit-Amit Deh Senayan City</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SLEL3PbJHeI/AAAAAAAAAIU/2S0bovObskU/s1600-h/sency.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SLEL3PbJHeI/AAAAAAAAAIU/2S0bovObskU/s400/sency.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237980885269683682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAYA bukan shopaholic. Yang tahan jalan-jalan, bolak-balik, belanja-belanji di sebuah gedung besar penuh toko. Bukannya tak suka. Hanya tak terlalu mampu membeli barang-barang yang dipajang. Memang sih tak semua pusat perbelanjaan berisi toko penjual barang mahal. Tapi yang belakangan saya kunjungi tiap hari adalah mall yang barang-barang ditawarkan lumayan ajaib juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang saya bilang tadi, saya bukan shopaholic. Tapi saya tiap hari ke mall karena gedung tempat saya bekerja di SCTV Tower, menempel dengan Senayan City (sudah tahu kan, SCTV sekarang artinya Senayan City Televisi?). Saya tidak bekerja di SCTV, tapi di perusahaan media emaknya SCTV, namanya SCM (kalau mau mengira-ngira apa kepanjangannya, anggap saja artinya Senayan City Media).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena lobi utama SCTV Tower belum jadi (entah kapan rampung), kami terpaksa masuk lewat mall. Buat yang hobi belanja dan berkemampuan belanja tak terbatas, bisa jadi ini konsep yang luar biasa. Aa Gym pasti sudah punya singkatan, 3B. Bekerja. Belanja. Bermain. Tidak untuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah. Berhenti menangisi diri sendiri. Lagipula saya ternyata menemukan keasyikan lain dari kondisi ini. Salah satunya adalah menertawakan barang-barang di sana. Sekali waktu saya iseng masuk ke sebuah toko. Dari jauh saya tertarik dengan gambar di sebuah baju. Saya dekati kaos oblong itu. Lalu saya sentuh. Bahannya tipis. Terkesan belel. Persis seperti barang loakan. Emang sih itu kaos tetep aja keren. Tapi buat saya masih jauh dari mampu. Karena harganya 500 rebu kurang dikit. Saya tahu distro di luar sana yang jual kaos sekualitas mirip, dengan harga lebiiiihh murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melihat label harga, saya tahan diri ini untuk tidak berekspresi terkejut. Padahal mah kagetnya minta ampun. Saya hanya mengangguk-angguk, mata memincing, mulut memble, dan kemudian pura-pura melihat-lihat barang lain dengan sangat kalem. Semua itu saya lakukan supaya tidak terlihat norak. Berlagak biasa banget belanja kaos oblong belel seharga gope.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai lelaki normal--sangat normal--saya doyan lihat-lihat barang elektronik. Di Senayan City (orang--orang sering nyebut Sency. But I dont really like it), ada juga toko segede babi menyediakan barang-barang elektronik. Kemarin saya melihat TV paling besar yang pernah saya temui. 103 inchi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira berapa sih harganya? Semilyar perak kurang sejuta jek! Sumpah. Saya nggak bohong. Lihat aja sendiri kalau ga percaya. Tapi kalau ga percaya juga saya maklum. Saking sulit percayanya, berulang kali saya menghitung jumlah nol di belakang angka 999 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level ground Senayan City juga kerap memamerkan mobil. Jangan harap bisa lihat mobil Xenia di sini. Jaguar, Aston Martin, Volvo, bolehlah Anda sesekali menyentuhnya di mall keparat ini. Sekali waktu BMW sedang menjajakan diri. Di samping setiap mobil adalah spesifikasi yang tercetak di semacam frame berbahan acrylic dengan tiang metal. Tingginya tepat sedada, memudahkan siapapun membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik perhatian adalah semua spesifikasi mesin dan fitur mobil dicetak kecil-kecil. Dengan mata normal, Anda tak akan mampu membacanya dari jarak dua meter. Tapi dengan jarak yang sama, Anda sudah bisa melihat harganya. Dua kali lebih jauh pun saya yakin masih bisa terbaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira nih, maksudnya apa ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh mungkin, harga itulah salah satu fitur terbaik mobil ini. Biar semua orang tahu, mobil ini harganya juga mendekati semilyar. Dengan demikian, kalau mobil itu dibawa ke jalan, pemilik bisa merasakan ilusi yang kuat bahwa orang-orang di sekeliling dia tahu harga mobil yang ditumpangi. Hidup gengsi! Karena gengsi, harga mahal mampu menaikkan harga diri. Hingga BMW pun menjualnya sebagai fitur. "Silakan pak, mobil ini harganya kesetanan loh. Bapak pasti suka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin saja saya salah kira. Spec harga tadi bisa dibaca dari jarak empat meter untuk mengusir orang-orang seperti saya. Jauh-jauh deh. Karena dengan mata saya, angka harga mobil BMW dibaca; "This is not for you. You can't even afford to touch!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menuliskan harga mahal besar-besar, penjual mungkin berharap saya yang sebelum masuk mall beli gorengan di pinggir jalan tidak berani mendekat. Biar cat mengkilap mobil itu tidak terkotori dengan sentuhan tangan berlumur minyak goreng yang menghitam. Hahaha terlalu sentimentil jadi jijik sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga, banyak manfaat yang benar-benar saya nikmati dari Senayan City. Pameran lukisan di mall sini tak pernah berhenti. Satu pameran berakhir disambung pameran lukisan yang lain. Saya biasa menikmati pajangan coretan-coretan indah itu sehabis kerja. Indah. Semua indah. Jarang mengecewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa cafe di sini juga menyediakan wifi gratis. Lumayan kalau lagi suntuk di ruangan kerja, saya bisa nongkrong di sana. Sambil teuteup kerja tapi. Bioskop di sini juga lumayan bagus. Harga tiket pun terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya Senayan City sedikit banyak mengubah hidup saya. Termasuk sedikit mengubah orientasi seksual. Yang tadinya doyan sama perempuan muda. Atau yang gak jauh bedalah. Sekarang mulai suka sama tante-tante. Hahaha. Abis di sini ga ada tante yang pake daster. Wangi-wangi dan kulitnya ga ada yang kendur. Hotmom deh. Walopun sambil nenteng anak, tetep aja seksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah ah. Enak banget Senayan City promosi gratis di sini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-5393769498499928921?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/5393769498499928921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=5393769498499928921' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5393769498499928921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5393769498499928921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/08/amit-amit-deh-senayan-city.html' title='Amit-Amit Deh Senayan City'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SLEL3PbJHeI/AAAAAAAAAIU/2S0bovObskU/s72-c/sency.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-5020294690475789326</id><published>2008-06-16T20:12:00.000+07:00</published><updated>2008-06-16T20:13:19.801+07:00</updated><title type='text'>Anak Salah, Kok Diusir?</title><content type='html'>Suatu hari anak Anda tertangkap basah berbuat salah oleh tetangga. Ternyata, kesalahan itu sudah dilakukan berkali-kali di belakang Anda. Anda pun merasa kecolongan. Lalu, dengan akal sehat, Anda pun memperketat pengawasan anak sambil memberi pengertian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun begitu saya memandang sekolah. Bila siswa berbuat salah, berilah perhatian lebih besar. Berilah pengertian lebih banyak. Berilah cinta dan kasih sayang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak begitu bagi Komite Sekolah SMA Batang dan SMA 1 Pati, Jawa Tengah. Beberapa hari belakangan ini, media santer memberitakan sejumlah siswi di kedua sekolah itu menganiaya rekan juniornya. Komite Sekolah akhirnya mengeluarkan siswi belasan tahun itu dari sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salahkah para siswi itu? Jelas salah. Atas kesalahan mereka, sistem peradilan ditegakkan. Mereka terancam maksimal lima tahun penjara. Tapi, apakah patut kita menghukum mereka lagi dengan mengeluarkan mereka dari ruang pendidikan? Bukankah anak yang salah justru butuh pendidikan yang lebih intens?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengeluarkan anak dari sekolah adalah perkara mudah. Tapi apakah komite sekolah sudah memikirkan masa depan dari anak-anak malang itu? Setelah keluar dari penjara (kalau memang diputuskan bersalah), apakah komite sekolah sudah membayangkan apa yang akan terjadi pada anak-anak itu? Apakah mereka tidak merasa ikut bertanggung jawab atas kenakalan mereka? Tidakkah mereka merasa bersalah karena kecolongan tak mampu lebih baik dalam mengawasi mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah komite sekolah paham perasaan termarginalkan yang bakal dirasakan anak-anak itu? Bagaimana dengan tanggung jawab sekolah sebagai pengemban utama amanat negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa? Pendidikan adalah hak setiap anak. Dosa besar mereka yang menghalang-halangi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-5020294690475789326?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/5020294690475789326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=5020294690475789326' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5020294690475789326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5020294690475789326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/06/anak-salah-kok-diusir.html' title='Anak Salah, Kok Diusir?'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-941251493616777840</id><published>2008-06-16T16:10:00.003+07:00</published><updated>2008-06-16T16:13:20.197+07:00</updated><title type='text'>WajahNya Lagi Cerah</title><content type='html'>Waaaaaaaaaa.... hebat, hebat. Pemandangan sore ini hebat banget. Semua gedung di arah Timur dan Utara seru. Terlihat jelas. Matahari bersinar pas. Perfect angle. Sayang, justru lagi bagus-bagusnya ini, kamera gak dibawa. Keluh...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-941251493616777840?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/941251493616777840/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=941251493616777840' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/941251493616777840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/941251493616777840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/06/wajahnya-lagi-cerah.html' title='WajahNya Lagi Cerah'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-5459193356524202838</id><published>2008-06-12T19:11:00.001+07:00</published><updated>2008-06-16T16:15:04.722+07:00</updated><title type='text'>Ponakan!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SFESeQeRbKI/AAAAAAAAAFk/RMxOS1vUuwc/s1600-h/nephews.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SFESeQeRbKI/AAAAAAAAAFk/RMxOS1vUuwc/s400/nephews.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210966554871688354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto ini diambil Lebaran 2007. Beruntung sekali bisa capture mereka lagi natural banget.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-5459193356524202838?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/5459193356524202838/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=5459193356524202838' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5459193356524202838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5459193356524202838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/06/ponakan.html' title='Ponakan!'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SFESeQeRbKI/AAAAAAAAAFk/RMxOS1vUuwc/s72-c/nephews.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-1513131925903854657</id><published>2008-06-10T19:52:00.003+07:00</published><updated>2008-06-10T20:11:02.561+07:00</updated><title type='text'>cantik</title><content type='html'>&lt;a href="http://s23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/?action=view&amp;current=P1010316.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/P1010316.jpg" border="0" alt="Photobucket" width="400"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-1513131925903854657?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/1513131925903854657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=1513131925903854657' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/1513131925903854657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/1513131925903854657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/06/cantik.html' title='cantik'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-7841148774502588731</id><published>2008-06-08T15:10:00.005+07:00</published><updated>2008-06-08T15:18:43.229+07:00</updated><title type='text'>Missing You</title><content type='html'>Call me pathetic sentimental guy, but i really miss my friends.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why can't i go home now?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-7841148774502588731?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/7841148774502588731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=7841148774502588731' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7841148774502588731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7841148774502588731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/06/missing-you.html' title='Missing You'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-366127280369389205</id><published>2008-06-04T20:33:00.004+07:00</published><updated>2008-06-04T20:48:00.695+07:00</updated><title type='text'>Jangan Terlalu Dekat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SEac1z51NmI/AAAAAAAAAEs/TZMubpSrQ9A/s1600-h/michelangelo-creation-man.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SEac1z51NmI/AAAAAAAAAEs/TZMubpSrQ9A/s400/michelangelo-creation-man.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208022467380328034" /&gt;&lt;/a&gt; Mengetahui adalah mendekati. Memahami adalah mengakrabi. Hati-hati bila Anda terlalu akrab dengan Tuhan. Tanpa sadar, Dia akan semakin dekat dan tidak lagi menjadi Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--zaky--&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-366127280369389205?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/366127280369389205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=366127280369389205' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/366127280369389205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/366127280369389205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/06/jangan-terlalu-dekat.html' title='Jangan Terlalu Dekat'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SEac1z51NmI/AAAAAAAAAEs/TZMubpSrQ9A/s72-c/michelangelo-creation-man.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-8568102621512869729</id><published>2008-06-04T20:17:00.001+07:00</published><updated>2008-06-04T20:18:21.988+07:00</updated><title type='text'>Karepmulah</title><content type='html'>Dia yang berdoa diselamatkan, ada kemungkinan celaka.&lt;br /&gt;Dia yang berdoa untuk kesejahteraan, belum sejahtera.&lt;br /&gt;Dia yang berdoa untuk kebahagiaan, belum bahagia.&lt;br /&gt;Berhenti berdoa sekarang juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan sesuka hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--zaky--&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-8568102621512869729?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/8568102621512869729/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=8568102621512869729' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8568102621512869729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8568102621512869729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/06/karepmulah.html' title='Karepmulah'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-7043658841713095729</id><published>2008-06-04T19:56:00.008+07:00</published><updated>2008-06-04T21:32:25.385+07:00</updated><title type='text'>Paling Suci</title><content type='html'>Binatang tidak bisa menjelaskan kebrutalan yang dilakukannya. Sedangkan manusia selalu punya alasan suci di setiap detil kejahatan yang dilakukan. Faktanya, manusia jauh lebih banyak membuat kejahatan dan kerusakan di muka bumi ini. Kalau ada yang menyebut manusia makhluk paling suci, saya lebih suka disebut binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--zaky--&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-7043658841713095729?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/7043658841713095729/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=7043658841713095729' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7043658841713095729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7043658841713095729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/06/beda-tidak-beda.html' title='Paling Suci'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-2173895411158039360</id><published>2008-06-04T19:48:00.001+07:00</published><updated>2008-06-04T20:05:34.768+07:00</updated><title type='text'>The Idea of God</title><content type='html'>I could be happier if mankind never had found the idea of god whatsoever.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--zaky--&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-2173895411158039360?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/2173895411158039360/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=2173895411158039360' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/2173895411158039360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/2173895411158039360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/06/idea-of-god.html' title='The Idea of God'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-1419380550860620525</id><published>2008-06-04T19:28:00.003+07:00</published><updated>2008-06-04T19:30:38.560+07:00</updated><title type='text'>Hati-Hati Mayoritas</title><content type='html'>Saya selalu curiga dengan mayoritas. Karena itu bila saya berada dalam kelompok mayoritas, saya berusaha tujuh kali lebih hati-hati dalam bersikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--zaky--&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-1419380550860620525?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/1419380550860620525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=1419380550860620525' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/1419380550860620525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/1419380550860620525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/06/hati-hati-mayoritas.html' title='Hati-Hati Mayoritas'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-6244895718335132052</id><published>2008-06-04T13:29:00.002+07:00</published><updated>2008-06-04T13:39:05.609+07:00</updated><title type='text'>I Love Country Music</title><content type='html'>Lagi bosen sama lagu-lagu, eh ada yang ngasih ide denger musik country. Enak juga ya. Here is some of country songs i'm listening to recently.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- I've been everywhere (Johnny Cash)&lt;br /&gt;- Asshole Song (George Jones)-- Lucu nih lagu&lt;br /&gt;- Two Pina Coladas (Garth Brooks)&lt;br /&gt;- I Beg Your Pardon--I Never Promised You A Rose Garden (Loretta Lynn) Klasik, i've heard this songs since i was a small small kid.&lt;br /&gt;- Slow Hand (Kenny Chesney)&lt;br /&gt;- God Blessed Texas (Little Texas)&lt;br /&gt;- First Time For Everything (Little Texas)&lt;br /&gt;- Daddy's Money (Little Texas)&lt;br /&gt;- Our Song (Taylor Swift)&lt;br /&gt;- I'd Lie (Taylor Swift)&lt;br /&gt;- dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobain deh. Setelah telinga dipekakan lagu-lagu mainstream ABG Indonesia, seru juga genre country.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-6244895718335132052?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/6244895718335132052/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=6244895718335132052' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6244895718335132052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6244895718335132052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/06/i-love-country-music.html' title='I Love Country Music'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-4534673433383214921</id><published>2008-05-22T08:29:00.003+07:00</published><updated>2008-05-22T08:36:33.282+07:00</updated><title type='text'>Makan Kepotong Urusan Toilet</title><content type='html'>Baru aja dua suap makan pagi, eh kepotong mules. Lalu pergi-lah ke toilet. Setelah 10 menitan, kembali ke ruangan breakout. Menjemput kembali nasi uduk + bakwan yang tadi. Kok ga napsu lagi ya? Ngeliatnya aja males.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-4534673433383214921?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/4534673433383214921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=4534673433383214921' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/4534673433383214921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/4534673433383214921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/05/makan-kepotong-urusan-toilet.html' title='Makan Kepotong Urusan Toilet'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-7735083436844770249</id><published>2008-05-19T17:37:00.007+07:00</published><updated>2008-05-19T17:52:41.998+07:00</updated><title type='text'>Timun+Kerupuk, OMG!</title><content type='html'>KATA Al Quran, Tuhan menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Laki-perempuan, siang-malam, dan seterusnya. Dari semua itu, ada pasangan cocok, ada pula pasangan ancur. Pasangan ancur misalnya... ah gak enak ya kalo kejelekkan orang dimongin. Lho emang mau ngomongin siapa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehhehe... mendingan nih ngomongin pasangan paling serasi sedunia; timun dan krupuk! Yap, tepuk tangan sodara-sodara. Ayo timun! Ayo kerupuk! Maju ke depan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, ini snack favorit saya dari zaman SD. Kalo gak salah, yang ngenalin makanan sejoli ini kakak perempuan saya. Pertama kali liat dia makan, saya gak percaya makanan ini bisa enak naudzubilah. Pas dicobain, anjrit! Bener loh enak! Kalo waktu itu udah ada acara Bondan Winarno, pasti saya spontan bilang, "maknyuuuuuuuuuuuuussssss!!" Terus terbang ke awang-awang teriak "enaaaaaaaaaakkk!" Persis seperti adegan Yoichi di film anime Born To Cook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SDFYtO7MFLI/AAAAAAAAAEc/Li77bbF6SDQ/s1600-h/Kerupuk_putih.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SDFYtO7MFLI/AAAAAAAAAEc/Li77bbF6SDQ/s400/Kerupuk_putih.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202036578713343154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;O iya, supaya gak salah ngasih info, krupuk yang saya maksud adalah krupuk kalengan. Bentuknya seperti kumpulan mi yang kusut membentuk bulat (yang kotak juga ada sih). Kalo bisa sih timunnya juga yang bagus. Cirinya berdiameter tidak besar. Berapa cm? Ah pasti tau deh kalo yang sering gaul sama timun. Yang jelas Isinya padat. Gak ada rongga di tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal harga, udah pasti pada bisa nebaklah. Kerupuk satu, kira-kira 500 perak. Timun, kualitas standar, mungkin satunya cuma 500 perak juga (maap ya kalo ga akurat). Murah banget kan? Tapi kalo dulu, seinget gue krupuk itu cuma 25 perak. Timun mungkin bisa beli empat batang (apa buah?) dengan harga 200 perak (sekali lagi maap ya kalo gak akurat, di rumah bukan saya yang sering beli timun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SDFYne7MFKI/AAAAAAAAAEU/_jJusz6tZG4/s1600-h/Cucumber.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SDFYne7MFKI/AAAAAAAAAEU/_jJusz6tZG4/s400/Cucumber.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202036479929095330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Availability? Pasti ga susah. Di warteg, di warung nasi padang, krupuk jenis ini dan timun jarang absen. Udah ah, mau ke warteg nyari timun sama kerupuk. Wahai bonteng, kurupuk, here I come!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-7735083436844770249?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/7735083436844770249/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=7735083436844770249' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7735083436844770249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7735083436844770249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/05/timunkerupuk-omg.html' title='Timun+Kerupuk, OMG!'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SDFYtO7MFLI/AAAAAAAAAEc/Li77bbF6SDQ/s72-c/Kerupuk_putih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-8505126218230252453</id><published>2008-05-15T09:05:00.004+07:00</published><updated>2008-05-15T18:51:24.905+07:00</updated><title type='text'>Fitness? Haduh Terima kasih Deh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCuav-7MFJI/AAAAAAAAAEI/GUJMjAUj70I/s1600-h/Gym_Ball.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCuav-7MFJI/AAAAAAAAAEI/GUJMjAUj70I/s400/Gym_Ball.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200420343865152658" /&gt;&lt;/a&gt; HARI ini datang pagi-pagi ke kantor. Jauh lebih pagi-pagi. Sayang apa yang direncanakan, sebagai alasan datang pagi buta, tidak berjalan semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya menengok ke belakang. Di bawah sana, di belakang kantor adalah lapangan golf Senayan. Ternyata ya, orang-orang yang hampir bisa dipastikan kaya-kaya itu rajin bangun pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golf adalah salah satu olah raga yang tidak saya mengerti. Dalam arti tidak paham seluk beluk permainan, dan juga tidak paham apa asyiknya bermain bola pukul ini. Dulu, kalau kebagian nulis tentang olah raga golf, saya selalu kepayahan memahami semua istilah. Ada birdie-lah, par, handicap, haduh. Ga peduli berapa kali diterangin sama yang jago, tetep aja ndablek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, golf sih masih mending. Ada goal yang "real" karena bentuknya permainan. Yang gak habis pikir adalah olah raga di pusat kebugaran atau istilah umumnya, fitness. Buat yang suka fitness, maaf, saya suka geli ngeliatnya. Orang yang fitness sama aja kayak marmut yang lari di roda-rodaan. Gak jelas maksudnya apa, kecuali membuat ketawa yang nonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pernah ekskul basket, sepak bola, atau apalah di sekolah biasanya instruktur (alias guru) mewajibkan kita pemanasan. Buat saya, yang waktu itu ikut ekskul basket, pemanasan adalah bagian paling tidak menyenangkan. Tapi hadiahnya, saya bisa (nyaman) bermain basket. Kenikmatan datang ketika mencetak poin, blocking, stealing, dribbling menipu lawan, dan winning the game. Jadi ibaratnya, pemanasan adalah kerja awal untuk membayar kenyamanan bermain basket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, orang yang menciptakan fitness entah bagaimana berpikir, abis pemanasan ya sudah. Ada yang sit up, meregangkan otot sana-sini, dll. Tapi abis itu? Ya selesai aja. Keluar. Mandi. Pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencipta olah raga fitness pasti orang yang cepat puas atau semacam pengidap (penyakit?) ejakulasi dini psikologis. Setelah foreplay, langsung orgasme. Buat dia, foreplaylah tujuannya. Abis foreplay, eh dia senyum-senyum. Bangga lagi. Dan hanya Tuhan yang tahu kenapa gaya hidup ini buaaanyak pengikutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-8505126218230252453?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/8505126218230252453/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=8505126218230252453' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8505126218230252453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8505126218230252453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/05/fitness-haduh-terima-kasih-deh.html' title='Fitness? Haduh Terima kasih Deh'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCuav-7MFJI/AAAAAAAAAEI/GUJMjAUj70I/s72-c/Gym_Ball.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-5511529459735592075</id><published>2008-05-12T13:57:00.010+07:00</published><updated>2008-05-12T17:59:49.215+07:00</updated><title type='text'>Le Printemps 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCfqoe7MFEI/AAAAAAAAADg/ts41WFnG3pA/s1600-h/Lukisan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCfqoe7MFEI/AAAAAAAAADg/ts41WFnG3pA/s400/Lukisan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199382276039513154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah orang Jakarta. Banyak hiburan unik dan gratis. Seperti yang saya lakukan Jumat dan Sabtu kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jumat, saya mengunjungi Galeri Nasional Indonesia (GNI), Jalan Medan Merdeka Timur Nomor 14A, Jakarta Pusat. Dari tempat saya tinggal, GNI tidak begitu jauh (tidak dekat juga tapi). Berkat Transjakarta, alhamdulilah perjalanan cukup nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam GNI terpampang puluhan karya senirupa (sebagian besar lukisan) seniman Indonesia dan Prancis. Berdasarkan keterangan brosur, pada 1959 berbagai karya seniman terkemuka Prancis dihadiahkan kepada Pemerintah Indonesia. Nah selama 16 tahun, karya-karya itu tak pernah dipamerkan kepada publik. Sekarang, masyarakat bisa melihatnya kembali di pameran bertajuk De Paris A Jakarta (Dari Paris ke Jakarta) hingga 13 Mei (wah, besok tuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, saya bukan kurator seni ataupun pengamat yang bisa berkata banyak soal seni. Jadi, tak perlu berharap semacam ulasan seni di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi satu hal yang saya pahami, lewat karya seni, seniman berkomunikasi dengan audience. Saya dan Anda, adalah audience. Serunya seni murni, kita diberi kebebasan lebih luas untuk memaknai pesan yang disampaikan. Seperti lukisan karya Pirous A.D berukuran 150 cm x 135 cm ini. Ia memberi kita petunjuk melalui judul "Matahari Setelah September 1965".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCfrYO7MFGI/AAAAAAAAADw/paM7KS-ehHo/s1600-h/Matahari+65.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCfrYO7MFGI/AAAAAAAAADw/paM7KS-ehHo/s400/Matahari+65.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199383096378266722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adalah ketololan saya ketika mencoba menerka-nerka membentuk apa goresan-goresan lukisan yang dibuat 1968 ini. Saya terus memandang lukisan ini cukup lama. Mencoba merasakan apa yang dirasakan Om Pirous. Karena pada hakikatnya, Om Pirous sedang berbagi pengalaman, berbagi rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak semua yang dipamerkan di pameran ini membuat dahi saya berkernyit. Saya bertemu dengan patung Tintin dan Snowy yang diberi judul "Tibet...Tibet...Tibet (You See it... You don't)." Di tengah objek seni yang baru kali ini saya lihat, mencermati patung ini seperti mengobrol dengan teman lama. Ikatan saya dengan tokoh komik ini sudah terjalin sejak pertengahan tahun 80-an. Jadi, apapun yang dilakukan Tintin dan Snowy di pameran yang merupakan bagian dari Festival Seni Budaya Prancis itu bagi saya tidak penting. I miss Tintin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCfriu7MFHI/AAAAAAAAAD4/AcqlM7tFIi4/s1600-h/Tintitn.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCfriu7MFHI/AAAAAAAAAD4/AcqlM7tFIi4/s400/Tintitn.jpg" border="0" width="400" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199383276766893170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Besoknya, saya menghadiri konser musik kamar dari Quator Diotima yang berlangsung di Erasmus Huis, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Seru! Pengalaman yang menyenangkan mendengar mereka bermain musik. Sepanjang konser, mata saya lebih banyak terpejam. Ada dua alasan kenapa merem. Satu, ketika berpejam mata, imajinasi saya lebih liar. Kata Idang Rasjidi, musik yang bagus adalah yang bisa membawa kita pada suasana tertentu. Kalau begitu, gak ada musik yang jelek dong ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, saya tutup mata supaya musik mengejutkan saya. Dengan melihat gerakan pemain alat musik gesek itu, alunan musik lebih mudah ditebak. Coba deh. Kalau lagi nonton konser yang musiknya gak pernah didenger, tutup mata. Biarkan musik menarik, membanting, mengangkat, menjatuhkan rasa tanpa bisa ditebak. Seru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCgi8u7MFII/AAAAAAAAAEA/4UO09tSCZwQ/s1600-h/Diotima2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCgi8u7MFII/AAAAAAAAAEA/4UO09tSCZwQ/s400/Diotima2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199444196583019650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-5511529459735592075?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/5511529459735592075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=5511529459735592075' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5511529459735592075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5511529459735592075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/05/le-printemps-2008.html' title='Le Printemps 2008'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCfqoe7MFEI/AAAAAAAAADg/ts41WFnG3pA/s72-c/Lukisan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-5419559371786296145</id><published>2008-05-10T16:05:00.002+07:00</published><updated>2008-05-12T09:51:42.378+07:00</updated><title type='text'>Tahun Sempurna</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCa4Ru7MFDI/AAAAAAAAADY/OjcnGo-u2Ek/s1600-h/Birthday_candles.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCa4Ru7MFDI/AAAAAAAAADY/OjcnGo-u2Ek/s400/Birthday_candles.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199045434639389746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dear Tuhan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas tahun yang sempurna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-5419559371786296145?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/5419559371786296145/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=5419559371786296145' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5419559371786296145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5419559371786296145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/05/tahun-sempurna.html' title='Tahun Sempurna'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCa4Ru7MFDI/AAAAAAAAADY/OjcnGo-u2Ek/s72-c/Birthday_candles.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-5436614105127204999</id><published>2008-05-07T16:18:00.006+07:00</published><updated>2008-05-07T16:30:27.141+07:00</updated><title type='text'>Sentimental</title><content type='html'>saya percaya semua yang kita alami adalah ilusi. apa yang kita punya pada akhirnya hanyalah memori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan memori bisa terbangkitkan dengan berbagai macam cara. salah satunya lewat musik. lagu-lagu tertentu mengingatkan pada kejadian tertentu atau... (ini yang menarik) pada seseorang. iya deh, saya ngaku. saya lagi sentimental. barusan saya denger lagu yang mengingatkan pada seorang perempuan. sampai saya nulis ini, gara-gara lagu itu, ingatan saya tentang dia menggempur di segala penjuru otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat ini, terdengar jelas suara khasnya, lengkap dengan aksen bawaan dari daerah asalnya. lembut kulit tangannya masih bisa saya rasakan. wangi khasnya pun duuuh... udah ah. ntar gue nangis lagi. masak lelaki sejati mewek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;musik memang luar biasa. saya punya daftar lagu-lagu tertentu dengan perempuan tertentu. saya gak bisa nyebut perempuan-perempuan itu. maaf. bukan sok ngartis yang ga mau masalah pribadi dibuka. tapi ini masalah keamanan nasional. saya cuma bisa share lagu-lagu apa aja yang bikin saya "kasuat-suat" itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- When We Dance&lt;br /&gt;- The Feather, movie theme Forest Gump&lt;br /&gt;- lagu-lagu U2&lt;br /&gt;- Irish, Goo Goo Dolls&lt;br /&gt;- Lagu-lagu Matchbox 20&lt;br /&gt;- One Last Cry, Bryan McKnight&lt;br /&gt;- Lagu-lagu Cranberries&lt;br /&gt;- Lagu-lagu Vina Panduwinata (duh bikin gue keliatan tua banget sih)&lt;br /&gt;- Jaci Velasquez, lagunya lupa, tapi kalo denger pasti jadi inget dia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih panjang sih daftarnya. tapi jumlah lagu sama sekali gak mencerminkan jumlah perempuan-perempuan itu ya! tidak juga mencerminkan selera musik saya. hehehe. akhir kata, that's what music's really all about. That's the wonder of it. That's the joy of it. to bring all of those women from the "dead"! hahahaha.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-5436614105127204999?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/5436614105127204999/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=5436614105127204999' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5436614105127204999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5436614105127204999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/05/sentimental.html' title='Sentimental'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-4187079370682045964</id><published>2008-05-07T14:24:00.007+07:00</published><updated>2008-05-07T16:33:34.277+07:00</updated><title type='text'>Terhalang Kabut Setipis Kelambu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCFbCqDcXAI/AAAAAAAAADQ/9mDKMwt90Ac/s1600-h/capslock1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCFbCqDcXAI/AAAAAAAAADQ/9mDKMwt90Ac/s400/capslock1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197535546168859650" /&gt;&lt;/a&gt;tina: ZAQ&lt;br /&gt;tina: GIMANA SETTING BIAR BISA PAKE HURUF KECIL DI SINI?&lt;br /&gt;tina: HEHEHHEE&lt;br /&gt;zaky: caps lock&lt;br /&gt;tina: duh&lt;br /&gt;zaky: wakakakakakakaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tina ini teman dan sahabat saya yang kebetulan lebih senior (as in senior citizen, kekeke). dia termasuk orang yang mengajari saya menulis dengan baik dan benar. sudah menulis satu buku, dan satu lagi mengalihbahasakan buku asing. tulisannya juga tersebar di berbagai media nasional dan lokal. artinya pula, dia setidaknya sudah menggunakan komputer lebih lama dari perjalanan karier profesional saya. dan percakapan tadi lewat Yahoo! Messenger yang saya kutip di atas membuat saya tak tahan terbahak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-4187079370682045964?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/4187079370682045964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=4187079370682045964' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/4187079370682045964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/4187079370682045964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/05/terhalang-kabut-setipis-kelambu.html' title='Terhalang Kabut Setipis Kelambu'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCFbCqDcXAI/AAAAAAAAADQ/9mDKMwt90Ac/s72-c/capslock1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-8213099112719809165</id><published>2008-05-07T09:59:00.002+07:00</published><updated>2008-05-07T10:05:08.028+07:00</updated><title type='text'>I Believe in Arts</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCEbp6DcW-I/AAAAAAAAADA/WSgFLH9Ri5c/s1600-h/Harinder+Kalsi+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCEbp6DcW-I/AAAAAAAAADA/WSgFLH9Ri5c/s400/Harinder+Kalsi+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197465851734547426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;I don’t believe in religion. I don’t believe in science. I believe in music. I believe in poetry. I believe in arts. I almost hate religion and science, because they give us answers. While music makes me dance. Poetry makes my heart beats. Arts make bloods run through my veins.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(zaky)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-8213099112719809165?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/8213099112719809165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=8213099112719809165' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8213099112719809165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8213099112719809165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/05/i-believe-in-arts.html' title='I Believe in Arts'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCEbp6DcW-I/AAAAAAAAADA/WSgFLH9Ri5c/s72-c/Harinder+Kalsi+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-509053653378883687</id><published>2008-05-06T16:45:00.021+07:00</published><updated>2008-05-06T17:29:53.438+07:00</updated><title type='text'>Play tennis!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCAyxaDcW5I/AAAAAAAAACY/_cmrVN627gI/s1600-h/tennis1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCAyxaDcW5I/AAAAAAAAACY/_cmrVN627gI/s400/tennis1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197209794374294418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seumur hidup gak pernah maen tenis. Bukan gak pengen. Sebaliknya malah. Cuma gak pernah ada temen yang maen tenis aja. Ada yang ngajak, kakak ipar. Ada lagi yang ngajak, om saya. Ajakan mereka selalu saya bilang, ayok! Tapi entah gimana, mungkin gak sealam, gak pernah kesampaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai Rabu minggu kemaren itu. Temen kantor ngajak latihan tenis. Katanya ada instrukturnya. Dan terlaksanalah keinginan terpendam itu. Tunggu sebentar, dulu yang ngajak selalu orang (yang lebih) tua. Sekarang, kok temen sebaya? Aneh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh tidaaak, saya sudah tua sekarang. Dan terbayanglah om saya bermain tenis bersama bapak-bapak itu bangkotan itu. Dan... dan... saya melihat saya salah satu dari mereka! Hahahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihannya berjalan ok. Kelihatannya! Karena bertahun-tahun gak pernah berolah raga, semua otot sakit. Terasa banget pas bangun pagi berikutnya. Sampe tulang rusuk paling bawah ikut sakit. Rarempo, istilah Sunda-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi instruktur bilang saya berbakat. Huhuy. Terserah deh mau bener atau nggak tuh omongan. Yang jelas besok saya mau merumput lagi. Eh salah, bertanah liat lagi. Sekalian nyoba sepatu reebok tennis baru. sepatu tennis pertama nih. hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCAy26DcW6I/AAAAAAAAACg/774UefOH168/s1600-h/tennis11.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCAy26DcW6I/AAAAAAAAACg/774UefOH168/s400/tennis11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197209888863574946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-509053653378883687?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/509053653378883687/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=509053653378883687' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/509053653378883687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/509053653378883687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/05/photobucket.html' title='Play tennis!'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCAyxaDcW5I/AAAAAAAAACY/_cmrVN627gI/s72-c/tennis1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-7135156653415856940</id><published>2008-04-30T18:02:00.006+07:00</published><updated>2008-04-30T18:25:20.890+07:00</updated><title type='text'>Set For A Final Date with Manchester United in Moscow</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SBhTDKDcW0I/AAAAAAAAABs/8aPvdOuybqM/s1600-h/tores.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SBhTDKDcW0I/AAAAAAAAABs/8aPvdOuybqM/s320/tores.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194993483875375938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nonton Liverpool ntar malem. Lawan Chelsea. Taruhan goban sama banci fans-nya Chelsea. Mohon restu dari semua. Mudah-mudahan Riise diturunkan. Keliatannya dia pengen ngebales kesalahannya di leg pertama. Melawan Birmingham kemaren, Riise semangat banget. Seneng juga denger ambisi Tores yang pengen ngejebol gawang Chelsea dua kali. Saya tagih pagi ini Tores. Tapi, apapun hasilnya nanti, saya akan tetap bersama Liverpool. Cause we never walk alone! Never will!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SBhR26DcWzI/AAAAAAAAABk/HaUZB2hXdx8/s1600-h/champs-0308-chelsea-away.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SBhR26DcWzI/AAAAAAAAABk/HaUZB2hXdx8/s320/champs-0308-chelsea-away.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194992173910350642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-7135156653415856940?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/7135156653415856940/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=7135156653415856940' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7135156653415856940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7135156653415856940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/04/nonton-liverpool-ntar-malem.html' title='Set For A Final Date with Manchester United in Moscow'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SBhTDKDcW0I/AAAAAAAAABs/8aPvdOuybqM/s72-c/tores.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-6464278300110016895</id><published>2008-04-30T17:48:00.012+07:00</published><updated>2008-05-06T18:11:26.587+07:00</updated><title type='text'>Losmen Seram</title><content type='html'>&lt;div style="width: 400px; text-align: center;"&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" src="http://w23.photobucket.com/pbwidget.swf?pbwurl=http://w23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/46d733fd.pbw" height="300" width="400"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Waktu ke Surabaya, saya kebetulan jalan-jalan. Setelah naek taksi dari hotel, minta dianter ke Kembang Jepun. Dari situ pokoknya jalan terus nyari bangunan-bangunan kuno. Nah, di jalan saya bertemu dengan pondokan atau losmen yang ada di gambar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spooky banget. Hampir gak percaya kalau losmen itu masih beroperasi. Tapi aneh ga sih kalau para tamu losmen ini bawa mobil yang masih baru. Lagi ngirit atau memang ada sesuatu di losmen ini? Pasti ada-lah, seenggaknya suster ngesot. hiiii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o iya, thx to photobucket yang memungkinkan dramatisasi foto yang saya ambil. kalau mau liat aslinya, klik dua foto di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCA6DaDcW7I/AAAAAAAAACo/WjIu3gvMSuU/s1600-h/rumahhantu1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCA6DaDcW7I/AAAAAAAAACo/WjIu3gvMSuU/s400/rumahhantu1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197217800193334194" border="0" width="60" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCA6qaDcW8I/AAAAAAAAACw/fWG7b-1751o/s1600-h/rumahhantu2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCA6qaDcW8I/AAAAAAAAACw/fWG7b-1751o/s400/rumahhantu2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197218470208232386" border="0" width="60" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-6464278300110016895?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/6464278300110016895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=6464278300110016895' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6464278300110016895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6464278300110016895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/04/waktu-ke-surabaya-saya-kebetulan-jalan.html' title='Losmen Seram'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCA6DaDcW7I/AAAAAAAAACo/WjIu3gvMSuU/s72-c/rumahhantu1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-8979062551602409252</id><published>2008-04-29T17:06:00.003+07:00</published><updated>2008-04-29T17:16:07.336+07:00</updated><title type='text'>Be A Jerk</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SBbzUqDcWuI/AAAAAAAAAA8/KHmge3RNocY/s1600-h/me+PP.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SBbzUqDcWuI/AAAAAAAAAA8/KHmge3RNocY/s320/me+PP.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194606756430109410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setiap kaum berbeda. Semuanya unik. Tidak ada yang istimewa. Tidak pula ada yang tidak istimewa. Tapi, ada satu kaum yang harus saya akui kerap membuat terpingkal dengan tingkah polah mereka. Mereka adalah para banci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menikmati celetukan banyol banci. Kreatif dan spontan. Bahkan, ketika tak melucu pun mereka sudah lucu. Cara mereka berjalan, melirik, duduk, cemberut, dan berbagai gesture lainnya jarang gagal membuat perut terpingkal. Seolah mereka memang terlahir sebagai joker ulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga Ahad kemarin saya menonton acara "Be A Man" di Global TV. Reality show yang menampilkan para banci yang dilatih menjadi pria. "Biar dibalikin lagi jadi cowok," ujar teman saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya itu menganggap banci adalah pria yang melenceng, sehingga perlu diajak kembali ke jati diri yang benar. Dia pun mengutip kisah dari Al Quran tentang umat salah seorang nabi yang homoseks dan pada akhirnya dimusnahkan Tuhan. Tapi sebetulnya yang dibahas kan banci ya. Yang diperbincangkan adalah tingkah laku, bukan orientasi seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tertawa saat menonton Be A Man. Memang lucu kok. Hanya saja saya, berbeda dengan teman saya, tidak menganggap banci adalah sebuah bentuk penyimpangan. Kalaupun disebut menyimpang, saya tidak menilainya salah sehingga perlu diubah menjadi kaum "normal". Apa salahnya menyimpang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa, kita sebagai manusia cenderung mudah menilai sesuatu. Seolah tahu betul apa yang terbaik bagi semua. Kita mungkin tahu mana yang benar dan yang salah. Tapi percayalah, kita tak pernah tahu mana yang terbaik buat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kawan-kawan banci itu, misalnya. Siapa yang berani menjamin kehidupan mereka bakal menjadi lebih baik bila mereka mengubah diri menjadi lelaki "sesungguhnya?" Sepadankah usaha mereka nanti bila benar-benar menjadi pria? Kepada siapa mereka harus membuktikan bahwa mereka sudah betul-betul menjadi lelaki? Siapa yang bisa menjamin kehidupan di bumi lebih baik tanpa tingkah laku banci. Siapa yang berani mengatakan, usaha mereka menjadi lelaki "asli" lebih penting ketimbang bekerja sesuai profesinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada semua yang banci, saya mohon maaf sebesar-besarnya bila saya tertawa menyimak kalian bertingkah laku. Mungkin sudah saatnya saya bersilaturahmi lebih sering dengan kalian. Bisa jadi kalau sudah sering bertemu, saya bosan juga dipancing tertawa oleh kalian. Kalian sama sekali tidak perlu berubah hanya karena berbeda dengan saya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-8979062551602409252?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/8979062551602409252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=8979062551602409252' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8979062551602409252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8979062551602409252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/04/be-jerk.html' title='Be A Jerk'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SBbzUqDcWuI/AAAAAAAAAA8/KHmge3RNocY/s72-c/me+PP.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-5842099063856912384</id><published>2008-04-27T18:20:00.002+07:00</published><updated>2008-05-07T10:05:28.174+07:00</updated><title type='text'>Benar-Salah Bukan Masalah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCEV66DcW9I/AAAAAAAAAC4/P1_GjTWqaoo/s1600-h/Benar+salah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCEV66DcW9I/AAAAAAAAAC4/P1_GjTWqaoo/s400/Benar+salah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197459546722556882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tertarik dengan benar atau salah. Saya lebih senang menyimak bagaimana Anda melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(zaky)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-5842099063856912384?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/5842099063856912384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=5842099063856912384' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5842099063856912384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5842099063856912384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/04/benar-salah-bukan-masalah.html' title='Benar-Salah Bukan Masalah'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/SCEV66DcW9I/AAAAAAAAAC4/P1_GjTWqaoo/s72-c/Benar+salah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-1992693210850070861</id><published>2008-04-02T15:27:00.002+07:00</published><updated>2008-04-02T17:32:08.386+07:00</updated><title type='text'>Kerja di kulkas</title><content type='html'>Siapa bilang Jakarta panas? Dingin banget gila. Padahal di siang bolong. Brrrrr...rrrr. Coba aja dateng ke kantor gue. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahahahaha. Kantor baru nih ceritanya. Sejak kemarin, gue masuk kantor baru yang lama. Alias balik kandang. Tapi, yang lama cuma orang-orangnya aja. Gedungnya baru banget. Masih wangi furniture fresh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi asli nih dingin banget. Pasti AC di kantor gak pake standar tropis. Subtropis pun bukan kayaknya. Gak tau deh pake standar mana. Bibir gue sampe biru-biru begini. Mmm... boongnya ketauan banget ya? Gue kan item. Kalaupun dingin banget, gak bakal membiru. Meng-ungu pekat lebih mungkin. kekekekeke.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-1992693210850070861?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/1992693210850070861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=1992693210850070861' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/1992693210850070861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/1992693210850070861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/04/kerja-di-kulkas.html' title='Kerja di kulkas'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-6990402053010124562</id><published>2008-01-28T09:47:00.000+07:00</published><updated>2008-01-28T20:26:13.215+07:00</updated><title type='text'>Pikun</title><content type='html'>Hari ini istimewa. Bukan. Bukan karena Soeharto hari ini dimakamkan. Walau begitu, memang ada sih sedikit hubungan dengan wafatnya orang nomor satu zaman Orba ini. H Hari Minggu, sekitar jam 1 siang lebih, ketika asyik memilih buku di Trimedia Bookstore, Mall Ambasador, tiba-tiba dapet sms dari teman yang reporter tv. "Pak Harto wafat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berhenti sejenak. Melihat sekeliling. Bertanya dalam hati, apa orang-orang di toko buku ini sadar bahwa Soeharto sudah tiada. Saya perhatikan layar televisi, tidak menyiarkan siaran televisi nasional, melainkan rekaman siaran Kick Andy yang tengah membahas buku Laskar Pelangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat terpikir memforward sms. Tapi, temen-temen yang deket TV pasti udah liat semacam stop press tentang wafatnya Soeharto. Jadi, ya sudah. Saya melanjutkan lagi melihat-lihat buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira sejam setelah ngubek-ngubek toko buku, saya menuju kasir dengan membawa satu buku. Cuma satu buku. Bayar, lalu langsung cabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tadi pagi. Tak terlalu cerah, mendung juga nggak. Sehabis mandi saya ambil celana jeans. Terasa ada sesuatu di saku. Saya keluarkan, dan ternyata sodara-sodara setanah air yang tidak terlalu bahagia; ada kartu penitipan barang di saku celana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya saya lupa mengambil kembali tas di deposit counter toko buku kemarin. Dasar pikun kampungan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-6990402053010124562?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/6990402053010124562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=6990402053010124562' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6990402053010124562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6990402053010124562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/01/pikun.html' title='Pikun'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-9012010414172132952</id><published>2008-01-11T17:43:00.000+07:00</published><updated>2008-01-11T17:46:57.124+07:00</updated><title type='text'>Fun Fact</title><content type='html'>Iseng-iseng ngecek Google Analytics lagi. Ternyata sodara-sodara, pengunjung situs ini lebih banyak dari Bekasi. Hampir dua kali lipat dari pengunjung Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa ini? Kok bisa situs se-sophisticated seperti ini lebih menarik perhatian masyarakat pinggiran? Kenapa Bekasi? Hehehehehe... Kenapa gak tangerang? Tangerang bahkan gak ada di list yang pernah mengunjungi. Dan yogya, kenapa gak ada orang yogya yang mengakses? Oh sungguh aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi karena dari Bekasi lebih banyak, minggu depan saya akan mengunjungi kota di sebelah timur Jakarta itu. Emang udah berencana nengok om dan tante gue kali! kekekeke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomongin soal Bekasi, kota ini memang ajaib banget. Bentuk kotanya susah digambarin. Entah kenapa, kesannya cuma satu; berantakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tol, yang gue tau ada dua pintu menuju kota bekasi; Tol Barat dan Timur. Kalu masuk dari Barat, baru saja keluar pintu tol langsung disambut mal-mal segede babi. Tapi, lagi-lagi saya tak tega menjelaskan, kenapa saya tak betah belanja di sana. Serba nanggung aja kayaknya. Lokasi ini sering macet, tapi setidaknya masih lebih enak ketimbang kalau kita lewat pintu tol Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kilometer dari pintu tol Timur, ada perempatan yang ramai sekali. Namanya Bulak Kapal. Lebih sempit. Saking padatnya, volume kendaraan terlihat banyak sekali. Keruwetan bukan satu-satunya masalah yang gue komplen. Rasa aman di intersection ini minim sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, ketika numpang di rumah om, hampir tiap hari gue harus melewati perempatan jahanam ini. Tapi ya itu, cuma lewat doang. Tapi meski cuma sekilas-sekilas, banyak pengalaman yang "lucu" yang gue alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat inilah gue melihat dengan mata kepala sendiri, tukang copet yang dipukul sekuat tenaga pake gitar kopong. Bodi gitar sampe ancur menghantam kepala copet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kesaksian mata sendiri, asumsi gue, gitar itu milik korban. Entah dia pencopet yang menyamar pengamen, atau pengamen menyambi copet. Pokoknya, awalnya dia turun dari bis mayasari bakti dengan tenang sambil membawa gitar. Tiba-tiba orang-orang di dalam bis menunjuk-nunjuk dia dan terdengar teriakan copet!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si copet melesat lari. Tapi, kerumunan di perempatan terlalu padat. Sehingga dengan mudah ia dibekuk masyarakat. Gitar yang ia tinggalkan ketika mulai berlari diambil seseorang. Lalu, BUK! Gitar yang tadinya cuma bolong di bagian depan, kini di belakang juga. Genap sudah. Copet tersungkur dihakimi massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perempatan ini juga gue sering diintimidasi pengamen yang tiba-tiba malas memindahkan tangan meminta mereka sebelum setiap orang memberikan uang. Suatu waktu, tangan itu akhirnya giliran menghampiri gue. Wajah si pengamen kucel, tak berbeda jauh dengan pakaiannya. Sorotan matanya jelas berkata, "Gue tungguin sampe mampus!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, gue keluarin uang receh 50 perak. Gue merasa beruntung. Gue gak rela ngasi uang banyak, dan kebetulan di saku celana ada 50 perak. Kemudian, aku pindahkan 50 perak ke tangan dia. Tak disangka, sang pengamen membanting harta terkecil di kantong celanaku tadi. Jelas sekali, dia tak suka 50 perak. Mungkin dia lebih suka 25 perak. Tapi mana mungkin, hari gini susah nyari pecahan slawe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru dua kasus, masih banyak lagi cerita di perempatan Bulak Kapal yang bakal ngebosenin kalo diceritain semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar itu semua, I love you Bekasi. Keep visiting my blog. ;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-9012010414172132952?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/9012010414172132952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=9012010414172132952' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/9012010414172132952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/9012010414172132952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/01/fun-fact.html' title='Fun Fact'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-4382220059222464569</id><published>2008-01-07T20:58:00.001+07:00</published><updated>2008-01-07T21:08:43.922+07:00</updated><title type='text'>Balada Utang-Mengutang</title><content type='html'>Utang-mengutang mulai jadi kebiasaan pas kuliah. Maklum, gak cuma kiriman uang dari ortu yang telat, kadang-kadang (baca: seringnya) nafsu mengeluarkan duit lebih gede dari kemampuan. Alhasil, siapa yang sedang punya duit berlebih, ya diutangin. Hari ini bisa aja gue yang punya lebih dan ngasih utangan. Besoknya, bisa-bisa justru gue yang butuh ngutang. Biasanya bilang begini, "Pinjem duit dong. Duit gue dipinjem si anu tuh. Ntar kalo dia bayar, gue langsung kasih ke elu deh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bayangin sekitar 10 mahasiswa hidup berdampingan utang-mengutang satu sama lain. Kebiasaan ini berlangsung dalam jangka waktu bertahun-tahun. Sumpah, kelakuan ini membuat hidup kami sedikit berantakan. Jadi, misalnya suatu hari si Andri temen gue nagih utang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Men, gue harus bayar utang nih sama si Lia, temennya pacar gue. Bayar utang yang goban dong, gue malu nih ditagih terus."&lt;br /&gt;"Lu tagih aja si Ade noh. Dia punya utang ke gue kok. Goban juga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Andri pun membangunkan Ade yang sejak siang tidur di kamar saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"De, bangun De."&lt;br /&gt;"Ada apa si?"&lt;br /&gt;"Si Zaky nagih utang tu. Bayarnya ke gue aja. Gue dah ngomong kok sama dia."&lt;br /&gt;"Lha? Gimana si? Justru gue dari pagi nyari elu. Bayar dong utang elu yang 70 rebu. Gue butuh banget. Urgent."&lt;br /&gt;"Wah, jangan sekarang De. Plis, gue juga udah ditagih mulu nih sama temen pacar gue."&lt;br /&gt;"Sama. Gue juga butuh banget nih."&lt;br /&gt;"Yah, mau nagih utang, kok jadi ditagih utang sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya rumit banget deh hubungan utang-mengutang di antara kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kerja, utang bukannya makin beres, malah makin gede. Bisa juta-jutaan. Kebetulan beberapa dari kami masih berhubungan mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan menagih utang pun rumitnya ga berkurang. Kalo ditagih pertengahan bulan atau menjelang gajian, alasannya pasti, "Tunggu gajian dong. Gue lagi ga punya duit nih." Dan kalo ditagih pas tanggal muda alasannya gak kurang logis (tapi tetep nyebelin), "Santai aja dulu. Elu juga kan masih banyak duit. Gajian kan baru kemaren."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haduh. Pusing gue. Serba salah. Gak ada tanggal yang tepat buat nagih utang sama kunyuk satu ini. Dasar tukang ngeles.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-4382220059222464569?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/4382220059222464569/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=4382220059222464569' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/4382220059222464569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/4382220059222464569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/01/balada-utang-mengutang.html' title='Balada Utang-Mengutang'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-7364389603236165255</id><published>2008-01-04T09:52:00.000+07:00</published><updated>2008-01-04T09:54:03.465+07:00</updated><title type='text'>Miring Gak Miring</title><content type='html'>Kemarin, saya bawa mobil-mobilan yang saya beli dari pasar loak ke kantor. Dipajanglah di meja sebagai hiasan. Saya tempatkan di sudut. Setelah dirasa pas, saya atur posisi mobil-mobilan sejajar dengan garis diagonal, alias miring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pagi ini, meja saya kembali rapih. Termasuk posisi mobil-mobilan menjadi sejajar, gak miring lagi. Hehehehehe. Kalau meja selalu berantakan, beginilah jadinya. Orang lain ga tau mana yang tidak rapih, dan mana yang disengaja tidak rapih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-7364389603236165255?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/7364389603236165255/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=7364389603236165255' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7364389603236165255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7364389603236165255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2008/01/miring-gak-miring.html' title='Miring Gak Miring'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-8273941751450115821</id><published>2007-11-22T21:35:00.000+07:00</published><updated>2007-11-22T21:44:16.316+07:00</updated><title type='text'>Highlander Lebih Makmur</title><content type='html'>namanya orang baru, dan bukan pejabat tinggi, harus rela-rela aja kebagian meja yang gak strategis di kantor. Yang ada, terima aja. di bagian kreatif, yaitu divisi di mana gue bekerja, memang tak ada pilihan. tapi di bagian lain, masih ada tempat kosong. dan sedikit (bener-bener sedikit deh) lebih menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka, gue pun memilih tempat di divisi lain. jangan bayangkan kantor besar dengan pembagian ruang per ruang yang tertutup. tempat saya bekerja adalah rumah yang dimodifikasi (baca: dipaksain) jadi kantor. batas ruang kreatif dan stragist saja cuma perbedaan level dua tangga. karena berada di tempat yang lebih tinggi, tak salahlah kalau kami, saya plus anak strategist, disebut highlander. biar gaya. kayak pahlawan-pahlawan dari dataran tinggi skotlandia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah salah satu enaknya jadi highlander di kantor saya adalah, makmur makanan. saya merasa sangat pintar memilih tempat ini. karena cemilan selalu saja ada. maklum, nyaris semua highlander adalah cewek. lakinya cuma saya doang (itu pun banyak meragukan kejantanan saya). dan semua tahu, perempuan rajin banget bawa camilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah hari ini, dari mulai siang, saya disupply makanan terus. Belum juga lapar setelah makan siang, lani teman di seberang meja memberikan sandwich yang lumayan gede buat porsi gue. Lia juga menawarkan roti daging yang dia bawa dari rumah. sementara abby punya sekarung Taro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dibilang tadi, perbedaan level lantai strategist dan kreatif memang cuma dua tangga. tapi, soal kesejahteraan jauh banget. ibarat indonesia sama brunei. jarak geografis deket, kesejahteraan mah jauh banget kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai jam lima sore, gue dari tanah tinggi, bisa ngeliat anak kreatif yang sengsara. salah satu yang makmur punya secangkir kopi. itu pun sudah kering. tinggal ampasnya. dengan nyaringnya gue denger perut mereka berteriak. lebih keras dari suara printer dot matrix epson jaman dulu. kuping mereka terpasang dengan siaga. kalau-kalau ada suara nyaring tukang siomay, bakso gepeng, atau sekadar es krim kampung. pokoknya jangan sampai terlewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyenangkan sekali melihat penderitaan orang lain. tak sedikitpun rasa iba muncul dari hatiku yang putih bersih ini. lalu, sekitar jam 8 malem, seorang lowlander (hehehe maksain deh istilahnya) merangkak menghampiri yang dipertuan agung highlander satu-satunya yang belum kebagian waktu pulang (saya maksudnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan mata berbinar, lowlander menatap sisa taro yang tinggal beberapa keping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"wah punya siapa nih?"&lt;br /&gt;"udah, embat aja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejenak ia pun sibuk merogoh dalam-dalam bungkus taro yang memang tinggal remah-remah itu. setelah habis, saya tunjukan beberapa sisa makanan lain. tanpa berpanjang ucap, ia pun melahap semua makanan yang tersisa. dasar orang miskin. kalo lagi seneng ga inget sodara lainnya yang menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Woi, enak banget di atas sini. dari tadi kita kelaparan, di sini banyak banget makanan." begitu ia bersabda kepada teman-temannya di tanah bawah. sayang, ia berteriak setelah perutnya penuh, dan makanan di highlander tak bersisa. halah!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-8273941751450115821?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/8273941751450115821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=8273941751450115821' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8273941751450115821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8273941751450115821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2007/11/highlander-lebih-makmur.html' title='Highlander Lebih Makmur'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-2859687756543485446</id><published>2007-11-22T10:54:00.000+07:00</published><updated>2007-11-22T11:02:55.236+07:00</updated><title type='text'>Sial, Sial, Sial!</title><content type='html'>Tahun ini bener-bener sial buat dunia tontonan sepak bola gue. Setelah gak bisa nonton EPL rutin (which is good anyway, gue banyak kerjaan juga di akhir pekan), barusan baru baca Inggris kalah dari Kroasia, 2-3! Bodoh! Udah ditulungin dengan kalahnya Rusia, eh masih gak bisa lolos juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan gue tahun ini tinggal Liverpool di Liga Champions. Itu pun di ujung tanduk. Walopun di game Liga Champions terakhir mereka pesta gol waktu lawan Besiktas. Liverpool gak boleh kalah di pertandingan berikutnya. Aarrgghh...kambing ni semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-2859687756543485446?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/2859687756543485446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=2859687756543485446' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/2859687756543485446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/2859687756543485446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2007/11/sial-sial-sial.html' title='Sial, Sial, Sial!'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-5121622639512715512</id><published>2007-11-20T20:23:00.000+07:00</published><updated>2007-11-20T20:24:54.536+07:00</updated><title type='text'>Ngapain lu di sini?</title><content type='html'>belakangan, saya punya kantor dua. eh, maksudnya memiliki kewajiban pergi ke dua kantor. tepatnya begitu. alhasil, dalam seminggu paling 2-3 hari di masing-masing tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;minggu kemarin, tiba-tiba dekat meja saya terlihat sosok perempuan tak lazim di kantor, namun tak asing di memori. dia begitu asik mengambil hasil cetakan di mesin printer dekat meja saya. cuma rambutnya yang lebih pendek yang bikin sedikit ragu. "Hah, elu ngapain di sini Va?" Begitu reaksi saya. Eva, teman saya itu sama kagetnya, "Nah elu ngapain di sini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata dia sudah beberapa hari belakangan ini kerja di tempat yang sama. hanya karena saya yang kebetulan suka kabur-kaburan, jadinya ga pernah ketemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu. tadi sore, waktu meeting dengan bos, dari celah pintu yang agak terbuka, terlihat lagi sosok yang tak asing namun tak lazim di kantor yang lain. secara refleks, langsung berdiri dan mengamati lebih cermat. reaksi itu ternyata terdeteksi dengan jelas oleh kawan lama yang lagi-lagi perempuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"zaky? ngapain lu di sini?"&lt;br /&gt;"nah, elu ngapain di sini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selanjutnya, bla bla bla bla....tuker nomor telp dan bla-bla-bla lagi. ternyata kawan yang satu ini kerap berkunjung karena kantor bos saya itu salah satu kliennya dia. dulu, dia ini sekelas di sma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelumnya, sempet juga saya ditugaskan mewawancara seseorang yang dari namanya gue yakin gak pernah kenal. pas ketemu, kok kayak familiar. setelah interview selesai, baru-lah nanya, "dulu kuliah di mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Unpad," jawabnya.&lt;br /&gt;"Fikom ya?" tebak saya.&lt;br /&gt;"Oo...lu juga kuliah di sana ya?"&lt;br /&gt;"Iya dari tadi gue pengen nanya, tapi nunggu interview dulu,"&lt;br /&gt;"sama sih. dari tadi juga gue familiar sama elu."&lt;br /&gt;"ya ya ya"&lt;br /&gt;"abis, dulu kayaknya lu gak seitem ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wakakaka. gue ketawa sambil bilang dalam hati, "Udah ah, gue gak bisa komen kalo yang satu ini." perasaan, gue item mutlak dari dulu. solid black aja gitu dari kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi bagaimanapun juga, selalu seneng lah bisa ketemu serpihan masa lalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-5121622639512715512?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/5121622639512715512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=5121622639512715512' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5121622639512715512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5121622639512715512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2007/11/ngapain-lu-di-sini_20.html' title='Ngapain lu di sini?'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-9193128841515592229</id><published>2007-11-20T12:23:00.000+07:00</published><updated>2007-11-20T12:35:08.446+07:00</updated><title type='text'>Masih Jaim</title><content type='html'>Ngantuk siang-siang, kalo di kantor obatnya ya cuma tidur. Lima menit cukup. Jangan di kasur (emang ada kantor yang nyediain tempat tidur? hehehe ada bos, banyak malah). biasanya terserang kantuk sekitar jam 1 sampe jam 3, selepas makan siang. ngantuknya bisa kurang ajar banget. padahal ya itu tadi, obatnya cuma tidur 5 menit. jangan lebih, dan jangan di kasur. bisa keenakan, terus bablas, bangun-bangun dapet SP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan pagi ini, baru aja masuk kantor, jam 10.30, saya diserang kantuk. tapi karena ini kantor baru, untuk sejenak tidur agak risih. hahahaha.... maklum masih jaim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngomong soal ngantuk, kenapa ya kalau di angkutan umum yang kendaraannya jelek, bau, bising, gerah, pokoknya tipe-tipe bus PPD atau metromini, saya sering tak kuasa menahan kantuk. giliran di mobil yang enak, pake ac, jok kulit, suspensi per keong empat-empatnya, malah jarang bisa tidur. emang dasarnya punya selera kampungan, susah banget naik peringkat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-9193128841515592229?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/9193128841515592229/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=9193128841515592229' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/9193128841515592229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/9193128841515592229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2007/11/masih-jaim.html' title='Masih Jaim'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-4094516151986237413</id><published>2007-11-08T16:23:00.002+07:00</published><updated>2007-11-08T16:28:31.340+07:00</updated><title type='text'>how strange</title><content type='html'>di kosan, kamar saya bersebelahan dengan wiwit. uniknya, sudah seminggu ini gak pernah bertatap muka sama dia. pas dia berangkat kerja, biasanya jam 7-8 pagi, saya masih anteng mendengkur. pas saya pulang kerja jam 22.00 ke atas, giliran dia yang sudah jauh berwisata di taman impian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oh mungkin kita bisa ketemu di weekend. kan libur. aahh ternyata susah juga. soalnya doi selalu pulang ke negara asalnya, bekasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah hebat banget waktu. walopun secara lokasi bersebelahan; tidur bareng tiap hari dengan jarak gak lebih dari 4 meter; kok bisa sampe seminggu ga bisa ketemu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-4094516151986237413?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/4094516151986237413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=4094516151986237413' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/4094516151986237413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/4094516151986237413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2007/11/how-strange.html' title='how strange'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-753543052108574942</id><published>2007-10-29T12:59:00.000+07:00</published><updated>2007-10-29T13:03:06.967+07:00</updated><title type='text'>good morning</title><content type='html'>tadi malam tidur jam 9. itu 3-4 jam lebih awal dari biasanya. bangun jam 6, cuci pakaian dalam (hehehehe, jenis pakaian ini gak mau orang lain yang cuci). habis itu balik ke kamar, baca buku yang baru kemaren dibeli. lalu ngantuk lagi. tertidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selanjutnya adalah perjuangan yang luar biasa berat untuk kembali bangun. sempat beberapa kali membuka mata, namun beberapa detik kemudian tenggelam lagi dalam mimpi. mana aneh-aneh lagi mimpinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya baru nyampe kantor jam 11.30. &lt;br /&gt;good morning everyone! eh salah ya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-753543052108574942?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/753543052108574942/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=753543052108574942' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/753543052108574942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/753543052108574942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2007/10/good-morning.html' title='good morning'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-4749614804334285050</id><published>2007-09-27T16:49:00.000+07:00</published><updated>2007-09-27T16:59:56.271+07:00</updated><title type='text'>Keluh</title><content type='html'>Udah hampir dua minggu ini sembunyi di Sukabumi. Maksud hati ingin melarikan diri dari kepenatan Jakarta. Dari sibuk depan komputer, ingin sekali mencangkul di sawah atau mengurus kolam ikan di utara Sukabumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, percuma ternyata kalo masih menghidupkan ponsel. Ada aja yang minta macem-macem dari kota keparat itu. Akhirnya tetep aja harus bertemu lagi layar monitor dan konek internet. Parah lagi yang mengharuskan balik ke jakarta. Hehehehe. Masih muda kok ngeluh. Apa gue udah tua ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-4749614804334285050?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/4749614804334285050/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=4749614804334285050' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/4749614804334285050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/4749614804334285050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2007/09/keluh.html' title='Keluh'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-9084331933717939347</id><published>2007-09-26T15:20:00.000+07:00</published><updated>2007-09-26T15:25:39.159+07:00</updated><title type='text'>SMS dari Surga</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ini sms dr ibu ALI SAID:Juru kunci sayyidah mekkah, brmimpi brtemu ROSULULLAH SAW.Beliau b pesan "kuatkan aqidah dlm ibadah krn dunia ini sdh goyang &amp;amp; tua" sebarkan ke 10 muslim.insya allah dlm jgka wktu 10 hari akn mdpkn rzki bsr &amp;amp; jk tdk dsbrkn tnggulah ksulitn yg tiada henti2nya. Ingat ini AMANAH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teks di atas adalah asli saya tiru dengan hati-hati dan seksama, tidak mengubah sedikitpun, dari sebuah pesan singkat yang diterima tadi malam, sekitar pukul 23.15. Sebelumnya, saya sudah banyak menerima pesan berantai seperti ini lewat berbagai macam medium. SMS dan email terutama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yang sadar, sudahlah ini memang tak perlu dibahas. Tapi karena sekarang load pekerjaan lumayan turun, saya yang sadar ini (huhuy) punya banyak waktu membahas yang tak perlu dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyenangkan sebenarnya mencermati isi pesan ini. Tata bahasanya sangat kacau, bahkan jika penyingkatan kata diabaikan. Sehingga kalimat pun menjadi rancu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan kalimat “Ini sms dr ibu ALI SAID…(yang) brmimpi brtemu ROSULULLAH SAW. Beliau b pesan…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa beliau ini? Ibunya Ali Said? Apa Rasul yang ditemui lewat mimpi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati dengan asal muasal pesan. Islam sangat memperhatikan status sumber. Kalau cuma cerita dari orang biasa, ya itu namanya pesan atau saran saja. Kalau dari mulut nabi, itu namanya hadits yang tingkatannya kesakralannya sangat kuat. Kalau ini hadits, siapa yang menceritakan paling awal? Tepercaya gak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak perlu sejauh itu memang. Toh, walaupun maksudnya pesan berasal dari mulut Muhammad, itu kan lewat mimpi emaknya Ali Said. Tapi, rupanya penyusun paham betul prinsip guilt by association (duh pening kalo harus menerangkan istilah sok pinter ini. Belum tentu juga saya menuliskannya benar). Artinya, kalaupun Anda memaknai “beliau” tadi sebagai ibunya Ali, ketahuilah bahwa maminya Ali ini akrab dengan Rasul. Buktinya, dia mimpi bertemu Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam SMS ini, ada tiga pokok utama yang disampaikan. Satu, dunia sudah goyang dan tua, maka solusinya kuatkan aqidah dalam beribadah. Tak jelas apa yang dimaksud dengan goyang dan tua. Apakah ini bocoran dari nabi Muhammad bahwa kiamat sudah dekat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya taruhlah begitu. Lalu kedua, perhatikan kalimat “sebarkan ke 10 muslim.” Lucu sekali kan? Muhammad dengan segala kebesarannya dalam sejarah hanya peduli pada umat muslim. Tapi ya sekali lagi, anggaplah Muhammad yang sekarang ini, yang setelah meninggal itu, sikapnya sudah berubah. Siapa tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga adalah “insya allah dlm jgka wktu 10 hari akn mdpkn rzki bsr &amp;amp; jk tdk dsbrkn tnggulah ksulitn yg tiada henti2nya.” Hmmm… ini yang paling menarik. Saya yakin inilah faktor paling dahsyat yang mempengaruhi setiap orang yang mengirimteruskan SMS di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengerikan sekali kan mendapatkan kemungkinan menghadapi kesulitan yang tiada henti? Apa susahnya sih meneruskan pesan ini ke 10 orang teman muslim? Gak mahal kok. Kalau satu SMS Rp 350, cuma Rp 3.500 yang perlu dirogoh. Gak lebih dari harga semangkuk bakso (kecuali buat fakir pulsa seperti saya, kasian deh). Lagipula, kalau memang betul, kan enak dapet rezeki besar satu setengah minggu ke depan. Cuma beberapa kali pencet tombol, terbebas deh dari ancaman kesulitan tanpa batas sekaligus dapet rezeki nomplok di hari kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamaaakkk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang akrab dengan periklanan, saya berani bertaruh, pesan seperti ini jauh lebih efektif dari kampanye puluhan miliar rupiah para pengusaha. Hampir semua ingredient penentu efektivitas pesan ada di sini. Bahkan, timing pengiriman pesan di saat Ramadhan ini juga bukan tanpa sengaja. Suasananya mendukung sekali bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya tidak berani adalah mengatakan pesan seperti di atas berdampak baik atau buruk pada penerima. Setelah membaca SMS ini, bisa saja orang menjadi sangat ketakutan dan melakukan hal-hal yang irasional. Atau bisa juga orang menjadi lebih rajin beribadah. Baik beribadah ritual, maupun ibadah sosial. Amin ya rabbal alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, saya sih memilih tidak meneruskan pesan seperti ini. Kenapa? Gak perlu dibahas lagi kali ya. Hehehehehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-9084331933717939347?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/9084331933717939347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=9084331933717939347' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/9084331933717939347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/9084331933717939347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2007/09/sms-dari-surga.html' title='SMS dari Surga'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-7015190606137685689</id><published>2007-09-03T13:10:00.000+07:00</published><updated>2007-09-03T13:12:42.200+07:00</updated><title type='text'>Kuingin Inginku Inginmu</title><content type='html'>Aku ingin percaya ada kehidupan di bulan.&lt;br /&gt;Jangan di Mars, Venus, apalagi Saturnus.&lt;br /&gt;Aku ingin percaya di bulanlah adanya kehidupan lain.&lt;br /&gt;Bukan di benda angkasa yang lebih jauh.&lt;br /&gt;Bukan di bongkahan yang lebih terang menyilaukan.&lt;br /&gt;Bukan pula di obyek langitan lain yang lebih centil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya dua kehidupan itu bisa&lt;br /&gt;saling memandang.&lt;br /&gt;Saling menatap.&lt;br /&gt;Saling berimajinasi.&lt;br /&gt;Meski masing-masing tak pernah yakin &lt;br /&gt;akan kehidupan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membayangkan,&lt;br /&gt;di bulan ada juga seorang anak &lt;br /&gt;yang mengutuk ingin percaya,&lt;br /&gt;ada kehidupan di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menatap bulan,&lt;br /&gt;aku ingin percaya,&lt;br /&gt;ada seorang anak di bulan&lt;br /&gt;yang juga menatap bumi,&lt;br /&gt;penuh harap dan cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin percaya, &lt;br /&gt;kami saling menatap&lt;br /&gt;dan memeluk erat keyakinan,&lt;br /&gt;perasaan ini tak pernah sepihak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-7015190606137685689?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/7015190606137685689/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=7015190606137685689' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7015190606137685689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7015190606137685689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2007/09/kuingin-inginku-inginmu.html' title='Kuingin Inginku Inginmu'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-7807187763987470418</id><published>2007-08-24T19:40:00.000+07:00</published><updated>2007-08-24T19:44:40.878+07:00</updated><title type='text'>Begini Terus</title><content type='html'>Malem-malem. Pulang kerja. Nyampe kosan. Capek sangat. Lapar pula. Beli Indomie. Nengok temen. Belum tidur. Ngobrolin cewek. Sampe pagi. Tidur sebentar. Kerja lagi. Pulang lagi. Capek lagi. Lapar lagi. Nongkrong lagi. Pagi lagi. Gitu terus. Sampe gempor. Sampe kapan? Gak tau. Sampe mati? Bisa jadi. Siapa tau.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-7807187763987470418?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/7807187763987470418/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=7807187763987470418' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7807187763987470418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7807187763987470418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2007/08/begini-terus.html' title='Begini Terus'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-2203255201658483726</id><published>2007-08-03T13:32:00.000+07:00</published><updated>2007-08-03T13:38:23.885+07:00</updated><title type='text'>Rela (tidak) Menikah</title><content type='html'>Menikah adalah pilihan. Semua orang tahu itu dan menerimanya dengan baik. Berarti, tidak menikah juga adalah pilihan. Semua orang tahu itu tapi tidak semua menerima kenyataan ini dengan mudah (setidaknya bagi dirinya sendiri). Ngaku aja deh. Jarang kan yang bercita-cita hidup sendiri tanpa menikah sampe ajal menjemput? Apalagi buat orang muslim yang dicontohkan oleh nabi Muhammad saw untuk menikah (bahkan sebagian begitu egoistis mencap poligami sebagai sunah rasul).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilih film romantis populer apapun, di mana pun. Banyak sekali yang berpesan--secara sengaja ataupun tidak--cinta akan mewujud sempurna begitu mencapai pernikahan. Tak sulit kan mengingat film yang berakhir dengan adegan pernikahan? Kalimat "will you marry me?" bersanding dengan "I do" bisa jadi kalimat paling sering digunakan saat cerita mencapai klimaks. Salah? Tentu tidak. Menyesatkan? Mungkin. Who knows?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataanya, orang yang tidak menikah dianggap tidak mampu, gagal, dan patut dikasihani. Terlebih pada perempuan. Yang tidak menikah disebut tidak laku. Seolah penegasan kalau mereka tidak menarik. Seperti ada kesepakatan tak tertulis bahwa yang belum menikah di atas usia tertentu adalah perawan tua. Banyak orang tua bernapas lega ketika anak perempuannya yang berumur di atas 30 misalnya, menginjak pelaminan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan dibayangkan menulis jalan cerita setiap manusia menikah di satu titik tertentu. Mereka percaya kematian, rezeki, dan jodoh ada di tangan Tuhan. Tapi, justru jodoh nyaris tidak dikonsepsikan sebagai kehedak Tuhan yang bebas. Jodoh adalah kehendak manusia yang sering dipaksakan. Kalau saja kaum berselibat bukan dari kalangan religius, orang yang memilih tidak menikah bisa jadi dianggap tidak waras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, masyarakat terdorong secara berlebihan untuk menikah. Padahal statistik kependudukan sering menunjukkan adanya kesenjangan antara jumlah pria dan wanita. Bila jumlah kaum homoseksual diabaikan dulu tanpa mengurangi rasa hormat, jadinya tidak bisa dong satu pria mendapat satu perempuan. Atau mungkin Anda penganut poliandri? Hehehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak sedang berkampanye untuk mengajak tidak menikah. Apa yang ingin saya katakan adalah, cobalah berpikir dengan jernih, relax, dan tidak terburu-buru ketika memutuskan untuk menikah atau memilih pasangan hidup. Bahkan saya selalu kasian setiap kali melihat seseorang (terutama perempuan) masih single di usia "kritis". Bukan karena mereka belum menikah. Melainkan banyak dari mereka yang memposisikan diri dalam kondisi menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, saya merasa tidak berwibawa berkata seperti ini. Maklum, sampai sekarang saya belum menikah. Banyak yang menasehati saya untuk tidak berpikir lama-lama ketika memutuskan menikahi perempuan. "Ragu-ragu itu temennya setan Zak." Ah, bisa aja saya balikin, tergesa-gesa juga temennya iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen-temen saya yang perempuan pasti ada yang gatel ingin berkata, "elu enak cowok bisa nikah kapan aja." Ya begitulah keadaannya. Tanpa harus memperhitungkan rentang usia ideal untuk mengandung, laki-laki memang lebih leluasa menentukan kapan ingin menikah. Tapi saya pribadi tidak menjadikan membuahi sel telur perempuan hingga menghasilkan anak sebagai tujuan menikah. Saya percaya, pernikahan lebih dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ingin punya istri sekaligus punya anak, cari saja janda beranak. Kan beres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi anak sendiri gak bisa disamain dengan anak orang lain Zak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu. Kalau saya bayangkan, memang dengan anak sendiri kayaknya lebih kuat rasa kedekatannya. Lebih gimana gitu. Tapi, apapun itu anak adalah anak. Dan orang tua adalah orang tua. Jangan pernah mengembeli dengan kata kandung, tiri, atau pungut. Semua sama. Semua titipan Allah. Kalau saya nanti masih suka merasa berbeda antara anak sendiri dan anak pungut atau tiri, akan saya tekan habis-habisan agar jangan sampai terekspresikan ke luar. Biarlah sifat egoistis saya itu menderita di neraka diri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau menikah, nanti ketika tua ada yang mengurus kita, Zak. Kalau istri sama-sama renta, kan ada anak yang berkewajiban mengurus kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm...iya kalau anak kita rela mengurus saya. Kalau tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho anak durhaka namanya kalau gak mau ngurus kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, saya gak mau menjerumuskan anak saya. Biar saya bela anak itu nanti di akhirat kalau Tuhan mendakwa durhaka. Insya Allah saya tidak akan menuntut apa-apa dari anak. Walau sudah banyak uang yang dikeluarkan untuk membesarkan mereka. Meski sudah habis tenaga ini mendidik anak. Saya ikhlas lillahitaala. Rela karena Tuhan semata. Kalau mau jaminan masa tua, lebih baik beli saja asuransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh jadi elu mau tua sendiri? Sampai sekarat pun mau gak ada yang nemenin?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau bukanlah kata yang tepat. Tapi kalaupun itu terjadi, apa boleh dikata? Apa yang harus saya lakukan selain menerima kondisi itu dengan ikhlas? Saya memang percaya karma. Tapi berbuat kebaikan (kepada anak misalnya) untuk menumpuk karma dan menikmati buah karma di kemudian hari insya Allah bukanlah niat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sama sekali tidak menampik nikmatnya berkeluarga. Bersama seseorang hingga akhir hayat, sehidup semati, adalah mimpi yang indah (walaupun saya berpikir keras gimana caranya nanti lolos dari rasa bosan, hehehehehe). Kalau dibilang ingin, ya memang ingin berkeluarga. Hanya saja, selain hidup berkeluarga, siapa tahu Tuhan menghendaki saya hidup sendiri sampai akhir hayat. Kalau Dia sudah berkehendak begitu dan saya paksakan menikah, saya khawatir pernikahan tidak membawa berkah bagi istri, anak, dan orang-orang di sekeliling saya. Saya mau tak mau harus menyadari ada kemungkinan tidak menikah. Kalaupun ditakdirkan menikah, rasanya tak perlu-lah diberi ucapan selamat. Karena semua terjadi atas izin-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-2203255201658483726?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/2203255201658483726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=2203255201658483726' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/2203255201658483726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/2203255201658483726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2007/08/rela-tidak-menikah.html' title='Rela (tidak) Menikah'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-8202146308914985579</id><published>2007-08-01T12:36:00.000+07:00</published><updated>2007-08-01T12:42:33.654+07:00</updated><title type='text'>Usus Lurus</title><content type='html'>Mules. Selalu mules. Setiap sehabis makan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat setelah melahap. Mules. Selalu mules. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata beberapa temen, saya mirip burung tekukur. Abis makan langsung pergi ke toilet. Ada lagi yang bilang, usus gue lurus aja. Vertikal, dari kerongkongan sampai ke ujung di bawah sana. Gak belak-belok rumit seperti homo sapiens umumnya. Boro-boro ada usus besar ataupun usus dua belas jari. Lambung aja gak ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mules. Selalu mules. Setiap sehabis makan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-8202146308914985579?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/8202146308914985579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=8202146308914985579' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8202146308914985579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8202146308914985579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2007/08/usus-lurus.html' title='Usus Lurus'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-5418922465544878806</id><published>2007-07-30T12:31:00.000+07:00</published><updated>2007-08-01T12:16:09.416+07:00</updated><title type='text'>Ambulans Suster Ngesot</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/Rq14VHEDytI/AAAAAAAAAAc/-RYOncjP-4E/s1600-h/ambulance1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/Rq14VHEDytI/AAAAAAAAAAc/-RYOncjP-4E/s320/ambulance1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5092859057694558930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Ke Jatinegara yuk!” Pagi-pagi sekitar jam 8, Tando, temen kos setengah membentak membangunkan saya. Gak tertarik. Ini minggu. Saya ingin tidur sampe pollll!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cepetan. Kita ke pasar loak,” sambung Tando. Baru setelah denger kata loak, saya membuka mata. Lalu saya kumpulkan nyawa-nyawa yang berserakan, memaksa diri bangun, dan pergi mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kosan, saya memang terkenal njadul. Mulai dari selera musik yang entah kenapa seperti berhenti di 80-an dan 90-an, seneng pergi ke Kota liat bangunan peninggalan Belanda, sampe baca buku sejarah Kota Bandung, dan lain-lain. Namanya juga selera. Ya sudahlah. Mau diapain lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tando pergi ke pasar loak buat beli kaca mata tahun 70-an yang berukuran besar. Katanya, cocok buat naek motor, mencegah kelilipan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pergilah kami ke pasar loak di Jatinegara. Pengennya motret-motret. Tapi dilarang Tando. Katanya, ga usah deh. Takut kenapa-napa. Ini kan daerah rawan jek. Pengennya gak percaya omongan dia. Tapi ya daripada kehilangan kamera, ngalah aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Tando sibuk cari kaca mata, gue lebih santai liat-liat barang-barang sambil lalu. Ada yang jual kaset-kaset. Saya sendiri cari kaset grup band Halmahera. Sayang sejauh pencarian saya, tak ada Halmahera. Ada pula yang jual henpon-henpon bekas dengan kondisi yang masih lumayan sampe yang termutilasi. Entah masih bisa dipake apa nggak. Di tempat lain ada handycam tahun 80an, jam tangan, console video game kayak Sega dan PS versi awal. Ada pula satu toko yang jual majalah dan buku-buku bekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang-barang di sini gak antik-antik banget dibanding yang dijual di Jalan Surabaya. Bahkan, bisa dibilang di sini banyak yang menjual barang rongsokan. Siapa coba yang mau beli boneka kecil telanjang yang sudah buntung tangan kanannya? Hmmm…ada aja kali ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya mata saya tertuju pada sebuah mainan. Mobil-mobilan ambulans terbuat dari seng (lihat foto). Di bawahnya tertulis “Made in China” dengan teknik embossed. Kita berdua beli. Masing-masing satu. Cuma 15 rebu perak per unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/Rq1463EDyuI/AAAAAAAAAAk/bnF3uR7fml8/s1600-h/ambulance2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/Rq1463EDyuI/AAAAAAAAAAk/bnF3uR7fml8/s320/ambulance2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5092859706234620642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditatap lama-lama ngeri juga ni ambulans. Bulu kuduk mulai berdiri. Mengingatkanku mobil ambulans beneran yang berpengalaman nganterin mayat-mayat. Atau…jangan-jangan model mobil ambulans ini persis yang suka dipake suster ngesot dulu. Hiiiii…merinding nih! Gemeteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, saya juga membeli mainan yang pernah saya miliki waktu jaman SD di ITC Kuningan, Jakarta Selatan. Sebuah mainan pesawat AWACS terbuat dari bahan plastik dan seng. Di tahun 80-an, mainan anak-anak memang banyak terbuat dari seng dan mudah kena karat. Ah, asiknya bernostalgia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/Rq15x3EDyvI/AAAAAAAAAAs/x0H_dbSyLOw/s1600-h/ambulance3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/Rq15x3EDyvI/AAAAAAAAAAs/x0H_dbSyLOw/s320/ambulance3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5092860651127425778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Horee kapnya bisa dibuka!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-5418922465544878806?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/5418922465544878806/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=5418922465544878806' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5418922465544878806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5418922465544878806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2007/07/ambulan-suster-ngesot.html' title='Ambulans Suster Ngesot'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FdYt9N1Rx8I/Rq14VHEDytI/AAAAAAAAAAc/-RYOncjP-4E/s72-c/ambulance1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-2945080126878377709</id><published>2007-07-25T12:38:00.001+07:00</published><updated>2007-07-25T12:40:19.904+07:00</updated><title type='text'>Gak Enak Jadi Tukang Tulis</title><content type='html'>Jadi penulis memang ada enaknya. Kita terbiasa mengungkapkan maksud hati atau perasaan lebih fasih ketimbang kebanyakan orang. Tapi dalam hal yang sama, gue juga suka menyesal kalau lawan bicara tau profesi gue ini. Banyak temen yang sudah langsung antipati kalau gue udah ngoceh soal kebaikan cuma karena gue pengrajin kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan dengerin si zaky. Dia mah emang writer, jago milih kata-kata.”&lt;br /&gt;“Halah, lu mah emang bisa banget balik-balikin kata-kata orang.”&lt;br /&gt;“Ah elu tuh selalu berkelit dan cari pembenaran diri muluk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu biasanya orang-orang sekitar gue bereaksi setelah gue bersabda. Masak sih untuk dianggap jujur tanpa niat memperdaya, gue harus jadi gila dulu seperti Melvin Udall (Jack Nicholson), tokoh di film As Good As It Gets yang penulis novel romantis sukses dan menderita obsesive compulsive. Enak bannget. Cuma karena dianggap sakit jiwa (dan emang gila beneran), pas ngomong seadanya ditanggapi sebagaimana adanya. Masak sih untuk dianggap jujur ketika ngomong kebaikan, seseorang harus jadi asshole dulu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ya sudahlah. Ikhlas aja. Sejernih apapun gue menjelaskan maksud hati, sejujur apapun gue merefleksikan perasaan lewat kata-kata, gue ga bisa mengontrol penuh reaksi lawan bicara gue. Nasib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-2945080126878377709?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/2945080126878377709/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=2945080126878377709' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/2945080126878377709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/2945080126878377709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2007/07/gak-enak-jadi-tukang-tulis.html' title='Gak Enak Jadi Tukang Tulis'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-8008658191941547683</id><published>2007-07-20T13:10:00.000+07:00</published><updated>2007-07-20T20:34:26.541+07:00</updated><title type='text'>Ayu</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/closedup3.jpg" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket" border="0" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;click. photoshoped. and voila!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu cantik sekali malam tadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-8008658191941547683?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://s23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/?action=view&amp;current=closedup3.jpg' title='Ayu'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/8008658191941547683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=8008658191941547683' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8008658191941547683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/8008658191941547683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2007/07/ayu_20.html' title='Ayu'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-1539533788837198727</id><published>2007-07-13T19:03:00.000+07:00</published><updated>2007-07-15T13:10:05.719+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng'/><title type='text'>Twitter, Maenan Baru Gue</title><content type='html'>Sebagai tukang tulis, emang udah darahnya lebih suka mengekspresikan diri lewat kata-kata. Kaos aja seneng banget kalo ada kata-katanya yang bagus. Malah beberapa kali, saya bikin kaos dengan copy yang dibikin sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru aja kemaren, saya sign up ikutan Twitter. Kalo dipikir-pikir layanan Twitter ga penting banget. Iseng amat. Mau tau aja urusan orang. Tapi buat gue yang cinta kata-kata, Twitter adalah anugerah. Secara gratis juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, Twitter adalah alat yang bisa menayangkan (broadcast) apa yang sedang kita lakukan. Setelah mendaftar kita bisa menyiarkan pesan kita di kolom ber-pertanyaan “what are you doing?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bisa baca pesan adalah orang-orang yang menguntit (follow) kita. Dengan demikian, temen kita bisa mengetahui sedang ngapain kita. Sebaliknya, kita juga bisa menguntit orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya Twitter memang buat tau apa yang dilakukan significant others. Tapi, bisa-bisa ajalah kita nulis apa aja. Gak ada yang ngelarang. Misalnya kita tulis aja quote dari Bang Roma. Pokoknya ekspresi diri. Dengan kata lain, layanan ini mirip dengan status message di Yahoo! Messenger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata kita ini bisa diupdate lewat berbagai medium, setidaknya yang gue tau ada tiga macam: masuk ke situsnya (http://twitter.com), sms, atau download mesin updater (gue pake twitterific).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi ini memang iseng-isengan doang. Tapi buat gue, layanan ini menjadikan antar-pengguna internet saling mengenal secara personal. Selain internet, tak ada medium komunikasi massif yang se-personal ini. Oh god, thanks for technology. Buat yang bikin twitter, gue doain masuk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Mau ngintip gue? klik http://twitter.com/zaky&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-1539533788837198727?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/1539533788837198727/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=1539533788837198727' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/1539533788837198727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/1539533788837198727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2007/07/twitter-maenan-baru-gue.html' title='Twitter, Maenan Baru Gue'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-4646289749340354155</id><published>2007-07-09T13:26:00.000+07:00</published><updated>2007-07-09T13:35:35.514+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng'/><title type='text'>Ayah Suka Iseng</title><content type='html'>Karena (dianggap) lebih dulu memahami hidup, orang tua sudah sepantasnya memberikan contoh yang baik kepada anaknya. Tugas ini membuat image orang tua sebagai sosok yang senantiasa berwibawa. Setidaknya begitulah anggapan umum yang dianut masyarakat sekeliling saya. Orang tua seolah makhluk dewani (hehehe...ada gak sih istilah dewani?) yang jauh mengawang dari hamba-nya. Tapi sekali lagi, ini hanya masalah stereotip yang selalu menggeneralisir semua persona dan situasi ke dalam satu kesimpulan yang terlalu sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh ayah saya. Di luar perannya sebagai guru ngaji anak-anak kecil, punya status sosial yang bagus di komunitas pengajian sesama lanjut usia, dan sebagainya ia memiliki "sisi gelap" yang tadinya saya pikir bakal melemahkan tingkat kewibawaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat becandanya itu loh yang suka bikin saya geleng-geleng kepala. Apalagi setelah pensiun dari pekerjaannya sebagai kepala sekolah, isengnya makin menjadi-jadi. Seperti ketika saya duduk di ruang tv, ayah mengangkat telepon yang baru sekali berdering. Perbincangan ayah dengan seseorang di ujung telepon sana begitu bersemangat. Awalnya saya cuek. Tapi belakangan merasa aneh karena mendengar dia berbicara mengenai bisnis jual beli sesuatu. Apa yang mau dijual ya? Begitu saya bertanya-tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perbincangan telepon selesai, segera saya berniat menanyakan perihal kepanasaran saya tadi. Belum juga ngomong, ayah sudah cengar-cengir sambil menjelaskan. Kata dia, barusan adalah telepon nyasar. Tapi bukannya dikasih tau, ayah malah meladeni sambungan tersesat itu dengan berpura-pura sebagai orang yang dituju. Begini percakapan mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah             : Halo?&lt;br /&gt;Penelepon    : Pak haji! ...gimana mau dilepas gak tuh tanah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kesalahan pertama si penelepon itu. Tanpa bertanya siapa yang mengangkat telepon, penelepon langsung berbicara dengan semangat. Ini yang membuat ayah terpancing untuk iseng. Mari kita lanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah            : O ya terserah, tergantung dia nawarnya berapa?&lt;br /&gt;Penelepon   : Ah kemarin kan sudah diobrolin.&lt;br /&gt;Ayah            : Iya, emang dia nawarnya berapa?&lt;br /&gt;Penelepon   : 200 juta...masa sih lupa?&lt;br /&gt;Ayah            : Oh 200 juta.&lt;br /&gt;Penelepon   : Ditambah mobil kijang.&lt;br /&gt;Ayah            : Kijang apa?&lt;br /&gt;Penelepon   : Kijang taun 95. Gimana sih? Pak haji udah ngobrol sama Pak Maman?&lt;br /&gt;Ayah            : Ya, belum.&lt;br /&gt;Penelepon   : Kok belum?&lt;br /&gt;Ayah            : Lagi sakit gigi dia&lt;br /&gt;Penelepon   : Ah ya udah deh. Saya telepon dulu Pak Maman ya. Tapi pikirin lagi dong, jangan lama-lama.&lt;br /&gt;Ayah            : Iya gampang.&lt;br /&gt;Penelepon   : Assalamualaikum&lt;br /&gt;Ayah            : Waalaikum salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haduh. Macam orang tua apa coba yang doyan iseng begini. Pantes gitu ditiru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain waktu, ketika masih SMP, kami punya halaman depan penuh tanaman. Sampai pagar rumah pun pagar tanaman. Kalau pagar itu sudah jabrik, ayah biasanya jadi tukang cukur. Waktu yang luang buat melakukan itu ya hari minggu. Dengan kaos oblong seadanya, celana butut, dan topi ngasal, ayah dengan teliti meratakan permukaan pagar dengan gunting khusus tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ayah asik menggunting; tiba-tiba seorang tukang becak berhenti di depan rumah seraya terkejut melihat ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang Becak   : Oh lu kerja di sini? Sejak kapan?&lt;br /&gt;Ayah                   : Wah udah lama.&lt;br /&gt;Tukang Becak   : Pantesan gak pernah keliatan. Emang lu kerja sama siapa sih?&lt;br /&gt;Ayah                   : Ini yang punya rumah. Haji pelit. Susah dimintain uang.&lt;br /&gt;Tukang Becak   : Ah di mana-mana haji emang pelit. Apalagi sama kita-kita. Makanya gue sih mendingan narik becak aja.&lt;br /&gt;Ayah                   : Yah gimana lagi. Nasib.&lt;br /&gt;Tukang Becak   : Ya udah deh. Sukurlah kalau lu di sini. Kirain ke mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pergilah tukang becak tak dikenal itu menyongsong pagi yang lumayan cerah. Sementara saya yang lagi bantu-bantu menyiram tanaman terpingkal-pingkal. Bukan (cuma) lantaran penampilan ayah yang dinilai mirip babu, melainkan membayangkan apa yang selanjutnya terjadi pada tukang becak itu. Pulang nanti, bisa jadi ia bercerita dengan bersemangat bertemu teman lama yang sudah lama menghilang. Yang salah sambung lebih parah lagi. Pasti si penelepon itu tambah bingung kalau bertemu dengan "orang aslinya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah dasar orang tua gak ada kerjaan. Dulu sempet kesel juga punya ayah agak miring. Sekarang, ah masa bodohlah. Asal dia masih bisa ketawa, saya masih senang-senang aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Dialog adalah perkiraan yang mendekati perbincangan sebenarnya. Perbincangan asli berlangsung dalam bahasa Sunda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-4646289749340354155?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/4646289749340354155/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=4646289749340354155' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/4646289749340354155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/4646289749340354155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2007/07/ayah-suka-iseng.html' title='Ayah Suka Iseng'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-6178687233295099084</id><published>2007-07-06T21:43:00.000+07:00</published><updated>2007-07-06T22:16:04.581+07:00</updated><title type='text'>Apa Namamu, Bukan Siapa Namamu</title><content type='html'>Temen gue yang perempuan biasanya udah seneng ngarang-ngarang nama anak jauh sebelum mereka punya anak. Mereka memang suka tergila-gila pengen punya anak (cowok paling-paling gila [ngomongin] bikinnya aja). Tapi ngomongin soal nama, banyak yang bisa diomongin. Di masa awal situs ini juga pernah ngebahas soal nama gue yang sunda banget; pengulangan bunyi. Saking banyaknya yang bisa diomongin, gue sampai bingung sendiri harus mulai dari mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sudahlah, pokoknya kali ini pengen ngomongin nama lagi. Urutan pembahasan tidak menurut kaidah apapun. Yang gue inget saat ini, ya itu yang langsung dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah denger penyakit karena keberatan nama? Gue sendiri gak pernah menyaksikan apalagi mengalami, atau punya kenalan/sodara yang kena penyakit keberatan nama. Tapi banyak banget denger kasus seperti ini. Biasanya kejadiannya begini: ada anak sakit melulu. Penyakitnya bisa macem-macem. Sembuh dari satu penyakit, kena lagi penyakit lain. Begitu terus. Kayak gak ada habisnya. Lalu, setelah konsultasi ke orang pinter, katanya anak itu keberatan nama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata sifat "berat" di sini biasanya berhubungan dengan status sosial. Untuk mempermudah, kita pake istilah kasta deh. Misalnya, kasta "bawah" cacah tidak dianjurkan memakai nama yang biasa dipakai kasta ningrat. Karena si anak akan memikul nama yang terlalu berat. Inilah penyebab ia sakit-sakitan. Kalau sekarang anak Anda rentan kena penyakit, cobalah telusuri betul-betul apa arti nama anak Anda. Kalangan mana yang biasanya memakai nama itu. Ya mudah-mudahan membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artis yang sekarang bernama Anissa Trihapsari dulu selalu mengalami pengalaman menyedihkan. Konon, itu karena namanya. Karena itulah namanya diubah seperti sekarang ini. Apakah sekarang dia senantiasa bahagia? Ya gue gak pantes jawabnya. Tanya aja sendiri ke orangnya. Harapan gue ya semoga aja nama baru itu betul-betul membuatnya lebih sering bahagia, apapun itu artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat penasaran adalah bagaimana kalau turunan bangsawan, misalnya, diberi nama yang biasa dipakai kalangan proletar. Apa hidupnya menjadi ringan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penamaan anak juga memiliki periodesasi. Artinya kita bisa menebak-nebak umur seseorang dengan hanya mengandalkan pengetahuan nama yang bersangkutan. Gak mutlak akurat, tapi coba deh ditebak. Misalnya nama Johan, Joni, Jimi, Wili, Beni, Berta, Sandy, Toni, Susan, Susi, dan Joyce bisa diduga lahir antara tahun 70-an sampe akhir 80-an. Masa ini, orang Indonesia memang lagi gila Amerika atau kebarat-baratan. Tapi itu yang keren (setidaknya dikeren-kerenkan yang hasil akhirnya norak). Untuk periode ini, nama yang umum adalah Wati, Budi, Iwan...hmmm...itu sih nama-nama karakter fiktif di buku pelajaran SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era 90-an, orang masih kebarat-baratan. Cuma lebih explore ke bunyi-bunyi dan pelafalan yang aneh (yang tertulis tidak seperti yang terdengar). Steven, Stephen, Anthoni, Michael, Andrew, Matthew, Kevin, adalah contoh-contohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu lihat perkembangan penamaan belakangan ini, era 2000-an. Lucu-lucu. Sedikit sok etnis, sok unik, atau jarang didengar tapi bunyinya terdengar akrab di telinga. Wahahaha...jelasinnya ribet ya. Mendingan denger contohnya nih, seperti Kezia, Keisha, Kayla, Nabila, Azkia, dan lain-lain. Atau bisa juga kembali ke nama-nama Arab. Lihat saja nama anak-anak Dhanny Dewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, apakah periodisasi ini cuma berlaku di Indonesia, atau di Barat juga begitu sih? Coba ya yang tinggal di eropah atau amrikah sono ngasih komentar. Soalnya kalo denger-denger di film, nama mereka masih banyak yang sama. Ya seperti anak Indonesia taun 90-an tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama juga bisa rusak dalam kurun waktu yang panjang, untuk tidak mengatakan selamanya. Coba deh, ada gak yang berani ngasih nama anaknya dengan Aidit, Muso, atau mungkin Suharto, Harmoko, Sumanto?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga keluarga yang suka menyeragamkan nama anak. Misalnya, temen gue (yang bungsu) dan kakak-kakaknya bernama Sinta, Santi, dan Sandy. "S" semua. Ada loh yang sekeluarga berawalan "e". Enung, Encep, Eni, Eros...haduh sunda pisan nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak saya yang menikah dengan orang setengah Jawa punya anak tiga. Dua anak pertama, ada bunyi "o". Nah untuk anak yang ketiga ini, ayah saya ikut nimbrung. Jadilah nama anak itu tanpa bunyi "o" di belakang seperti kebiasaan etnis Jawa. Belakangan suami kakak saya pun menambahkan kata berakhiran "o". Alasan dia ke kakak saya adalah, "kasian kalo beda, dikirain bukan anak kita." Halah, aya-aya wae.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penamaan anak di Bali adalah unik. Bener-bener unik. Dan warganya masih patuh pada aturan ini. Saya lupa detilnya gimana, tapi intinya beginilah. Nama depan anak dilabeli dengan penamaan baku berdasarkan urutan lahir. Misalnya, (tolong buat orang Bali yang baca tulisan ini dibetulkan kalau saya salah) anak pertama itu I Made, kedua Ketut, ketiga I Gusti, dan terus sampe lima. Lalu bagaimana kalo punya enam atau lebih anak? Ya balik lagi ke I Made, Ketut dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Finlandia juga gampang ditebak. Yang suka balap mobil (orang Finlandia terkenal berbakat jadi pembalap), pasti tau kalo ada bunyi "nen" pasti asal Finlandia. Contohnya, Hakinen, Raikkonen, Hirvonen, Kovalainen, Karjalainen, Enen...hehehehe yang paling belakang gue ngarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kalo gue punya anak, namanya apa ya? Hmmm...gimana kalo sedikit sok-sok Jepang, kayak Miazaki, Mirazaki, Mayazaki, atau Ayuzaki. Oops...temen-temen deket gue pasti ada yang ngakak habis-habisan nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh btw, kenapa ya di Indonesia kalo nanya nama, pake kata tanya siapa? SIAPA nama kamu? Kok? Bukankah harusnya APA nama kamu? What is your name, bukannya who is your name.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-6178687233295099084?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/6178687233295099084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=6178687233295099084' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6178687233295099084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/6178687233295099084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2007/07/apa-namamu-bukan-siapa-namamu.html' title='Apa Namamu, Bukan Siapa Namamu'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-228887484536745389</id><published>2007-06-14T18:14:00.000+07:00</published><updated>2007-06-14T18:17:22.505+07:00</updated><title type='text'>I'm happy</title><content type='html'>kerja capek banget, kayak guk guk. kayaknyanya si bleki juga gak gini-gini banget deh. tapi ya sudahlah, dinikmati aja. siapa tahu besok mati. dan waktu buat nikmatin hidup ya hari ini. I'm happy (senyum kecut).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-228887484536745389?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/228887484536745389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=228887484536745389' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/228887484536745389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/228887484536745389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2007/06/kerja-capek-banget-kayak-guk-guk.html' title='I&apos;m happy'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-4888411617497510097</id><published>2007-06-04T10:45:00.001+07:00</published><updated>2007-06-04T10:45:53.500+07:00</updated><title type='text'>Negatif</title><content type='html'>Tidak ada yang benar! Tidak ada yang salah. Tidak ada yang panjang. Tidak ada yang pendek. Tidak ada yang bersih. Tidak ada yang kotor. Tidak ada yang cepat. Tidak ada yang lambat. Tidak ada yang sukses. Tidak ada yang gagal. Tidak ada yang kaya. Tidak ada yang miskin. Tidak ada yang penuh. Tidak ada yang kosong. Tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran adalah selembar kertas yang robek di keranjang sampah di bawah meja. Kebenaran adalah daun tua yang melayang-layang jatuh sebelum menyentuh tanah. Kebenaran adalah tutup botol yang tergeletak jauh dari botolnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran adalah berjalan perlahan tiga langkah lalu meloncat jauh dan kemudian berlari. Kebenaran adalah suara tangis bayi di malam hari. Kebenaran adalah detak jam di dinding hijau tua bersarang laba-laba. Kebenaran adalah celana, kemeja, dan rok yang belum dicuci. Kebenaran adalah musik jazz. Kebenaran adalah pasir pantai yang menempel di seluruh bikini perempuan seksi murahan. Kebenaran adalah rasa kantuk saat pelajaran sosiologi baru saja dimulai. Kebenaran adalah Bung Karno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran adalah tetesan darah menstruasi pelacur yang menodai robekan Al-Quran yang didudukinya. Kebenaran adalah kata pertama yang meluncur dari seorang bayi. Kebenaran adalah bantal yang menyangga kepala ketika tidur. Kebenaran adalah menyembah Yesus Kristus. Kebenaran adalah soto babat penuh lemak dan kolesterol. Kebenaaran adalah tinta pena di saku yang menodai kemeja seharga 15 ribu perak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran adalah kokok ayam di jam 5 lebih 23 menit. Kebenaran adalah bola basket merek Spalding palsu yang memantul papan dan masuk keranjang. Kebenaran adalah tulisan fuck you di dinding kelas anak SMP. Kebenaran adalah artis sinetron yang marah memerah di layar televisi. Kebenaran adalah bunga es di dalam freezer kulkas. Kebenaran adalah panci yang terjatuh dan menakuti burung pipit yang sedang hinggap di ujung genteng merah. Kebenaran adalah tali tambang yang terurai. Kebenaran adalah kunci kamar yang tertinggal lagi di meja kantor. Kebenaran adalah berumur lima tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran adalah iPod 80 gigabyte. Kebenaran adalah serpihan kapas yang melayang tertiup napas tukang gorengan. Kebenaran adalah kaos oblong yang menutupi laptop Sony. Kebenaran adalah kabel listrik yang malang melintang di depan rumah. Kebenaran adalah sisa potongan ayam goreng yang dibawa kabur tikus menjijikan.&lt;br /&gt;Kebenaran adalah menunggu perempuan sialan yang tak pernah mau diajak pacaran. Kebenaran adalah memakai earphone supaya tidak diajak bicara orang. Kebenaran adalah kursi putih butut dari era 1980-an. Kebenaran adalah haus yang menyiksa tenggorokkan. Kebenaran adalah menatap bulan. Kebenaran adalah ikan mabok yang menyelam terbalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran ada di mana-mana. Di mana kamu Tuhan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-4888411617497510097?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/4888411617497510097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=4888411617497510097' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/4888411617497510097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/4888411617497510097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2007/06/negatif.html' title='Negatif'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-7852602396237804094</id><published>2007-05-30T17:39:00.000+07:00</published><updated>2007-05-30T17:42:14.296+07:00</updated><title type='text'>Vesak Day</title><content type='html'>Waktu jamannya sekolah, saya termasuk orang yang rajin liat tanggal merah. Saya biasa ngitung sejak kalender baru ada di rumah. Bukan mau merencanakan pergi ke mana atau bikin acara apa di tanggal merah itu. Cuma seneng aja liat bonus liburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas kerja juga begitu sih. Sekarang aja agak gak kepikiran. Mungkin gara-gara pekerjaan gak menuntut dateng ke kantor setiap hari (walaupun jarang menggunakan keleluasaan ini untuk libur), tanggal merah jadi ga penting. Dan barusan kaget pas temen saya bilang lewat Y!M, tanggal merah lusa adalah long wiken terakhir sebelum ketemu Agustus nanti. Oh begitu ya. Ah sama aja lah. Toh sering juga gue harus kerja di tanggal merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh ternyata lusa itu libur hari raya Waisak ya. Ngomong soal agama, saya tercengang sekaligus dibikin penasaran karena sahabat baik saya yang Kristen menuduh Islam yang saya anut dogmatis. Lalu saya bilang, emang Kristen nggak dogmatis? Oh Kristen bukan dogma, katanya. Sayang dia mengaku lupa apa argumen yang pernah dia terima dari seorang kenalannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk membuka ruang debat antar-agama. Saya pribadi bukan orang yang suka banding-bandingin agama, yang ujung-ujungnya cuma mencari-cari pembenaran agama yang dianut paling bener. Kalau saya banyak baca buku agama selain Islam, itu semata-mata untuk memperluas wawasan. Lebih seperti traveling aja, gak ada maksud studi banding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga memeluk Islam lebih banyak karena kebetulan saja. Kebetulan orang tua Islam. Dan saya senang, saat ayah berkata agama yang sesungguhnya ada di hati nurani. Saya pikir, saya beruntung punya ayah seperti dia. Tidak sedikit teman saya yang terganggu hidupnya justru karena “agama”. Sebagian temen ada yang kesulitan menikahi pacarnya karena beda agama. Sebagian lagi dibenci keluarga sendiri karena pindah agama. Paman saya sendiri bahkan kegerahan ketika jumlah tetangganya yang Kristen semakin banyak. Wuahahahahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Hari Raya Waisak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-7852602396237804094?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/7852602396237804094/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=7852602396237804094' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7852602396237804094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/7852602396237804094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2007/05/vesak-day.html' title='Vesak Day'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7007815.post-5602751989193189155</id><published>2007-04-25T21:32:00.000+07:00</published><updated>2007-04-25T21:44:23.250+07:00</updated><title type='text'>Karma</title><content type='html'>Di blog teman saya sempet terbahas bukunya Al Ries yang “The Fall of  Advertising and The Rise of PR” di kolom komentar. Saya sempat menanyakan kira-kira apa sebab iklan nyusruk, sebaliknya PR naik daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dilanjut, harus saya sebutkan bahwa dalam buku itu, yang saya tangkap, Al Ries memegang definisi bahwa PR adalah kegiatan yang hasilnya didapat secara gratis sedangkan iklan bayar. Misalnya, kita ngasih sampel produk ke wartawan dan hasilnya si wartawan itu menulis di medianya tentang (bagusnya) produk itu, nah ini disebut PR. Karena publikasi itu didapatkan secara gratis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan iklan adalah ruang (luas, volume, atau waktu) yang dibeli untuk mempromosikan produk. Contohnya; pengusaha roti beli ruang ¼ halaman koran Kompas untuk meletakkan materi promosi. Karena mengeluarkan uang, ya ini disebut iklan. Definisi ini memang bisa diperdebatkan. Tapi simpan dulu pendapat itu, dan marilah kita ikuti logikanya Al Ries.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Ries dengan lengkap memberikan fakta-fakta dari berbagai kasus bahwa iklan sudah tak ampuh lagi. Sedangkan cara-cara PR lebih berhasil mempengaruhi audience. Al Ries juga menduga (menuduh?), fakta ini ditutup-tutupi orang iklan. Karena jika fakta ini tersebar luas, bisnis orang iklan terancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di sini saya gak mau ngebahas dugaan Al Ries tersebut. Yang menarik perhatian saya adalah, seperti di awal tulisan tadi; kenapa iklan jatuh dan PR berdiri tegap? Kenapa juga baru sekarang iklan jatuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa (baca: tebakan) saya adalah; masalah ini terletak pada perkara kredibilitas dan trustworthyness. Kedua hal ini saling berkaitan sehingga lebih baik dibahas secara bersamaan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan Anda bertemu salesman. Lalu dia mengeluarkan dagangan dan mulai menjelaskan produknya lengkap dengan keunggulan-keunggulannya. Bahkan berikutnya, dia membisikkan kelemahan-kelemahan produk lain yang sejenis. Dan di akhir pembicaraan, salesman yang budiman ini menganjurkan Anda membeli produk tersebut. Karena jika tidak, Anda akan merugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti inilah iklan. Saya yakin kebanyakan orang yang menjadi target audience si salesman ini tidak akan percaya dan mengikuti anjurannya. Kenapa? Karena trustworthyness si salesman rendah. Kenapa rendah? Karena semua perkataan salesman sejalan dengan kepentingan dia. Sederhananya; “Pantes aja lu bilang barangnya bagus, yang orang lain jelek, dan gue harus beli. Emang maunya kan gue beli barang lu? Lu kan dibayar buat jualan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas gimana caranya meningkatkan trustworthyness? Bicaralah berlawanan arah dengan kepentingan Anda. Atau setidaknya tidak selaras amat dengan kepentingan Anda. Coba kalau salesman itu bilang jangan beli produk ini (yang ditawarkan), lebih bagus produk yang lain, beli aja produk lain. Mujarab deh tu. Kemungkinan melesetnya di antaranya adalah; target akan curiga bahwa salesman itu justru kaki tangan produk lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bayangkan tetangga yang sudah lama Anda kenal menengok anak Anda yang terbaring sakit. Lalu tetangga Anda bilang; “Oh anak saya juga kemarin sakit seperti ini. Dia sempet minum obat X, pil Y, dan kapsul Z, tetep ga sembuh. Begitu saya kasih obat A, eeeh besoknya langsung sembuh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar orang akan percaya dan membeli obat A (bahkan bila si tetangga itu tidak menganjurkan aksi). Karena apa yang dia ucapkan tidak sejalan dengan kepentingan dia. Kecuali belakangan Anda tahu, tetangga ini ternyata pemilik pabrik obat A yang selama ini ia tutup-tutupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti inilah PR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trustworthyness ini bila ditambah unsur kredibilitas akan lebih memperkuat daya persuasi. Misalnya tetangga itu Anda kenal sebagai dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti inilah PR. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda percaya setiap ucapan Roy Suryo ketika mengatakan CBN lebih baik daripada ISP lain karena dia (dipercaya) pakarnya dalam bidang ini. Tapi, kalau Roy ketahuan punya hubungan bisnis dengan CBN, matilah kekuatan ucapan Roy. Meskipun semalam sebelumnya Roy dianugerahi sebagai pakar telematika terhebat sepanjang masa dari perkumpulan pakar IT sedunia yang sangat terhormat. Karena kepentingan yang Roy miliki membunuh trustworthyness ucapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya adalah bukan PR hebat dan iklan payah. Melainkan, kedua unsur itu yang menjadi penyebabnya. Ada yang mau menambahkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan berikutnya adalah kenapa baru saat ini iklan tidak dipercaya? Kenapa gak dari dulu iklan tidak dipercaya? Untuk menjawab ini saya mengajak untuk meminggirkan unsur trustworthyness dan kredibilitas dulu (nanti kita ambil lagi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan yang bisa saya kemukakan adalah karma. Dan saya tidak sedang berbicara moral atau sistem kepercayaan Hindu dan Buddha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan di masa-masa awal sempat dipercaya bukan cuma karena dulu merek-merek pesaing belum bermunculan. Melainkan karena iklan sudah terlalu sering “berbohong”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini mirip dengan nasib profesi pengacara. Awalnya bisa jadi orang berprofesi pengacara termasuk jenis orang yang tepercaya. Dan seperti diektahui, berdasarkan berbagai survei, masyarakat belakangan ini menempatkan pengacara di urutan atas kategori pembohong (bersama penjual mobil bekas dan orang iklan). Padahal, semua paham, tidak semua pengacara pembohong (iya gitu? Hahaha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan sudah terlalu sering menyakiti rakyat. Iklan bilang kecap ini nomor satu, ternyata ada yang lebih enak. Iklan bilang obat ini paling mujarab, ternyata nggak tuh (iklan kategori ini sampai membuat regulator perlu membuat aturan tertentu). Iklan anu bilang desain motor ini top markotop tapi pas dilihat biasa aja tuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bayangin aja ada orang yang sering ngibulin, ngomongnya asal, manipulatif, terus penngennya dipercaya? Luar biasa. Beberapa rekan saya yang bekerja di biro iklan malah berkata dengan bangga bahwa mereka senang bekerja di periklanan karena bisa menipu masyarakat dengan cara yang sophisticated. Mana bisa masyarakat percaya dengan hasil kerja orang-orang yang berniat menipu? Walaupun dengan cara yang sophisticated (yang masih harus dipertanyakan juga secanggih apa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kasian ya orang iklan (dan pengusaha, dan pengacara) yang jujur. Mereka kena getahnya. Kayak nyamuk yang gak suka darah manusia (kalo ada). Tapi pas ketemu manusia, dibunuh juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya masih banyak lagi teori yang menjelaskan kenapa PR naik dan iklan turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertanyaan kenapa iklan tidak mempan misalnya, bisa juga dijelaskan dengan sifat manusia yang hanya mendengar apa yang ingin didengar. Lalu dalam psikologi ada istilah disonansi kognitif. Kalo gak salah inget loh ya. Buanyak deh pokoknya. Saya gak inget satu per satu. Jadi kangen buku Psikologi Komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, pencerahan yang ditulis Al Ries dalam bukunya itu bukan barang baru dalam disiplin ilmu komunikasi. Apalagi jurnalistik. Orang jurnalistik sudah lama meneliti dan menyimpulkan apa yang ditulis Al Ries. Puluhan tahun silam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7007815-5602751989193189155?l=duniazaki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duniazaki.blogspot.com/feeds/5602751989193189155/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7007815&amp;postID=5602751989193189155' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5602751989193189155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7007815/posts/default/5602751989193189155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duniazaki.blogspot.com/2007/04/karma-di-blog-teman-saya-sempet.html' title='Karma'/><author><name>zaky muzakir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04999052812850613689</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://i23.photobucket.com/albums/b395/muzakir/gue.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
